Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjaga Ingatan Nagari: Mahasiswa KKN Unand Menyulam Sejarah dan Budaya Cupak

Kamis, 15 Januari 2026 | Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T04:05:19Z


AK47, Sumatera Barat
- Di kaki Gunung Talang yang sejuk dan berselimut kabut pagi, Nagari Cupak berdiri sebagai salah satu nagari tua di Kabupaten Solok yang menyimpan jejak sejarah panjang, kisah adat, serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di nagari inilah, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Universitas Andalas Tahun 2026 menjejakkan langkah, membawa semangat pengabdian sekaligus kegelisahan akan pentingnya menjaga ingatan kolektif sebuah nagari.

Sebanyak 26 mahasiswa Universitas Andalas yang tergabung dalam kelompok KKN tersebut mengusung tema besar Kebudayaan, Sistem Informasi, Pariwisata, dan UMKM. Tema ini tidak sekadar menjadi label kegiatan, melainkan benang merah yang menyatukan seluruh program kerja selama masa pengabdian. Salah satu program yang menjadi denyut utama kegiatan mereka adalah Program Kerja Kebudayaan, sebuah upaya serius untuk menggali, mendokumentasikan, dan menghidupkan kembali sejarah serta kekayaan budaya Nagari Cupak.

Menggali Cerita, Merawat Ingatan

Bagi masyarakat Minangkabau, sejarah tidak selalu tertulis dalam buku. Ia hidup dalam kaba, petatah-petitih, tambo, dan cerita yang dituturkan dari mulut ke mulut. Menyadari hal itu, mahasiswa KKN memulai program kerja kebudayaan dengan melakukan wawancara mendalam kepada berbagai tokoh nagari: ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat yang masih menyimpan ingatan tentang asal-usul nagari, sastra lisan, adat istiadat, dan tradisi yang masih bertahan hingga kini.

Proses pengumpulan data dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Setiap pertemuan bukan sekadar sesi tanya jawab, tetapi menjadi ruang dialog lintas generasi—ruang di mana cerita lama kembali bernapas dan nilai-nilai adat diulang agar tidak lekang oleh waktu. Dari cerita tentang asal-usul suku, praktik adat, hingga kisah-kisah lokal yang nyaris terlupakan, mahasiswa KKN mencatat, merekam, dan menyusunnya dengan penuh kehati-hatian.

Luaran Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Hasil dari penggalian tersebut tidak berhenti pada catatan lapangan. Mahasiswa KKN kemudian merancang berbagai luaran kreatif yang relevan dengan generasi masa kini. Di antaranya adalah podcast sejarah Nagari Cupak yang menyajikan cerita lokal dalam format audio, konten fun fact kebudayaan yang dipublikasikan melalui Instagram bekerja sama dengan akun resmi Nagari Cupak, artikel populer kebudayaan, serta arsip folklor sebagai dokumentasi sastra lisan.

Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKN juga merencanakan penampilan drama sejarah yang akan dipersembahkan kepada masyarakat Nagari Cupak. Drama ini menjadi medium seni untuk menghadirkan kembali kisah-kisah masa lalu dalam bentuk yang hidup, menyentuh emosi, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kerja Kolektif dan Sambutan Hangat Masyarakat

Program kerja kebudayaan ini digagas oleh beberapa mahasiswa, yakni Sitiina Hidayah, Azzyan Atiqah, Muhammad Thariq Ilham, Niken Safitri, dan Salsabila Afifah. Meski demikian, pelaksanaannya dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh anggota KKN, mencerminkan nilai gotong royong yang juga menjadi roh kebudayaan Minangkabau.

Sambutan masyarakat Nagari Cupak terhadap program ini pun sangat positif. Antusiasme terlihat dari keterbukaan mereka dalam berbagi cerita dan pengetahuan. Banyak masyarakat yang merasa dihargai karena kisah dan pengalaman hidup mereka dianggap penting untuk didokumentasikan.

Program kerja ini dirancang agar kebudayaan yang ada di Nagari Cupak tidak hilang ditelan waktu dan tetap dikenal oleh generasi muda,” ujar Azzyan Atiqah, salah satu penanggung jawab program kerja kebudayaan.

Sitiina Hidayah menambahkan, “Berdasarkan beberapa kali proses wawancara yang telah dilakukan, kami menemukan banyak keunikan dalam kebudayaan Nagari Cupak. Oleh karena itu, akan sangat disayangkan apabila kekayaan budaya tersebut tidak terdokumentasikan.

Warisan untuk Masa Depan

Melalui program kerja kebudayaan berbasis dokumentasi sejarah ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mengambil peran sebagai penjaga ingatan nagari. Mereka menyulam cerita lama dengan medium baru, menjembatani masa lalu dan masa depan agar nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau tetap hidup di tengah arus zaman.

Nagari Cupak, dengan segala kisah dan kearifan lokalnya, kini tidak lagi hanya tersimpan dalam ingatan para tetua. Ia mulai diarsipkan, diceritakan ulang, dan diperkenalkan kepada generasi muda—sebuah ikhtiar kecil namun bermakna untuk memastikan bahwa sejarah nagari tetap berakar, tumbuh, dan berbuah di masa mendatang.

Oleh Sitiina Hidayah
Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas

×
Berita Terbaru Update