Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menteri KKP Pingsan Saat Upacara Penghormatan Korban Pesawat ATR 42-500

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T07:08:26Z

Sejumlah peserta upacara membopong Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang pingsan saat memimpin upacara penghormatan dan pelepasan tiga jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Politeknik AUP Jakarta, Minggu (25/1/2026). Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengalami pingsan saat akan melakukan serah terima jenazah dari pihak keluarga ke negara. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/



AK47, Jakarta – Suasana duka mendalam menyelimuti Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026). Di tengah prosesi penghormatan dan pelepasan tiga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri.


Insiden tersebut terjadi pada momen paling khidmat dalam upacara, tepat saat perwakilan keluarga korban secara resmi menyerahkan jenazah kepada negara untuk dimakamkan secara kedinasan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).


Tiga korban yang dilepas dalam upacara tersebut adalah almarhum Ferry Irawan, almarhum Yoga Naufal, dan almarhum Capt. Andy Dahananto, yang gugur saat menjalankan tugas dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500.


Detik-detik Menteri Trenggono Terjatuh


Mengutip laporan Antara, Trenggono yang bertindak sebagai inspektur upacara tampak mengikuti prosesi dengan khusyuk sejak awal. Namun, ketika Muhamad Hidayat, kakak kandung almarhum Ferry Irawan, menyampaikan pernyataan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara, Trenggono tiba-tiba kehilangan keseimbangan.


“Dengan ini saya atas nama keluarga menyerahkan jenazah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto kepada Negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Muhamad Hidayat dengan suara bergetar.


Tak lama setelah pernyataan tersebut, terdengar suara benturan keras di dalam auditorium. Kepanikan pun sempat terjadi ketika Menteri Trenggono diketahui terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Sejumlah petugas dan pejabat yang hadir segera memberikan pertolongan. Suasana duka yang sebelumnya hening berubah menjadi tegang, sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan.


Wakil Menteri Ambil Alih Prosesi


Agar upacara tetap berjalan khidmat, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan langsung mengambil alih tugas Menteri Trenggono sebagai inspektur upacara. Prosesi pelepasan jenazah pun dilanjutkan hingga selesai, sebagai bentuk penghormatan terakhir negara kepada para korban.


Usai upacara, Didit memastikan bahwa kondisi Menteri Trenggono telah berangsur membaik.


“Sudah sadar, tidak apa-apa. Dia kecapekan,” ujar Didit singkat kepada wartawan.


Menurut keterangan internal, Trenggono diduga mengalami kelelahan fisik dan emosional, mengingat rangkaian kegiatan padat serta suasana duka mendalam yang menyertai upacara tersebut.


Penghormatan Terakhir bagi Pejuang Tugas Negara


Upacara di Auditorium Madidihang digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi tiga korban yang gugur saat menjalankan tugas negara. Jenazah diserahkan secara resmi kepada negara untuk dimakamkan secara kedinasan oleh KKP.


Ketiganya merupakan bagian dari misi penerbangan yang berakhir tragis ketika pesawat ATR 42-500 yang mereka tumpangi jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.


Insiden tersebut menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling menyita perhatian publik pada awal tahun 2026, mengingat medan pencarian yang sulit dan cuaca ekstrem di lokasi kejadian.


Operasi SAR Intensif di Gunung Bulusaraung


Sebelumnya, tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari prajurit TNI, Basarnas, Polri, serta relawan berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.


Berdasarkan siaran pers resmi TNI yang diterima di Jakarta pada Jumat (23/1), penemuan korban merupakan hasil dari operasi pencarian intensif yang dilakukan sejak Sabtu (17/1). Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena medan pegunungan yang terjal, hutan lebat, serta cuaca yang kerap berubah drastis.


Gunung Bulusaraung dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kesulitan tinggi, sehingga keberhasilan tim SAR menemukan seluruh korban mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.


Duka Nasional dan Penghormatan Negara


Kejadian pingsannya Menteri Trenggono di tengah upacara semakin menegaskan betapa beratnya beban emosional yang menyelimuti tragedi ini. Upacara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan negara kepada putra-putra terbaik bangsa yang gugur saat menjalankan tugas.


Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi institusi dan masyarakat luas. Negara pun hadir, memastikan para korban mendapatkan penghormatan terakhir yang layak atas pengabdian mereka.


(AK)


#Peristiwa #Nasional

×
Berita Terbaru Update