Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Darah di Jalur Air Bersih: Sopir Sipil Ditembaki di Yahukimo, Aparat Buru Terduga KKB

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T04:24:55Z

Sopir truk tangki air ditembaki oleh OTK di jalur poros Dekai–Lopon, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (12/2/2026) siang. (Dok. Istimewa)



AK47, YAHUKIMO — Teror kembali menyasar warga sipil tak bersenjata di pedalaman Papua. Seorang sopir truk tangki air bersih diberondong tembakan orang tak dikenal (OTK) saat melintas di jalur poros Dekai–Lopon, Kabupaten Yahukimo, Kamis (12/2/2026) siang. Korban yang sedang mengantarkan suplai air untuk masyarakat tertembak di punggung kiri dan sempat dalam kondisi kritis.


Serangan terjadi di ruas jalan yang dikenal rawan, diapit hutan lebat dan kontur berbukit. Tanpa peringatan, rentetan tembakan dilepaskan dari sisi jalan, menghantam kendaraan yang membawa kebutuhan paling mendasar: air bersih.


Dalam kondisi terluka dan kehilangan banyak darah, sopir bersama keneknya memilih tidak berhenti. Dengan sisa tenaga, ia memacu truk hingga mencapai wilayah Lopon demi menyelamatkan diri. Keputusan itu diduga menjadi faktor penentu keselamatannya.


Kepala Operasi Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menyebut aksi tersebut sebagai serangan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan pelayanan publik.


“Korban adalah masyarakat yang bekerja mengangkut kebutuhan dasar berupa air bersih. Ini tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Kami bergerak cepat melakukan evakuasi dan pengamanan,” tegasnya.


Korban dievakuasi ke RSUD Dekai untuk penanganan awal sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura guna perawatan lanjutan. Informasi terakhir menyebutkan kondisinya sempat kritis sebelum stabilisasi medis dilakukan.


Dugaan Mengarah ke KKB


Respons taktis langsung digelar. Tim gabungan menyisir lokasi, termasuk bantaran Kali Biru yang menjadi jalur pelarian. Petugas sempat melihat tiga hingga empat orang mencurigakan kabur menyeberangi sungai menuju hutan.


Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyatakan dugaan sementara mengarah pada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yahukimo.


“Indikasi awal mengarah ke KKB asal wilayah ini. Identitas dan keterkaitan kelompok masih kami dalami untuk memastikan proses hukum berjalan tegas dan terukur,” ujarnya.


Pengejaran masih berlangsung di medan ekstrem perbukitan curam, vegetasi rapat, dan akses terbatas yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk bergerak cepat dan menghilang.


Ancaman Nyata di Jalur Distribusi


Insiden ini menampar keras rasa aman warga. Jalur Dekai–Lopon adalah nadi distribusi logistik dan layanan dasar. Ketika sopir pengantar air bersih menjadi sasaran, pesan yang muncul jelas: ancaman tak lagi memilih target.


Aparat meningkatkan pengamanan di objek vital dan jalur distribusi di Dekai dan sekitarnya. Patroli diperketat, titik rawan dipetakan ulang, dan koordinasi lintas satuan ditingkatkan untuk mencegah serangan susulan.


“Kehadiran kami untuk memastikan masyarakat bisa bekerja tanpa rasa takut. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku,” kata Faizal.


Lebih dari Sekadar Penembakan


Peristiwa ini bukan hanya tentang satu korban. Ini tentang rapuhnya rasa aman di wilayah yang masih berjuang membangun layanan dasar. Air bersih kebutuhan paling elementer menjadi simbol bahwa bahkan aktivitas kemanusiaan pun bisa menjadi target kekerasan.


Sementara aparat memburu pelaku, publik menanti kepastian: siapa di balik serangan ini, dan kapan jalur-jalur vital bisa benar-benar aman? Di tengah hutan Yahukimo, pertanyaan itu menggema lebih keras dari suara tembakan.


(AK)


#Penembakan #Peristiwa #KKB

×
Berita Terbaru Update