Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Bulan Pascabencana, Layanan Air Bersih Kota Padang Hampir Pulih Total Perumda AM Capai 99 Persen, Distribusikan 27 Juta Liter Air Gratis dan Siapkan Strategi Hadapi Kemarau

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T04:27:10Z




AK47, Padang – Memasuki bulan kedua pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang dan sempat melumpuhkan sistem distribusi air bersih secara masif, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang mencatatkan progres pemulihan yang nyaris paripurna. Hingga Jumat (23/1/2026), tingkat pelayanan kepada pelanggan telah mencapai 99 persen, sebuah capaian signifikan setelah sistem distribusi sempat berada di titik kritis.


Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi pada akhir November lalu merupakan salah satu ujian terberat dalam sejarah pengelolaan air bersih di Kota Padang. Pada fase terburuk, sekitar 90 persen wilayah layanan mengalami gangguan total, mulai dari kerusakan jaringan pipa, instalasi pengolahan air, hingga menurunnya kualitas air baku.

 

“Ini bukan gangguan biasa. Hampir seluruh sistem terdampak dalam waktu bersamaan. Namun sejak hari pertama, kami menetapkan satu prinsip: layanan air bersih harus dipulihkan secepat mungkin karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Hendra.


Pemulihan Cepat di Tengah Kondisi Darurat


Dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, Perumda AM Kota Padang melakukan percepatan penanganan secara bertahap. Hanya dalam waktu satu minggu pascabencana, layanan air bersih berhasil dipulihkan hingga 77 persen, meski kondisi lapangan masih jauh dari ideal.


Proses pemulihan dilakukan dengan skema prioritas, dimulai dari wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, fasilitas vital, serta kawasan rawan kesehatan masyarakat.

 

“Kami bekerja hampir tanpa jeda. Tim teknis turun langsung ke lapangan siang dan malam. Target kami waktu itu bukan sempurna, tapi mengalirkan air secepat mungkin dengan standar keamanan yang tetap terjaga,” jelasnya.


Pemetaan Wilayah: Selatan Pulih, Utara dan Pusat Masih Tantangan


Seiring berjalannya waktu, pemulihan terus menunjukkan tren positif. Wilayah selatan Kota Padang kini telah sepenuhnya kembali normal, baik dari sisi tekanan air maupun kontinuitas distribusi.


Namun di wilayah utara, masih terdapat empat kompleks perumahan dengan sekitar 65 unit rumah yang mengalami gangguan akibat kerusakan jaringan yang cukup berat. Untuk wilayah ini, Perumda AM menerapkan pendekatan penanganan intensif.


Sebagai langkah jangka pendek, perusahaan menyiagakan armada tangki air bersih serta melakukan pemasangan unit tedmon di titik-titik strategis.

 

“Kami tidak ingin warga menunggu tanpa solusi. Selama perbaikan berlangsung, suplai alternatif harus tetap tersedia,” ujar Hendra.


Sementara itu, di wilayah pusat kota, tantangan utama berpusat pada pipa transmisi Gunung Pangilun. Selain kerusakan fisik, persoalan serius yang masih dihadapi adalah tingginya tingkat kekeruhan air baku pascabencana.


Kondisi ini berdampak langsung pada proses produksi di instalasi pengolahan air. Saat ini, kapasitas produksi belum dapat mencapai kondisi ideal sebesar 500 liter per detik, meskipun sistem telah kembali beroperasi.

 

“Air baku masih membawa sedimen tinggi. Kami tidak bisa memaksakan produksi karena kualitas air adalah prioritas utama. Prinsip kami jelas: air harus aman sebelum dialirkan ke masyarakat,” kata Hendra dengan tegas.


Kepedulian Sosial: Air Bersih untuk Semua, Tanpa Melihat Status Pelanggan


Di luar aspek teknis, Perumda AM Kota Padang juga menegaskan komitmennya pada aspek sosial kemanusiaan. Selama masa darurat hingga transisi pemulihan, perusahaan tidak hanya melayani pelanggan aktif, tetapi juga menjangkau masyarakat non-pelanggan yang terdampak bencana.


Hingga saat ini, total 27 juta liter air bersih telah didistribusikan secara gratis melalui mobil tangki ke berbagai lokasi terdampak, termasuk kawasan permukiman padat, tempat pengungsian, rumah ibadah, dan fasilitas umum.

 

“Dalam situasi bencana, air bersih adalah soal kemanusiaan. Tidak ada sekat pelanggan atau bukan pelanggan. Yang ada adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan warga bisa bertahan dan tetap sehat,” ujar Hendra.


Upaya ini semakin diperkuat dengan kolaborasi lintas institusi. Politeknik Negeri Padang turut berperan aktif dengan menyalurkan 65 unit tedmon kepada masyarakat. Sementara itu, 14 unit tedmon tambahan disiapkan dari internal Perumda AM dan ditempatkan di lokasi-lokasi yang membutuhkan suplai air berkelanjutan.


Strategi Jangka Menengah Hadapi Musim Kemarau


Di tengah progres pemulihan, tantangan baru mulai mengemuka seiring masuknya musim kemarau. Perumda AM Kota Padang menyadari bahwa penurunan debit air baku berpotensi mengganggu stabilitas produksi jika tidak diantisipasi sejak dini.


Saat ini, total produksi air bersih berada di angka maksimal 93 persen, dan berbagai langkah preventif telah disiapkan.

 

“Kami sudah menyiapkan pompa-pompa cadangan untuk melakukan penyedotan air langsung dari sungai atau intake permukaan. Ini langkah antisipatif agar layanan tetap berjalan meski terjadi penurunan debit di sumber utama,” ungkap Hendra.


Ia menambahkan, pengalaman menghadapi bencana menjadi pelajaran penting untuk memperkuat sistem ke depan, baik dari sisi infrastruktur, manajemen risiko, maupun kesiapsiagaan operasional.


Target Pemulihan Penuh dan Ajakan Jaga Lingkungan


Dengan capaian 99 persen saat ini, Perumda AM Kota Padang optimistis pemulihan layanan 100 persen dapat segera terealisasi. Namun Hendra menekankan bahwa keberlanjutan sistem air bersih tidak hanya bergantung pada perusahaan, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

 

“Air baku adalah aset bersama. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga sungai, daerah tangkapan air, dan lingkungan. Tanpa itu, sistem sekuat apa pun akan selalu rentan,” pungkasnya.


Dengan progres yang konsisten, pendekatan berbasis kemanusiaan, serta strategi antisipatif menghadapi musim kemarau, Perumda AM Kota Padang menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan air bersih tetap menjadi fondasi ketahanan kota pascabencana.


(AK)


#PerumdaAirMinum #Padang
×
Berita Terbaru Update