
Tragis di Pesisir Selatan: Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak Saat Muara Dibuka, Suasana Pantai Mendadak Panik
AK47, PESISIR SELATAN — Tangis histeris keluarga pecah di bibir Pantai Simpang Tigo Buaya Putih, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (10/5/2026) sore. Seorang bocah laki-laki bernama Jesra (9) dilaporkan hilang terseret arus deras hingga ke laut lepas saat berada di sekitar muara yang baru saja dibuka warga.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan sontak mengubah suasana pantai yang awalnya ramai menjadi penuh kepanikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, musibah bermula ketika warga membuka aliran muara yang selama ini tertutup timbunan pasir. Setelah muara terbuka, arus air mendadak mengalir sangat deras menuju laut.
Di saat bersamaan, korban diketahui berada tidak jauh dari lokasi muara bersama sejumlah warga lainnya. Nahas, Jesra disebut sempat berenang melintasi aliran air untuk mengambil bajunya yang tertinggal di tebing sebelah.
Namun derasnya arus yang mengalir ke laut membuat tubuh bocah itu tak mampu bertahan.
“Sikorban berenang hendak mengambil bajunya yang tertinggal di tebing sebelah. Tapi arus sangat kuat setelah muara dibuka. Dalam sekejap korban langsung terseret ke arah laut,” ujar Roki, saksi mata yang berada di lokasi.
Menurut warga, situasi berubah mencekam hanya dalam hitungan detik. Teriakan histeris langsung terdengar dari pengunjung pantai yang menyaksikan tubuh korban terbawa arus.
Beberapa warga sempat mencoba melakukan pertolongan, namun ganasnya ombak dan derasnya arus membuat upaya penyelamatan nyaris mustahil dilakukan.
“Ombak tiba-tiba membesar. Air juga keruh sehingga pandangan sangat terbatas. Orang-orang kesulitan melihat posisi korban,” kata Roki lagi.
Kondisi laut sore itu disebut sangat berbahaya. Arus muara yang bertemu dengan gelombang laut menciptakan pusaran kuat di sekitar bibir pantai. Ditambah cuaca yang mulai mendung, suasana pencarian berlangsung dramatis.
Tangisan keluarga korban tak terbendung saat warga mulai menyisir sepanjang pantai berharap Jesra segera ditemukan. Sejumlah nelayan turut membantu menggunakan perahu tradisional, sementara warga lainnya berjaga di sekitar muara.
Hingga Minggu petang, korban masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan dengan menyisir kawasan muara hingga perairan sekitar Pantai Simpang Tigo Buaya Putih.
Peristiwa tragis ini menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga menyebut kawasan muara tersebut memang dikenal memiliki arus yang berbahaya, terutama setelah dilakukan pembukaan aliran menuju laut.
Musibah ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar muara dan pantai, terlebih ketika kondisi ombak tinggi dan arus laut sedang kuat.
(AK)
#Peristiwa #BocahHanyut #Headline #Daerah #KabupatenPesisirSelatan