-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Curanmor Berdarah Berakhir Maut, Penembak Polisi Ditembak Mati Saat Disergap

Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T09:00:20Z

Curanmor Berdarah  Berakhir Maut, Penembak Polisi Ditembak Mati Saat Disergap



AK47, Lampung - Pelarian Bahroni alias Roni (23), pembunuh anggota Ditintelkam Polda Lampung Bripka Anumerta Arya Supena (32), akhirnya tamat.


Pelaku tewas ditembak aparat setelah terlibat baku tembak sengit saat hendak ditangkap tim gabungan kepolisian di kawasan Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.


Operasi penyergapan berlangsung dramatis. Polisi yang sudah memburu pelaku selama beberapa hari langsung mengepung lokasi persembunyian Bahroni. Namun bukannya menyerah, pelaku justru melakukan perlawanan bersenjata hingga memaksa aparat mengambil tindakan tegas dan terukur.


Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, memastikan kasus penembakan polisi yang sempat menggegerkan masyarakat itu kini telah terungkap.


“Benar, kasusnya sudah terungkap. Penangkapan terjadi pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB,” katanya.


Bahroni kemudian dievakuasi dalam kondisi tak bernyawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata api dan kendaraan yang dipakai dalam aksi kejahatan tersebut.


Dari Aksi Curanmor Menjadi Pembunuhan Polisi


Kasus berdarah ini bermula dari aksi pencurian sepeda motor di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu pagi (9/5/2026).


Saat itu Bahroni diduga sedang membobol motor menggunakan kunci letter T di depan Toko Yussy Akmal. Namun aksinya dipergoki Bripka Arya Supena.


Yang terjadi berikutnya berubah menjadi tragedi.


Pelaku diduga melawan secara brutal, merebut senjata api milik korban, lalu melepaskan tembakan yang menewaskan Bripka Arya di lokasi kejadian.


“Pelaku sempat merebut senjata api korban sebelum akhirnya melakukan penembakan,” ungkap Kapolda.


Kematian Bripka Arya memicu kemarahan besar sekaligus operasi perburuan intensif. Polisi bergerak memburu dua nama yang dianggap bertanggung jawab atas aksi sadis tersebut: Bahroni alias Roni dan Hamli alias Ham (27).


Polisi Bongkar Peran Komplotan


Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap Bahroni bukan bekerja sendirian.


Bahroni disebut sebagai eksekutor utama pencurian sekaligus penembak Bripka Arya. Sementara Hamli berperan menyiapkan kendaraan, memantau situasi sekitar lokasi, hingga membantu pelarian setelah aksi berdarah itu terjadi.


Bahkan, Hamli juga diduga ikut menghilangkan barang bukti dengan mengubur senjata api milik korban di wilayah Sidodadi, Pesawaran.


Saat ditangkap, Hamli juga melakukan perlawanan dan akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki. Kini ia masih menjalani pemeriksaan intensif polisi.


Kota Diguncang, Polisi Dibunuh di Jalanan


Kasus ini menjadi perhatian serius karena memperlihatkan bagaimana aksi pencurian kendaraan bermotor kini berkembang semakin brutal dan nekat.


Pelaku tak lagi sekadar mencuri kendaraan, tetapi berani melawan bahkan membunuh aparat kepolisian demi meloloskan diri.


Selain menewaskan Bripka Arya Supena, komplotan ini juga diduga terlibat dalam pencurian kendaraan milik seorang mahasiswi asal Telukbetung Barat bernama Nuraini Maya Augustine.


Sedikitnya 11 saksi telah diperiksa dalam pengungkapan kasus tersebut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan curanmor lain di balik aksi berdarah itu.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 458, Pasal 479, dan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


(AK)


#Penembakan #Kriminal #Headline #Curanmor

×
Berita Terbaru Update