-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Balik Seragam dan Penghargaan, Ada Nama yang Hidup dalam Ingatan Warga: Aipda Laode Moane

Sabtu, 13 Juni 2026 | Juni 13, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T05:09:31Z

Di Balik Seragam dan Penghargaan, Ada Nama yang Hidup dalam Ingatan Warga: Aipda Laode Moane



AK47, PALU, SULAWESI TENGAH Malam sudah larut ketika seorang warga mengetuk pintu rumah seorang polisi di Banggai. Ia datang bukan untuk melaporkan kejahatan, bukan pula karena sedang berurusan dengan hukum. Warga itu datang membawa persoalan hidup yang tak tahu harus diceritakan kepada siapa.


Pintu rumah itu terbuka.


Di baliknya berdiri seorang anggota Polri yang kemudian mendengarkan keluh kesah tersebut dengan sabar. Tak ada meja pemeriksaan, tak ada suasana formal kantor kepolisian. Yang ada hanyalah percakapan sederhana antara seorang warga yang mencari jalan keluar dan seorang polisi yang memilih mendengar.


Sosok itu adalah Aipda Laode Moane, S.H.


Bagi sebagian masyarakat Banggai, namanya bukan sekadar tercatat sebagai anggota kepolisian. Ia adalah figur yang dikenal karena kesediaannya hadir ketika masyarakat membutuhkan, bahkan di luar jam dinas dan tanpa sorotan kamera.


Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi institusi penegak hukum, kisah pengabdian Aipda Laode Moane menjadi potret bahwa kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam sehari. Kepercayaan lahir dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.


Menjalani Tugas, Menjaga Kepercayaan


Perjalanan karier Aipda Laode Moane bukanlah kisah tentang jalan yang mudah. Bertahun-tahun mengabdi di bidang Reserse Kriminal membuatnya akrab dengan berbagai persoalan hukum yang kompleks, mulai dari tindak pidana umum hingga kasus-kasus yang menyita perhatian publik.


Ketika dipercaya menjabat sebagai Panit 1 Reserse Kriminal Polsek Banggai, Polres Banggai Kepulauan, ia berada di garis depan penanganan berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.


Setiap laporan yang masuk bukan sekadar berkas perkara. Di baliknya ada keluarga yang menuntut keadilan, korban yang berharap perlindungan, dan masyarakat yang menunggu kepastian hukum.


Dalam menjalankan tugas itu, Aipda Laode Moane dikenal mengedepankan pendekatan yang tegas namun tetap humanis. Ia memahami bahwa hukum harus ditegakkan, tetapi kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan.


Penghargaan yang Lahir dari Kerja Nyata


Pengabdian yang dilakukan secara konsisten akhirnya mendapat pengakuan dari institusi.


Melalui Surat Keputusan Kapolres Banggai Kepulauan Nomor KEP/14/III/2021 tanggal 22 Maret 2021, Aipda Laode Moane menjadi salah satu personel yang menerima penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus peredaran narkotika.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Banggai Kepulauan saat itu, AKBP Reja A. Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H.


Namun bagi mereka yang mengenalnya, penghargaan itu hanyalah satu bagian kecil dari perjalanan panjang yang telah ditempuh.


Karena penghargaan sesungguhnya tidak hanya datang dari institusi. Penghargaan terbesar justru lahir dari masyarakat yang masih mengingat kebaikan dan dedikasinya hingga hari ini.


Ketika Polisi Menjadi Tempat Bersandar


Ada banyak perkara yang selesai melalui proses hukum. Namun ada pula persoalan yang selesai karena hadirnya empati.


Warga Banggai masih mengenang bagaimana Aipda Laode Moane pernah membantu korban perkelahian menggunakan uang pribadinya. Ia tidak hanya mengurus aspek hukumnya, tetapi juga memastikan korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.


Di kesempatan lain, ia memilih mempertemukan pihak-pihak yang bertikai agar konflik tidak berkembang menjadi permusuhan berkepanjangan.


Bagi Aipda Laode Moane, tugas seorang polisi bukan hanya menangkap pelaku atau membuat laporan. Lebih dari itu, tugas polisi adalah menghadirkan rasa aman dan menjadi bagian dari solusi.


"Tingkat kepercayaan masyarakat tumbuh karena kami selalu berusaha menjawab setiap keluhan dengan penuh rasa tanggung jawab, mengedepankan musyawarah dan pendekatan persuasif berdasarkan aturan hukum serta nilai-nilai kemanusiaan lokal," tuturnya.


Prinsip itu tidak hanya diucapkan, tetapi dijalankan dalam keseharian.


Tak heran jika banyak warga merasa nyaman menyampaikan persoalan mereka secara langsung. Bahkan tidak sedikit yang mendatangi kediamannya untuk meminta saran maupun bantuan.


Kepercayaan seperti itu tidak bisa dibeli dan tidak bisa dipaksakan. Ia lahir dari ketulusan yang dirasakan masyarakat.


Kepercayaan yang Terus Mengalir


Tahun demi tahun berlalu, namun kepercayaan terhadap dirinya tidak surut.


Hal itu tercermin melalui Surat Perintah Kapolda Sulawesi Tengah Nomor Sprin/759/V/KEP./2025, yang menugaskannya melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Polres Banggai Kepulauan.


Penugasan tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman, kemampuan, dan integritas yang dimilikinya masih dibutuhkan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.


Di lingkungan kepolisian, kepercayaan adalah mata uang yang paling berharga. Ia tidak diperoleh melalui kata-kata, tetapi melalui rekam jejak yang teruji oleh waktu.


Tentang Pengabdian yang Tidak Mencari Panggung


Di era ketika banyak hal diukur melalui popularitas dan sorotan publik, masih ada mereka yang memilih bekerja dalam senyap.


Aipda Laode Moane adalah salah satunya.


Ia bukan sosok yang dikenal karena banyak bicara. Ia lebih sering dikenal melalui tindakan dan hasil kerja yang ditinggalkan.


Mungkin itulah sebabnya namanya tetap hidup dalam percakapan masyarakat. Bukan karena gelar atau penghargaan yang diterima, melainkan karena jejak kemanusiaan yang ditinggalkannya selama bertugas.


Di balik seragam Bhayangkara yang dikenakannya, terdapat satu nilai yang terus dijaga: bahwa tugas kepolisian pada hakikatnya adalah melayani.


Dan selama nilai itu terus dipegang, maka kepercayaan masyarakat akan tetap menjadi penghargaan tertinggi bagi setiap pengabdian.


Karena pada akhirnya, masyarakat tidak selalu mengingat siapa yang paling terkenal. Mereka akan lebih lama mengingat siapa yang pernah hadir ketika mereka membutuhkan.


(AK)


#Headline #Polri

×
Berita Terbaru Update