Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tragedi Mematikan di Gunung Pongkor: Asap Beracun Renggut 11 Nyawa Penambang Liar, Bahaya Tambang Ilegal Kembali Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T11:37:11Z

Seorang pekerja beraktivitas di tambang emas bawah tanah Pongkor milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 16 Oktober 2025. (Daeng Mansur/AFP)



AK47, BOGOR – Tragedi kelam kembali terjadi di kawasan Tambang Emas Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor. Sebanyak 11 orang penambang emas liar meregang nyawa setelah terjebak asap beracun di lubang tambang bawah tanah, Rabu sore, 14 Januari 2026. Insiden ini menjadi peringatan keras atas bahaya laten aktivitas tambang ilegal yang terus berulang namun seolah tak pernah tuntas ditangani.


Kepulan asap pekat yang diduga mengandung gas karbon monoksida (CO) tiba-tiba muncul dari dalam lubang tambang. Gas mematikan tersebut dikenal tidak berbau, tak berwarna, namun mampu melumpuhkan tubuh manusia dalam hitungan menit.


Evakuasi di Tengah Ancaman Maut


Aparat gabungan dari Polda Jawa Barat, Polres Bogor, TNI, Basarnas, Pemda, serta Emergency Response Group (ERG) PT Antam langsung diterjunkan ke lokasi. Evakuasi dilakukan dalam kondisi ekstrem, di mana tim penyelamat harus berjibaku dengan minim oksigen dan sisa gas beracun di perut bumi Gunung Pongkor.


Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, total 11 korban berhasil dievakuasi, namun seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia.

 

“Begitu mengetahui ada peristiwa di kawasan Gunung Pongkor, kami langsung fokus pada evakuasi. Itu yang paling utama,” ujar Rudi saat meninjau Posko Siaga di Polsek Nanggung, Kamis (22/1/2026).


Jenazah para korban dievakuasi secara bertahap, sebuah proses yang disebut petugas sebagai salah satu operasi paling berisiko dalam beberapa tahun terakhir.


Korban Warga Lokal, Tambang Ilegal Jadi Latar Belakang


Fakta mencengangkan terungkap, seluruh korban merupakan penambang emas ilegal yang berasal dari:

  • Desa Urug, Kecamatan Sukajaya
  • Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg


Mereka diketahui masuk ke area tambang tanpa perlindungan keselamatan memadai, tanpa alat deteksi gas, dan tanpa sistem ventilasi standar.


Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Namun, tidak dilakukan autopsi, sebuah keputusan yang memicu pertanyaan publik.

 

“Autopsi belum dilakukan. Jika nanti diperlukan dalam proses penyelidikan, akan kami lakukan,” kata Kapolda.


Gas Beracun Masih Ada, Tapi Dianggap “Aman”


Pernyataan lain yang memicu sorotan datang dari pihak kepolisian. Meski insiden telah merenggut 11 nyawa, kandungan gas CO di dalam tambang disebut masih ada, namun dinilai berada pada ambang batas aman.

 

“Masih ada asap yang mengandung CO, tapi dalam batas aman,” ujar Rudi.


Pernyataan ini memunculkan pertanyaan serius: jika aman, mengapa 11 orang harus kehilangan nyawa?


Operasi SAR Dihentikan, Tapi Luka Sosial Tertinggal


Pencarian korban tambahan resmi dihentikan pada Selasa (20/1/2026) setelah tim SAR tidak menemukan korban lain.


Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menyatakan, seluruh titik yang ditunjukkan saksi telah disisir.

 

“Tidak ditemukan korban tambahan. Operasi SAR dihentikan berdasarkan kesepakatan Basarnas dan ERG PT Antam,” ujarnya.


Meski demikian, kepolisian mengaku masih membuka ruang laporan dari masyarakat. Namun hingga kini, tak ada laporan resmi tambahan.


Gunung Pongkor: Tragedi Berulang yang Tak Pernah Usai?


Insiden ini kembali membuka luka lama tentang penambangan emas ilegal di Gunung Pongkor. Aktivitas tersebut telah lama dikenal berbahaya, kerap menelan korban, namun tetap berulang akibat tekanan ekonomi dan lemahnya pengawasan.


Penyebab pasti munculnya gas beracun masih diselidiki. Dugaan sementara mengarah pada akumulasi gas di lubang tambang tertutup, diperparah oleh aktivitas penggalian liar tanpa standar keselamatan.


Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan alarm keras tentang:

  • Maraknya tambang ilegal
  • Minimnya pengawasan
  • Nyawa manusia yang kembali menjadi taruhan


Sebelas nyawa melayang. Pertanyaannya kini: sampai kapan tragedi serupa terus berulang di Gunung Pongkor?


(AK)


#Peristiwa #TambangEmasIlegal #Bogor

×
Berita Terbaru Update