-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sambutan Hangat Dua Jorong Menjadi Awal Perjalanan Inspiratif Ekspedisi Andalas 2026

Rabu, 08 Juli 2026 | Juli 08, 2026 WIB Last Updated 2026-07-08T15:45:53Z

Sambutan Hangat Dua Jorong Menjadi Awal Perjalanan Inspiratif Ekspedisi Andalas 2026



AK47, Sumatera Barat  Semangat pengabdian mulai berdenyut di pelosok nagari ketika Ekspedisi Andalas 2026 resmi memulai rangkaian kegiatannya pada Senin (6/7). Pembukaan yang dilaksanakan secara serentak di dua wilayah, yakni Jorong Sungai Lolo dan Jorong Muaro, menjadi titik awal perjalanan panjang para mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, belajar dari kehidupan mereka, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata melalui berbagai program pemberdayaan.


Lebih dari sekadar seremoni pembukaan, momentum tersebut menjadi jembatan awal yang mempertemukan semangat muda para mahasiswa dengan kearifan masyarakat yang telah lama tumbuh dan terpelihara di kedua jorong. Kehadiran para peserta Ekspedisi Andalas disambut dengan penuh kehangatan, keramahan, serta antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Sambutan tersebut mencerminkan besarnya harapan warga agar kegiatan pengabdian ini mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.


Suasana Kekeluargaan Mengiringi Pembukaan di Jorong Sungai Lolo


Di Jorong Sungai Lolo, acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sejak awal kegiatan, terlihat keakraban mulai terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Lapangan (Korlap) yang menjelaskan tujuan utama pelaksanaan Ekspedisi Andalas 2026, sekaligus memperkenalkan konsep pengabdian yang mengedepankan kolaborasi bersama masyarakat.


Sesi kemudian dilanjutkan dengan perkenalan seluruh panitia yang dipandu oleh Abdi Fadlan. Satu per satu anggota tim memperkenalkan diri beserta tugas dan tanggung jawab masing-masing selama pelaksanaan kegiatan. Suasana yang santai namun tetap penuh rasa hormat membuat komunikasi terjalin dengan sangat cair. Gelak tawa, senyum hangat, dan sapaan akrab dari masyarakat menjadi pertanda bahwa hubungan emosional mulai terbentuk sejak hari pertama.


Momentum tersebut semakin bermakna ketika Bapak Jorong Sungai Lolo menyampaikan sambutan yang sarat akan pesan kebersamaan. Dalam arahannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Ekspedisi Andalas sekaligus mengungkapkan rasa syukur karena wilayah mereka dipercaya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.


Beliau berharap seluruh peserta mampu menjaga sikap, menghormati adat istiadat yang berlaku, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, keberhasilan sebuah pengabdian bukan hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan baik dengan masyarakat.


Dukungan serupa turut disampaikan oleh tokoh agama setempat. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi semangat mahasiswa yang rela meninggalkan kenyamanan demi mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat menjadi teladan bagi generasi muda sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak dan remaja untuk terus semangat menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri.


Usai sesi sambutan dan dokumentasi bersama, suasana hangat tidak langsung berakhir. Mahasiswa dan masyarakat melanjutkan malam dengan berbincang santai, bertukar cerita, serta saling mengenal lebih dekat. Berbagai kisah mengenai kehidupan masyarakat, kondisi sosial, hingga harapan terhadap pembangunan jorong menjadi bahan diskusi yang memperkaya pemahaman mahasiswa sebelum menjalankan program kerja selama masa pengabdian.


Dialog Terbuka Warnai Pembukaan di Jorong Muaro


Sementara itu, semangat yang sama juga terasa di Masjid Raya Baiturrahmah, Jorong Muaro. Pembukaan kegiatan dikemas dalam suasana semi-formal yang dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Bapak Jorong, Sekretaris Nagari (Sekna), Niniak Mamak, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.


Acara diawali oleh moderator sebelum memasuki sesi perkenalan panitia yang dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana, Naufal Ramadhan. Dalam pemaparannya, Naufal memperkenalkan seluruh anggota tim sekaligus menjelaskan berbagai program unggulan yang akan dilaksanakan selama Ekspedisi Andalas 2026.


Dengan penuh kerendahan hati, Naufal menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa bukan untuk merasa paling tahu, melainkan untuk belajar bersama masyarakat. Ia mengajak seluruh warga agar tidak segan memberikan masukan, kritik, maupun arahan apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.


"Kami datang untuk belajar sekaligus mengabdi. Oleh karena itu, kami berharap seluruh masyarakat dapat membimbing kami agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga," ungkapnya.


Pernyataan tersebut mendapatkan sambutan positif dari Bapak Jorong Muaro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga karena wilayahnya dipercaya menjadi salah satu lokasi Ekspedisi Andalas 2026. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada para mahasiswa agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.


Menurutnya, keberhasilan pengabdian merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud apabila terjalin kerja sama yang erat antara mahasiswa, pemerintah jorong, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.


Yang menarik, setelah sesi sambutan berakhir, acara tidak langsung ditutup. Panitia bersama masyarakat justru menggelar diskusi terbuka yang berlangsung sangat dinamis. Dalam forum tersebut, mahasiswa memaparkan rencana program kerja secara lebih rinci sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang kemungkinan akan dihadapi di lapangan.


Masyarakat kemudian memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman mereka. Tokoh adat, perangkat nagari, hingga warga turut menyampaikan saran, solusi, dan pandangan mengenai potensi yang dapat dikembangkan maupun persoalan yang perlu menjadi perhatian selama pelaksanaan kegiatan. Diskusi tersebut menjadi bukti nyata bahwa seluruh program Ekspedisi Andalas dibangun melalui semangat partisipatif, bukan sekadar dilaksanakan secara sepihak.


Mengabdi dengan Hati, Berkolaborasi untuk Negeri


Meskipun berlangsung di dua lokasi yang berbeda, semangat yang dibawa Ekspedisi Andalas 2026 tetap sama, yakni menghadirkan pengabdian yang berangkat dari ketulusan, kepedulian, dan semangat kolaborasi.


Penerimaan yang begitu hangat dari masyarakat Jorong Sungai Lolo dan Jorong Muaro menjadi modal yang sangat berharga bagi seluruh peserta untuk menjalankan setiap program dengan penuh tanggung jawab. Kehadiran pemerintah jorong, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat dalam acara pembukaan menunjukkan bahwa keberhasilan pengabdian bukan hanya menjadi cita-cita mahasiswa, tetapi juga harapan bersama seluruh warga.


Hari pertama ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang tidak hanya akan diisi dengan pelaksanaan berbagai program kerja, tetapi juga proses belajar mengenai kehidupan masyarakat, nilai-nilai kebersamaan, serta pentingnya gotong royong dalam membangun desa.


Dengan pintu pengabdian yang telah resmi terbuka, Ekspedisi Andalas 2026 siap melangkah lebih jauh, menebarkan manfaat, mempererat tali persaudaraan, serta meninggalkan jejak kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Dari dua jorong yang penuh kehangatan inilah, sebuah perjalanan inspiratif dimulai—perjalanan yang bukan sekadar tentang mengabdi, melainkan tentang tumbuh, belajar, dan membangun masa depan bersama masyarakat.


(AK)


#Headline #UniversitasAndalas #Pendidikan #Daerah #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update