-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DONOR DARAH JADI GERAKAN KEMANUSIAAN, HENDRA PEBRIZAL AJAK SELURUH KARYAWAN PERUMDA AM PADANG RUTIN BERBAGI KEHIDUPAN

Selasa, 23 Juni 2026 | Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-24T05:04:59Z

DONOR DARAH JADI GERAKAN KEMANUSIAAN, HENDRA PEBRIZAL AJAK SELURUH KARYAWAN PERUMDA AM PADANG RUTIN BERBAGI KEHIDUPAN



AK47, Padang - Semangat kemanusiaan kembali digaungkan di lingkungan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang. Melalui kegiatan donor darah yang digelar di halaman parkir kantor Perumda AM Padang, Rabu (24/6/2026), jajaran direksi bersama karyawan menunjukkan komitmen bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya sebatas menyediakan air bersih, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga kehidupan sesama.


Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengajak seluruh karyawan yang memiliki kondisi fisik sehat untuk secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara berkala tersebut.


Menurutnya, setetes darah yang didonorkan memiliki arti yang sangat besar bagi keselamatan nyawa orang lain yang sedang membutuhkan.


"Kita selama ini berbicara tentang pelayanan publik, tetapi sejatinya pelayanan publik juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial. Donor darah adalah salah satu bentuk nyata kepedulian yang sederhana, tetapi dampaknya sangat luar biasa," ujar Hendra.


Ia menegaskan, keterlibatan karyawan dalam kegiatan donor darah bukan sekadar memenuhi agenda rutin perusahaan, melainkan membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong yang harus terus dipelihara.


Hendra mengatakan, keberadaan stok darah yang memadai di Palang Merah Indonesia (PMI) sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela dan berkelanjutan.


"Kalau masyarakat hanya menunggu ketika ada keluarga yang membutuhkan darah, tentu stok darah akan sulit terpenuhi. Karena itu, kita harus mengubah pola pikir menjadi donor darah sebagai gaya hidup sehat dan budaya kemanusiaan," katanya.


Selain membantu sesama, Hendra menjelaskan bahwa donor darah juga memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan pendonor itu sendiri.


"Orang sering berpikir donor darah membuat tubuh lemas. Faktanya justru sebaliknya. Jika dilakukan sesuai prosedur dan kondisi tubuh memenuhi syarat, donor darah sangat baik untuk kesehatan. Ini adalah investasi kesehatan yang murah, aman, dan bermanfaat," jelasnya.


Ia menyebutkan sejumlah manfaat yang dapat diperoleh seseorang ketika rutin mendonorkan darah, di antaranya menjaga kesehatan jantung, melancarkan sirkulasi darah, mengontrol kadar zat besi dalam tubuh, hingga membantu regenerasi sel darah merah yang baru.


Tak hanya itu, proses skrining kesehatan sebelum donor darah juga menjadi sarana deteksi dini terhadap sejumlah penyakit menular seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria.


"Kita mendapatkan dua manfaat sekaligus. Pertama membantu menyelamatkan nyawa orang lain, kedua menjaga kondisi kesehatan diri sendiri. Ini adalah aktivitas yang memberikan keuntungan bagi semua pihak," ungkapnya.


Lebih jauh, Hendra menyoroti aspek kesehatan mental yang sering kali luput dari perhatian masyarakat.


Menurutnya, kepuasan batin yang muncul setelah membantu orang lain menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kesehatan psikologis seseorang.


"Ketika kita mendonorkan darah, sejatinya kita sedang menanam harapan bagi orang lain. Ada kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi ketika kita mengetahui darah yang kita sumbangkan dapat memperpanjang bahkan menyelamatkan kehidupan seseorang," tuturnya.


Ia pun berharap kegiatan donor darah dapat menjadi budaya kerja yang melekat di lingkungan Perumda AM Padang dan menginspirasi instansi lain untuk melakukan hal serupa.


"Perusahaan modern bukan hanya diukur dari kinerja dan capaian bisnisnya, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai kemanusiaan hidup di dalam organisasinya. Karyawan yang sehat akan melahirkan pelayanan yang berkualitas, dan organisasi yang peduli akan melahirkan kepercayaan masyarakat," tegas Hendra.


Hendra menilai bahwa donor darah merupakan simbol solidaritas sosial yang paling sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar.


"Di tengah era yang serba individualistis, donor darah mengajarkan kita bahwa manusia sejatinya saling membutuhkan. Teknologi boleh berkembang pesat, tetapi darah manusia belum bisa diproduksi oleh mesin. Artinya, keselamatan manusia masih bergantung pada kepedulian manusia lainnya."


Ia menambahkan, semangat berbagi harus terus dipupuk sebagai bagian dari tanggung jawab sosial bersama.


"Jangan menunggu menjadi orang kaya untuk membantu sesama. Dengan tubuh yang sehat dan niat yang tulus, setiap orang sudah bisa menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain. Terkadang, satu kantong darah yang kita donorkan adalah kesempatan kedua bagi seseorang untuk melanjutkan hidupnya."


Baginya, donor darah bukan sekadar aktivitas kesehatan, melainkan sebuah gerakan peradaban yang memperkuat nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.


"Salah satu ukuran kemajuan sebuah daerah bukan hanya pembangunan fisiknya, tetapi juga tingginya kepedulian sosial warganya. Ketika budaya saling membantu tumbuh kuat, maka masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya akan tercipta dengan sendirinya."


(AK)


#Headline #PerumdaAirMinum #Padang

×
Berita Terbaru Update