AK47, Padang — Hujan lebat yang mengguyur kawasan hulu sungai di Kota Padang sejak siang hari kembali menyisakan kecemasan bagi warga Kelurahan Kuranji. Sekitar pukul 16.20 WIB, Sabtu (31/1/2026), air sungai yang mengalir di wilayah tersebut meluap dan merendam permukiman warga di RT 01 dan RT 02 RW 07. Dalam waktu singkat, arus cokelat keruh membawa lumpur dan material kayu masuk ke rumah-rumah warga.
Luapan terjadi ketika debit air meningkat tajam dan aliran sungai tak lagi mampu menampung derasnya limpahan air dari wilayah hulu. Warga yang sejak siang mencermati perubahan cuaca hanya bisa menyelamatkan barang seadanya saat air mulai naik dan arus kian menguat.
“Air naik cepat sekali. Tiba-tiba sudah masuk rumah,” ungkap salah seorang warga terdampak, mengenang detik-detik banjir yang datang tanpa banyak waktu untuk bersiap.
Akibat peristiwa tersebut, tiga unit rumah warga mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian dinding yang tergerus derasnya aliran air. Selain kerugian material, situasi sempat mengkhawatirkan ketika seorang warga lanjut usia terjebak di dalam rumahnya. Beruntung, kesigapan petugas gabungan bersama warga sekitar berhasil mengevakuasi lansia tersebut ke lokasi yang lebih aman sebelum kondisi memburuk.
Pasca surutnya air, lumpur tebal menyelimuti lantai rumah, perabotan, serta halaman warga. Aroma tanah basah bercampur sisa material banjir menjadi penanda jelas bahwa musibah kembali singgah di kawasan yang kerap terdampak bencana hidrometeorologi ini.
Di tengah kondisi tersebut, solidaritas sosial kembali menguat. Pada Minggu pagi (1/2/2026), PD PPM Sumatera Barat turun langsung ke lokasi bencana. Puluhan personel dikerahkan untuk melaksanakan aksi gotong royong membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur dan sisa material banjir.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua PD PPM Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman. Dengan mengenakan pakaian lapangan, ia bersama relawan tak segan memegang sekop dan sapu, bahu-membahu membersihkan rumah warga agar bisa segera kembali dihuni.
“PPM Sumatera Barat hadir sebagai bagian dari masyarakat. Ketika warga tertimpa musibah, kami merasa punya tanggung jawab moral untuk ikut membantu,” ujar Evi Yandri di sela kegiatan gotong royong.
Menurutnya, kegiatan goro tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan rumah warga, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan di tengah bencana. Ia berharap kehadiran relawan dapat meringankan beban psikologis dan fisik warga yang terdampak.
“Melalui gotong royong ini, kami berharap rumah warga bisa segera bersih dan aktivitas masyarakat kembali normal. Yang tak kalah penting, warga tidak merasa sendirian menghadapi musibah,” tambahnya.
Evi Yandri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca di Kota Padang masih cenderung tidak menentu. Potensi hujan dengan intensitas tinggi dinilai masih bisa memicu bencana susulan, terutama di kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, relawan, dan pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan pasca bencana.
“Bencana tidak bisa dihadapi sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar risiko dapat ditekan dan dampak bisa segera dipulihkan,” pungkasnya.
Banjir di Kuranji kembali menjadi pengingat bahwa di balik derasnya hujan, kesiapsiagaan dan solidaritas sosial menjadi kunci utama untuk bertahan dan bangkit bersama.
(AK)
#Padang #Banjir #Daerah
