Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Miris! Kakek 72 Tahun Mau Mudik ke Padang Diduga Dipalak Oknum di Pelabuhan Ciwandan

Minggu, 15 Maret 2026 | Maret 15, 2026 WIB Last Updated 2026-03-16T04:58:31Z

Asrul, seorang kakek (72) bermudik menggunakan sepeda motor tujuan Padang yang protes lantaran merasa kena pungli oknum petugas pemeriksaan tiket di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, pada Minggu (15/3) malam.



AK47, CILEGON Kisah pilu dialami seorang pemudik lansia bernama Asrul (72). Niat hati ingin pulang kampung ke Padang, Sumatera Barat, justru berubah menjadi pengalaman pahit setelah ia diduga dipalak oleh oknum petugas di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.


Peristiwa memalukan itu terjadi pada Minggu malam (15/3/2026). Asrul yang menempuh perjalanan jauh dari Bekasi seorang diri dengan sepeda motor harus membayar Rp80 ribu untuk tiket penyeberangan kapal feri. Ironisnya, harga yang tercantum di tiket yang ia terima hanya Rp45 ribu.


Perjalanan Asrul dimulai sejak sore hari sekitar pukul 15.00 WIB dari Bekasi. Lansia itu berjuang menempuh ratusan kilometer demi bisa pulang ke kampung halamannya di Padang. Namun setibanya di kawasan pelabuhan, ia justru dibuat kebingungan.


Awalnya Asrul sempat menuju Pelabuhan Merak karena tidak mengetahui bahwa pemudik sepeda motor dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan. Setelah berputar-putar cukup lama, ia akhirnya tiba di Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 23.00 WIB.


Dalam kondisi lelah dan tanpa ponsel untuk membeli tiket secara daring, Asrul meminta bantuan petugas di area pemeriksaan tiket. Namun bantuan itu justru diduga dimanfaatkan untuk menarik bayaran lebih mahal.


“Dia tanya HP saya, saya bilang tidak punya. Katanya dibantu beli tiketnya. Saya tanya berapa, dia bilang Rp80 ribu,” ujar Asrul kepada wartawan.


Kecurigaan muncul saat ia memperhatikan tiket yang sudah dibeli. Ia terkejut melihat harga resmi yang tercetak hanya Rp45 ribu.


“Pas saya lihat tiketnya kok Rp45 ribu, padahal yang bantu itu petugas,” katanya dengan nada kecewa.


Merasa diperlakukan tidak adil, kakek tersebut akhirnya memprotes kejadian itu kepada petugas lain di pelabuhan. Setelah dilakukan pengecekan, pihak pengelola akhirnya mengembalikan selisih uang yang telah dibayarkan Asrul.


Meski uangnya dikembalikan, peristiwa ini menjadi ironi di tengah arus mudik. Seorang lansia yang menempuh perjalanan jauh sendirian justru diduga menjadi korban praktik pungli di pintu gerbang penyeberangan.


“Saya dari Bekasi mau ke Padang, sendiri naik motor. Nanti kalau capek ya istirahat di jalan,” ucap Asrul lirih.


Pihak pengelola pelabuhan melalui PT ASDP Indonesia Ferry akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.


General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Umar Imran Batubara, mengatakan selisih uang telah dikembalikan kepada Asrul dan tiketnya tetap berlaku.


ASDP juga menonaktifkan oknum petugas yang terlibat dari pelayanan dan menyerahkannya untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh otoritas pelabuhan.


Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi pelayanan publik di pelabuhan. Di saat masyarakat berjuang pulang ke kampung halaman, praktik pungli oleh oknum justru masih menghantui bahkan terhadap pemudik lansia yang datang dengan keterbatasan.


(AK)


#Pungli #Peristiwa #ASDP #Pemalakan

×
Berita Terbaru Update