-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Cemburu, Oknum TNI AL Nekat Terobos Rumah dan Hajar Remaja hingga Luka-Luka, Video Penganiayaan Viral

Senin, 01 Juni 2026 | Juni 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-01T14:15:57Z

Diduga Cemburu, Oknum TNI AL Nekat Terobos Rumah dan Hajar Remaja hingga Luka-Luka, Video Penganiayaan Viral



AK47, Situbondo – Dugaan aksi premanisme yang menyeret nama institusi TNI kembali menjadi sorotan publik. Seorang remaja berusia 19 tahun berinisial BN diduga menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan seorang oknum TNI Angkatan Laut berpangkat Prada berinisial ND di dalam rumah korban sendiri, Sabtu (30/5/2026).


Peristiwa yang diduga dipicu persoalan asmara dan rasa cemburu itu kini tengah ditangani Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Banyuwangi.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku diduga mendatangi rumah korban di Kelurahan Dawuhan, Kabupaten Situbondo, saat kondisi rumah sedang sepi. Setelah masuk ke dalam rumah, pelaku disebut langsung menguasai situasi dengan mengunci pintu, sebelum melampiaskan amarahnya kepada korban.


Aksi kekerasan tersebut bukan sekadar cekcok biasa. Dalam video yang kini beredar luas di media sosial, terduga pelaku tampak menendang, memukul, dan menghajar korban menggunakan selang yang diduga telah dipersiapkan sebelumnya. Korban yang berada di dalam rumah bersama dua rekannya terlihat tidak mampu memberikan perlawanan berarti.


Rekaman video itu diam-diam diambil oleh salah seorang teman korban dari lantai atas rumah. Setelah tersebar luas, video tersebut memicu kemarahan publik dan menuai berbagai kecaman karena memperlihatkan dugaan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh seseorang yang seharusnya tunduk pada aturan dan disiplin militer.


Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh dan cedera pada kepala. Keluarga korban pun langsung menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada aparat berwenang.


Laporan awal sempat diajukan ke Subdenpom V Situbondo. Namun karena terduga pelaku merupakan anggota TNI Angkatan Laut, penanganan perkara dialihkan ke Pomal Lanal Banyuwangi yang memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penyelidikan.


"Kasusnya penganiayaan dan benar sempat dilaporkan ke sini, tetapi kami tidak bisa menerima karena yang bersangkutan dari kesatuan AL," ujar Gakkum Subdenpom V Situbondo, Peltu Erwan Susiyanto.


Kasus ini dengan cepat menyedot perhatian masyarakat karena dugaan penganiayaan terjadi di dalam rumah korban, yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seseorang. Publik pun mempertanyakan keberanian terduga pelaku mendatangi kediaman korban dan melakukan kekerasan secara langsung.


Menindaklanjuti laporan keluarga, tim Pomal Lanal Banyuwangi bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah bukti. Petugas juga mendatangi rumah korban untuk memetakan kronologi secara detail, mulai dari akses masuk terduga pelaku hingga lokasi terjadinya dugaan penganiayaan.


"Tadi ada dua orang anggota TNI AL datang ke rumah kami," kata kakak korban, Firna Ananda, Senin (1/6/2026).


Hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung. Masyarakat menunggu keseriusan aparat militer dalam mengusut tuntas perkara tersebut dan memberikan sanksi tegas apabila dugaan penganiayaan itu terbukti benar.


Kasus ini menjadi ujian bagi penegakan hukum di lingkungan militer. Tidak sedikit pihak yang menilai bahwa tindakan kekerasan, terlebih jika dilakukan dengan mendatangi rumah korban dan melampiaskan emosi secara fisik, tidak boleh ditoleransi dalam negara hukum. Publik kini menanti apakah proses hukum akan berjalan transparan dan tanpa perlakuan istimewa terhadap siapa pun yang terlibat.


(AK)


#Headline #Peristiwa #TNIAL #Kekerasan

×
Berita Terbaru Update