Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Air Bergilir di Kuranji: Antara Kebutuhan Mendesak dan Upaya Menjaga Layanan Tetap Hidup

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T14:24:43Z

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein 



AK47, PADANGDi tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan tekanan pada sistem distribusi, Perumda Air Minum Kota Padang mengambil langkah tak biasa: memberlakukan penggiliran aliran air di wilayah Kuranji. Kebijakan ini bukan tanpa alasan—ini adalah upaya darurat agar keran warga tidak benar-benar kering.


Lewat skema yang telah disusun, distribusi air kini dibagi dalam dua tahap waktu. Tahap pertama mengalir dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, menjangkau kawasan Taruko 1-2, Wisma Indah 6, Astek, Kalumbuk, Taratak Paneh, Buana Indah 3, Parkit Kalumbuk, hingga Tarok Indah 1-2.


Sementara tahap kedua berlangsung pada malam hingga pagi hari, yakni pukul 19.00 WIB sampai 07.00 WIB, melayani Komplek Belimbing, Belimbing Indah, dan sekitarnya.


Situasi ini memaksa masyarakat untuk beradaptasi. Warga kini harus cermat membaca waktu, menampung air saat giliran tiba, dan mengatur kebutuhan harian dengan lebih hemat. Namun di balik ketidaknyamanan itu, ada satu tujuan besar: memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan akses, meski terbatas.


Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa langkah ini adalah pilihan paling realistis dalam kondisi saat ini.


“Penggiliran ini bukan pilihan ideal, tapi langkah darurat yang harus diambil agar layanan tidak berhenti total. Kami berupaya semaksimal mungkin agar distribusi tetap berjalan dan bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujarnya kepada Aksara47, Sabtu (4/4/2026).


Ia juga mengakui bahwa kondisi ini menuntut peran aktif masyarakat untuk ikut menjaga ketersediaan air.


“Kami mengajak pelanggan untuk menggunakan air seperlunya, menyiapkan cadangan, serta memastikan tidak ada kebocoran di instalasi rumah. Ini bukan hanya soal layanan, tapi soal kebersamaan menghadapi keterbatasan,” tambahnya.


Perumda juga memastikan bahwa berbagai upaya teknis terus dilakukan untuk menormalkan kembali distribusi. Perbaikan sistem dan optimalisasi suplai menjadi fokus utama agar penggiliran ini tidak berlangsung lama.


Kini, di tengah keterbatasan yang ada, warga Kuranji dihadapkan pada satu kenyataan: air mungkin tidak lagi mengalir setiap saat, namun dengan pengaturan dan kebersamaan, kebutuhan dasar itu tetap bisa dijaga setetes demi setetes.


(AK)


#PerumdaAirMinum #Daerah #Padang

×
Berita Terbaru Update