Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TNI Siap Turun Lebih Jauh, Peluang Gandeng Polri Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS

Selasa, 17 Maret 2026 | Maret 17, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T20:44:25Z

Seorang aktivis memegang poster saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. (DEVI RAHMAN/AFP)



AK47, Jakarta — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai menunjukkan sikap tegas dalam merespons kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.


Melalui Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, institusi militer itu membuka peluang kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk membongkar kasus yang memicu kegaduhan publik tersebut.


“Nanti kita lihat, karena TNI juga memiliki perangkat hukum sendiri. Namun semua dilakukan oleh aparat yang berwenang di lingkungan TNI,” tegas Aulia dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).


Disorot Publik, TNI Tak Mau Tinggal Diam


Langkah TNI ini muncul di tengah derasnya spekulasi yang menyeret nama institusi tersebut dalam pusaran kasus. Alih-alih menghindar, TNI justru memilih turun tangan melalui penyelidikan internal.


Aulia mengakui, tekanan opini publik menjadi salah satu alasan utama keterlibatan TNI. Narasi yang berkembang dinilai berpotensi menyesatkan jika tidak segera dijawab dengan langkah konkret.


“TNI tidak ingin isu liar berkembang tanpa dasar. Semua harus diluruskan,” ujarnya.


Janji Transparansi, Tapi Publik Menunggu Bukti


Meski menjanjikan proses yang transparan dan profesional, TNI hingga kini masih menutup rapat perkembangan penyelidikan. Publik pun dibuat menunggu, di tengah tuntutan agar pelaku segera diungkap tanpa kompromi.


“Masih dalam proses, mohon bersabar,” kata Aulia singkat.


Namun di balik pernyataan normatif tersebut, tekanan terhadap aparat penegak hukum kian menguat. Kasus penyiraman air keras ini bukan sekadar kriminal biasa melainkan ujian serius bagi komitmen negara dalam melindungi aktivis dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.


Jika benar ada keterlibatan oknum, publik kini menanti: beranikah aparat membongkar hingga ke akar?


(AK)


#TNI #Polri #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update