-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Misteri Kematian Guru PPPK di Mes Polisi Belum Terungkap, Keluarga Datangi Propam Polda Sumbar: "Kami Ingin Kebenaran Dibuka Terang Benderang"

Minggu, 05 Juli 2026 | Juli 05, 2026 WIB Last Updated 2026-07-05T07:03:30Z

Ilustrasi 



AK47, PadangHampir sepekan setelah IPP (32), seorang Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ditemukan meninggal dunia di kamar Mes Polisi Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, misteri penyebab kematiannya masih menyisakan banyak tanda tanya.


Merasa masih ada sejumlah hal yang perlu dijelaskan secara terbuka, keluarga korban akhirnya mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Barat, Kamis (2/7/2026). Langkah itu diambil sebagai bentuk desakan agar proses penyelidikan mendapat pengawasan ketat, mengingat lokasi ditemukannya korban berada di lingkungan mes polisi.


Didampingi penasihat hukum keluarga, Rodi Chanda, keluarga meminta Propam memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan profesional, independen, transparan, serta bebas dari segala bentuk intervensi.


"Perkara ini terjadi di lingkungan mes polisi. Karena itu, keluarga meminta pengawasan langsung dari Propam agar proses pengungkapan fakta benar-benar berjalan objektif. Yang kami cari hanya satu, yaitu kebenaran," tegas Rodi.


Soroti Dugaan Kejanggalan Sejak Awal Penanganan


Di balik proses penyelidikan yang masih berlangsung, keluarga mengaku menemukan sejumlah hal yang menurut mereka patut menjadi perhatian penyidik.


Salah satunya adalah adanya anggota kepolisian yang disebut mendatangi rumah sakit setelah korban selesai menjalani visum dan meminta agar autopsi tidak dilakukan.


Bagi keluarga, peristiwa tersebut menjadi salah satu alasan mengapa mereka meminta pengawasan dari Propam Polda Sumbar.


"Ada pihak kepolisian yang datang dan meminta agar autopsi tidak dilakukan. Peristiwa itu sudah kami laporkan kepada penyidik Polres Pesisir Selatan," ungkap Rodi.


Meski belum mengalami intimidasi secara langsung, keluarga berharap perlindungan hukum tetap diberikan agar tidak ada tekanan ataupun pengaruh dari pihak mana pun selama proses hukum berlangsung.


Keluarga Sempat Kesulitan Mendapat Informasi


Rodi juga mengungkapkan bahwa pada awal penyelidikan, keluarga mengaku kesulitan memperoleh informasi mengenai perkembangan perkara.


Baru setelah didampingi kuasa hukum, komunikasi dengan penyidik mulai berjalan lebih terbuka.


"Awalnya keluarga seperti menunggu tanpa kepastian. Setelah kami melakukan pendampingan hukum, penyidik akhirnya datang menemui keluarga dan memberikan penjelasan mengenai perkembangan penyelidikan," katanya.


Polisi: Pemeriksaan Saksi dan Hasil Laboratorium Masih Berjalan


Menanggapi berkembangnya perhatian publik terhadap kasus tersebut, Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memastikan penyelidikan masih dilakukan secara intensif oleh Satreskrim Polres Pesisir Selatan.


Penyidik telah memeriksa berbagai saksi, baik dari keluarga korban maupun penghuni mes tempat korban ditemukan meninggal dunia.


Selain itu, autopsi telah dilakukan sebagai langkah ilmiah untuk memastikan penyebab kematian.


Sampel organ korban saat ini masih diperiksa di laboratorium forensik di Padang dan Jakarta.


"Saat ini pemeriksaan laboratorium masih berlangsung. Kemungkinan hasilnya akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan," ujar Susmelawati.


Publik Menunggu Fakta Terungkap


Kasus ini menjadi perhatian luas karena korban ditemukan meninggal di dalam kawasan mes polisi. Situasi tersebut membuat publik berharap seluruh proses penyelidikan dilakukan secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Hasil autopsi serta pemeriksaan laboratorium kini menjadi kunci penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.


Bagi keluarga, siapa pun yang terlibat ataupun apa pun penyebab kematian korban nantinya, mereka berharap semuanya diungkap berdasarkan fakta, bukti, dan hasil penyelidikan ilmiah.


Mereka menegaskan, keadilan hanya dapat terwujud apabila seluruh proses berjalan tanpa ada yang ditutup-tutupi, sehingga misteri kematian guru PPPK tersebut benar-benar terungkap secara terang benderang.


(AK)


#Peristiwa #Headline #SumateraBarat #PoldaSumbar

×
Berita Terbaru Update