
HEBOH! Oknum Polwan Digerebek Suami Sendiri Tengah Malam di Rumah Pria Lain, Pengakuan Bryan Bikin Geger
AK47, Ambon - Skandal dugaan perselingkuhan yang menyeret nama seorang oknum polisi wanita di Ambon kini menjadi buah bibir publik. Seorang anggota Brimob Polda Maluku, Brigpol Rony Loupatty, dikabarkan memergoki istrinya sendiri, Brigpol Isyebel Tehusalawany, berada di rumah pria lain saat dini hari.
Penggerebekan dramatis itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIT di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Tak main-main, Brigpol Rony datang bersama anggota Provos Satbrimob Polda Maluku dan personel Polsek Nusaniwe untuk memastikan langsung keberadaan istrinya di rumah tersebut.
Suasana disebut sempat memanas ketika rombongan aparat meminta pintu rumah dibuka. Namun, pintu baru terbuka setelah lebih dari 30 menit menunggu.
Saat itulah Brigpol Isyebel ditemukan berada di dalam rumah Bryan Maahury.
Pengakuan Bryan Langsung Gegerkan Warga
Yang paling mengejutkan muncul saat pemeriksaan awal di Pos Polsek Nusaniwe.
Bryan Maahury secara terang-terangan mengaku telah tiga kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Brigpol Isyebel. Ia juga menyebut oknum polwan tersebut beberapa kali datang hingga menginap di rumahnya.
Pengakuan itu langsung menyulut perhatian publik dan memicu perbincangan panas di media sosial maupun lingkungan internal kepolisian.
Brigpol Isyebel Bantah Semua Tuduhan
Namun, Brigpol Isyebel membantah keras seluruh pengakuan Bryan.
Ia menegaskan tidak pernah melakukan hubungan intim dan mengaku saat penggerebekan terjadi dirinya tidak berada di dalam kamar, melainkan duduk di tangga rumah.
Menurutnya, pengakuan soal “tiga kali” yang dimaksud Bryan hanyalah pertemuan biasa, bukan hubungan badan seperti yang ramai diberitakan.
Isyebel juga mengakui rumah tangganya dengan Brigpol Rony memang sedang bermasalah, tetapi menolak disebut berselingkuh.
Propam Polda Maluku Turun Tangan
Kasus ini kini resmi ditangani Bidang Propam Polda Maluku untuk mendalami dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin anggota Polri.
Sejumlah saksi bakal diperiksa, termasuk pihak-pihak yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung.
Kasus ini menjadi sorotan tajam masyarakat Ambon karena melibatkan sesama anggota polisi dan dinilai mencoreng citra institusi kepolisian.
Hingga kini, Brigpol Rony Loupatty belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait penggerebekan tersebut. Sementara publik masih menunggu hasil pemeriksaan Propam yang akan menentukan nasib para pihak yang terlibat.
(AK)
#Peristiwa #Polwan #Headline #Polri #Daerah #Ambon