AK47, Jakarta - Indonesia nyaris membuat sejarah terbesar dalam perjalanan futsal Asia. Tim Nasional Futsal Indonesia memaksa raksasa Iran bertarung habis-habisan selama 50 menit, sebelum akhirnya tumbang secara terhormat lewat adu penalti dengan skor 4-5 pada final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026) malam WIB.
Ini bukan sekadar kekalahan. Ini adalah pernyataan keras: Indonesia kini berdiri sejajar dengan elite futsal Asia.
Iran Dikejutkan, Indonesia Mengamuk
Iran memang unggul lebih dulu lewat gol cepat Hossein Tayebibidgoli pada menit ke-3. Namun gol itu justru menjadi pemantik amarah Garuda.
Empat menit berselang, Reza Gunawan menyamakan skor lewat skema serangan kolektif yang rapi dan matang. Indonesia Arena pun meledak.
Tak berhenti di situ. Israr Megantara berubah menjadi mimpi buruk Iran. Dua gol beruntun pada menit ke-8 dan 9 membuat Indonesia melesat unggul 3-1. Dalam sekejap, tim paling dominan di Asia itu kehilangan kendali.
Iran limbung. Indonesia haus gol. Tendangan keras Firman Adriansyah di menit ke-14 nyaris mempermalukan Iran lebih jauh, namun masih membentur tiang. Iran hanya mampu memperkecil skor lewat Mahdi Karimi di menit ke-18. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Garuda 3-2 hasil yang mengguncang Asia.
Mental Baja Garuda, Iran Dipaksa Berdarah-darah
Babak kedua dimulai dengan tekanan brutal Iran. Ahmadabbasi menyamakan skor lewat tendangan bebas di menit ke-23. Tapi lagi-lagi, Indonesia menjawab dengan cara paling menyakitkan.
Satu menit kemudian, Samuel Eko mencetak gol balasan. Skor 4-3. Stadion bergemuruh. Indonesia memimpin lagi, dan Iran terlihat frustrasi.
Iran menyerang tanpa henti. Bola menghantam tiang, peluang datang bertubi-tubi. Hingga akhirnya, tiga menit jelang laga berakhir, strategi power play Iran membuahkan hasil. Mahdi Karimi mencetak gol penyeimbang. Skor 4-4. Final berlanjut ke babak tambahan.
Extra Time: Indonesia Sempat di Atas Angin
Di babak tambahan, Garuda kembali menunjukkan nyali. Indonesia sempat unggul 5-4, membuat mimpi juara terasa begitu dekat tinggal hitungan menit.
Namun pengalaman Iran berbicara. Mereka kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Tak ada pemenang. Final harus ditentukan lewat adu penalti.
Adu Penalti: Indonesia Kalah, Tapi Tidak Pernah Tunduk
Dalam drama titik putih, Indonesia tampil berani. Namun dua kegagalan menjadi pembeda.
Penendang Indonesia:
- Firman Adriansyah ✅
- Rio Pangestu ✅
- Rizki Xavier ✅
- Dewa Rizki ❌
- Ardiansyah ✅
- Israr Megantara ❌
Iran menang 5-4. Trofi melayang ke tangan mereka.
Kekalahan Paling Bermartabat dalam Sejarah Futsal Indonesia
Indonesia memang tidak mengangkat trofi. Tapi malam itu, Iran tidak menang dengan mudah. Mereka dipaksa berjuang, bertahan, dan bertaruh hingga penalti.
Runner-up Piala Asia Futsal 2026 bukan sekadar prestasi ini adalah titik balik. Indonesia telah membuktikan diri sebagai kekuatan baru futsal Asia, bukan lagi penggembira.
Garuda kalah angka.
Tapi menang keberanian, mental, dan masa depan.
(AK)
#Futsal #Olahraga
