Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gunung Marapi Meletus Tiba-tiba, Kolom Abu Menjulang 1.000 Meter, Warga Sempat Panik

Minggu, 25 Januari 2026 | Januari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T08:29:17Z

Gunung Marapi Sumatera Barat Kembali Erupsi 



AK47, Sumatra Barat — Suasana tenang di sekitar kaki Gunung Marapi mendadak berubah mencekam pada Minggu (25/1/2026) sore. Tepat sekitar pukul 14.30 WIB, gunung api paling aktif di Sumatra Barat itu kembali mengalami erupsi tiba-tiba, memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak.


Dari kejauhan, gumpalan abu vulkanik tampak menjulang tebal ke langit, berwarna kelabu hingga kelabu pekat, membentuk awan yang perlahan menyebar mengikuti arah angin. Beberapa warga yang tengah beraktivitas di ladang dan permukiman sekitar gunung mengaku terkejut, bahkan sempat menghentikan kegiatan mereka.


“Awalnya terdengar suara seperti gemuruh pendek, lalu kami lihat asap tebal naik dari puncak,” ujar seorang warga di lereng Marapi.


Dentuman Lirih dan Abu Mulai Turun


Tak lama setelah erupsi terjadi, sebagian warga melaporkan dentuman lemah hingga sedang, disertai getaran halus yang terasa singkat. Abu vulkanik kemudian mulai turun tipis di sejumlah wilayah, menempel di atap rumah, dedaunan, serta jalanan desa.


Meski belum menyebabkan gangguan besar, kondisi ini memicu kekhawatiran, terutama bagi warga yang masih trauma dengan rangkaian erupsi Marapi sebelumnya.


Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi memastikan letusan tersebut terekam jelas pada alat seismograf, menandakan adanya tekanan gas vulkanik dari dalam perut gunung.


Status Waspada, Ancaman Erupsi Susulan


Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa status tersebut bukan berarti aman sepenuhnya.


Aktivitas vulkanik Marapi masih bersifat fluktuatif dan dapat memicu erupsi susulan tanpa tanda-tanda awal yang jelas. Karakter letusan Marapi yang cenderung eksplosif membuat potensi lontaran material vulkanik dan hujan abu tetap harus diwaspadai.


Radius Bahaya Diperketat


Sebagai langkah antisipasi, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas erupsi Gunung Marapi. Jalur pendakian juga kembali dipastikan tertutup total demi keselamatan.


Selain ancaman letusan, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Marapi diminta siaga terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama jika hujan deras turun dalam waktu dekat.


Petugas Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang


BPBD bersama aparat nagari dan relawan kebencanaan meningkatkan kesiapsiagaan. Sosialisasi dan imbauan terus disampaikan agar masyarakat tidak mendekati zona berbahaya serta menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.


“Warga diminta tetap tenang, tidak panik, dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait,” ujar petugas di lapangan.


Gunung Marapi, Ancaman Nyata di Tengah Permukiman Padat


Gunung Marapi yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar dikenal sebagai gunung api yang aktif dengan interval erupsi relatif singkat. Keberadaannya di tengah wilayah padat penduduk menjadikan setiap aktivitas vulkanik sebagai ancaman nyata.


Erupsi Minggu sore ini menjadi pengingat keras bahwa aktivitas Gunung Marapi belum sepenuhnya mereda. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini kembali menguji kesiapsiagaan warga dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana.


Hingga Minggu petang, pemantauan intensif masih terus dilakukan. Masyarakat di sekitar Gunung Marapi diminta selalu siaga, mempersiapkan langkah evakuasi mandiri, dan tidak mengabaikan setiap peringatan yang dikeluarkan pihak berwenang.


(AK)


#Peristiwa #SumateraBarat #GunungMarapiErupsi

×
Berita Terbaru Update