-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bukan Sekadar Kacamata, 150 Warga Padang Rasakan Makna Kemerdekaan dari Gedung Joeang 45

Minggu, 09 Agustus 2026 | Agustus 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T11:36:25Z

Bukan Sekadar Kacamata, 150 Warga Padang Rasakan Makna Kemerdekaan dari Gedung Joeang 45



AK47, Padang — Bagi sebagian orang, sebuah kacamata mungkin hanyalah benda sederhana. Namun bagi warga lanjut usia yang kesulitan melihat dan terbatas secara ekonomi, sepasang kacamata bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.


Itulah yang terasa di Gedung Joeang 45, Jalan Samudera, Kota Padang, Minggu (9/8/2026).


Di tengah semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 DHD BPK 45 Sumatera Barat memilih merayakannya dengan cara yang berbeda: turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Sebanyak 150 warga mendapatkan pemeriksaan mata dan kacamata secara gratis.


Tak berhenti di sana. Warga juga memperoleh pemeriksaan kesehatan jantung, pemeriksaan laboratorium darah, hingga kesempatan mengikuti aksi donor darah.


Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak harus selalu diterjemahkan melalui upacara dan seremoni. Kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.


Dari Gedung Bersejarah, Mengalir Kepedulian


Gedung Joeang 45 dipilih bukan tanpa alasan.


Tempat tersebut menyimpan jejak sejarah perjuangan kemerdekaan. Di tempat yang menjadi saksi perjalanan bangsa itulah, semangat perjuangan kembali dihidupkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.


Ketua Panitia Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 DHD BPK 45 Sumatera Barat, Fajar Rusvan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi.


Menurutnya, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus diteruskan melalui tindakan nyata.


“Jadi di pengabdian masyarakat ini ada pemeriksaan mata gratis, pembagian kacamata gratis, kemudian pemeriksaan kesehatan jantung, laboratorium darah, serta aksi donor darah,” ujar Fajar.


Seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma.


“Semuanya itu kita selenggarakan secara gratis. Alhamdulillah berkat bantuan para sponsor yang ingin berkontribusi aktif di dalam kegiatan ini,” lanjutnya.


Lansia Jadi Prioritas


Pemeriksaan mata dan pemberian kacamata terutama diprioritaskan bagi warga senior, khususnya lanjut usia.


Bukan tanpa alasan. Bagi kelompok usia tersebut, gangguan penglihatan kerap menjadi persoalan yang berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, tidak semua warga memiliki kemampuan maupun kemudahan untuk memeriksakan mata dan membeli kacamata.


Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak perlu dipusingkan dengan biaya maupun prosedur administrasi yang rumit.


Fajar menjelaskan, informasi kegiatan disebarluaskan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, lembaga-lembaga veteran, PWRI, Forkopimda hingga sejumlah perangkat daerah.


Tujuannya sederhana: membuka akses seluas-luasnya agar masyarakat yang membutuhkan dapat datang dan memperoleh layanan.


Datuak Bagindo: “Jauh Lebih Mudah”


Manfaat kegiatan itu dirasakan langsung oleh Datuak Bagindo Kali (75).


Di usia senja, ia mengakui bahwa pergi ke rumah sakit maupun klinik bukan lagi perkara mudah. Mobilitas dan berbagai keterbatasan membuat proses mendapatkan pelayanan kesehatan terkadang menjadi tantangan tersendiri.


Karena itu, kehadiran pemeriksaan mata gratis di Gedung Joeang 45 menjadi sesuatu yang sangat membantu.


“Yang sudah tua-tua ini kalau pergi ke rumah sakit, pergi ke klinik, pergi ke mana itu sudah serba susah. Dengan adanya pemeriksaan pada acara ini, jauh lebih mudah prosedurnya dan cepat prosesnya untuk dapat kacamatanya,” kata Datuak Bagindo.


Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilainya semakin berkembang dibandingkan tahun sebelumnya.


Menurutnya, semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat menunjukkan bahwa kepedulian penyelenggara terhadap masyarakat juga semakin luas.


Alfiana: Ada yang Tak Mampu Beli Kacamata


Cerita serupa datang dari Alfiana (58).


Ia mengaku bersyukur menjadi salah satu warga yang mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.


Bagi Alfiana, program seperti ini sangat berarti karena tidak semua orang memiliki kemampuan membeli kacamata ketika membutuhkannya.


“Alhamdulillah saya menerima manfaat dari kegiatan ini. Ada orang-orang yang tidak bisa membeli kacamata, terbantu,” ujarnya.


Ia berharap kegiatan sosial tersebut tidak berhenti hanya pada momentum peringatan kemerdekaan maupun HJK Padang.


Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kota Padang.


Ketika Kemerdekaan Hadir dalam Bentuk Pelayanan


Ada pesan yang lebih besar di balik 150 kacamata yang dibagikan.


Kemerdekaan tidak hanya tentang bagaimana bangsa ini terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang bagaimana masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sehat, mendapatkan pelayanan, dan merasakan kepedulian dari lingkungan sekitarnya.


Di Gedung Joeang 45, nilai itu coba diwujudkan.


Sejarah perjuangan yang tersimpan di bangunan tersebut dipertemukan dengan persoalan masyarakat hari ini.


Dulu, para pejuang berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan. Kini, semangat perjuangan itu diteruskan melalui pengabdian membantu mereka yang membutuhkan, memberikan akses kesehatan, dan membuka ruang kebersamaan.


Fajar berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HJK Padang ke-357 semakin memperkuat semangat tersebut.


“81 tahun Republik Indonesia: berdaya, berdaulat, adil, dan makmur. Kemudian HUT Kota Padang ke-357: semoga sehat warganya, cerdas warga kotanya, dan nyaman semua,” tuturnya.


Kalimat itu menjadi penutup yang tepat bagi sebuah kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki arti besar.


Sebab bagi 150 warga penerima manfaat, kemerdekaan hari itu bukan sekadar angka 81 tahun.


Kemerdekaan hadir dalam bentuk mata yang diperiksa tanpa biaya, kacamata yang akhirnya bisa digunakan, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, dan tangan-tangan yang memilih untuk peduli.


Dari Gedung Joeang 45, semangat perjuangan kembali menemukan maknanya bukan melalui peperangan, tetapi melalui pengabdian kepada sesama.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update