AK47, Papua Tengah — Setelah 14 tahun menjadi bayang-bayang teror di pegunungan Papua, pelarian Pulan Wonda alias Kamenak berakhir dramatis. Sosok yang diduga kuat terlibat dalam penembakan rombongan Kapolda Papua tahun 2012 itu akhirnya dilumpuhkan aparat Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 dalam operasi senyap yang berujung tindakan tegas.
Penangkapan berlangsung di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya wilayah yang selama ini dikenal sebagai kantong pergerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Nama Pulan Wonda bukan sekadar DPO biasa, melainkan figur lama yang disebut-sebut punya peran penting dalam berbagai aksi berdarah di Papua Tengah.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa pelaku adalah anggota aktif KKB Kodap XII Lanny Jaya dengan rekam jejak panjang aksi kekerasan bersenjata.
Kabur, Menabrak, Lalu Dilumpuhkan
Detik-detik penangkapan berlangsung menegangkan. Setelah dipantau intensif, aparat mendeteksi keberadaan pelaku di Kota Mulia. Namun saat hendak diamankan, Pulan Wonda memilih melawan.
Ia nekat melarikan diri dengan menabrakkan kendaraannya ke arah petugas sebuah aksi berbahaya yang memaksa aparat mengambil langkah cepat. Tembakan peringatan dilepaskan, namun diabaikan. Aparat pun bertindak tegas dan terukur: satu tembakan melumpuhkan kaki kanan pelaku, mengakhiri pelariannya yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.
Barang bukti langsung diamankan sepeda motor, tiga telepon genggam, dan sejumlah barang pribadi yang kini menjadi kunci membongkar jaringan lebih luas.
Rekam Jejak Berdarah Sejak 2010
Nama Pulan Wonda tercatat dalam rentetan aksi kekerasan sejak 2010. Ia diduga terlibat dalam berbagai penyerangan terhadap aparat dan warga sipil di wilayah Puncak Jaya hingga Lanny Jaya.
Salah satu aksinya yang paling menyita perhatian terjadi pada 2012, ketika rombongan Kapolda Papua yang saat itu dipimpin Tito Karnavian diberondong tembakan. Insiden itu menjadi simbol meningkatnya eskalasi kekerasan bersenjata di Papua kala itu.
Aksi kelompok ini tidak main-main korban berjatuhan, baik dari kalangan warga sipil maupun aparat TNI dan Polri.
Pesan Tegas Negara: Tak Ada Tempat untuk Teror
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bukti negara tidak tinggal diam.
“Ini komitmen kami. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan bersenjata yang mengancam nyawa masyarakat,” tegasnya.
Senada, Wakil Kepala Operasi Adarma Sinaga memastikan pendekatan hukum tetap dijalankan secara profesional dan humanis. Meski dilumpuhkan, pelaku langsung mendapat perawatan medis sebelum proses hukum dilanjutkan.
Belum Selesai, Jaringan Masih Diburu
Penangkapan Pulan Wonda bukan garis akhir. Satgas ODC kini mengembangkan penyelidikan untuk membongkar jaringan yang lebih luas memburu siapa saja yang masih bersembunyi di balik rangkaian aksi kekerasan di Papua Tengah.
Satu buronan besar telah jatuh. Namun aparat memberi sinyal jelas: operasi akan terus berlanjut hingga seluruh jaringan bersenjata yang meresahkan masyarakat benar-benar dilumpuhkan.
Pesannya tegas: waktu boleh berlalu, tapi hukum tidak pernah lupa.
(AK)
#KKB #Penembakan #Peristiwa #Headline #SatgasDamaiCartenz
