AK47, Padang - Pada awal semester baru, suasana Masjid MTsN 6 Kota Padang kembali terasa hidup. Ketukan langkah para siswa menuju tempat wudhu kini diiringi gemericik air yang mengalir jernih. Keran-keran yang sempat kering beberapa waktu lalu akhirnya kembali berfungsi. Masjid yang sebelumnya sepi dari aktivitas ibadah karena keterbatasan pasokan air, kini kembali ramai dengan lantunan doa dan shaf-shaf shalat berjamaah yang tersusun rapi.
Kondisi ini tidak hadir begitu saja. Pada Jumat, 9 Januari 2026, Perumda Air Minum Kota Padang mengerahkan tim teknisnya ke lokasi untuk mengoptimalkan jalur distribusi air menuju masjid sekolah. Kehadiran mereka menjadi jawaban dari keluhan sebelumnya, ketika pasokan air yang tidak stabil kerap mengganggu aktivitas ibadah siswa, terutama pada jam-jam shalat zuhur dan asar di tengah kegiatan belajar.
Pekerjaan Lapangan Tidak Sekadar Formalitas
Penyelesaian masalah tidak berhenti pada meja administrasi. Tim teknis PDAM melakukan pemeriksaan menyeluruh, dari sumber distribusi hingga titik pemakaian di masjid.
Perbaikan meliputi pembenahan pipa saluran yang mulai menurun fungsinya, penyetelan ulang mesin pompa, hingga pengecekan tekanan air secara berkala. Setiap sambungan dan jalur dideteksi ulang untuk memastikan tidak ada kebocoran maupun penyumbatan. Hasilnya, aliran air kini kembali stabil sepanjang hari.
Kepala Pusat Pelayanan PDAM Sumbar turun langsung meninjau proses pengerjaan di lapangan. Kehadiran pimpinan ini memberi pesan jelas: kendala yang dirasakan masyarakat tidak hanya dicatat, tetapi diselesaikan hingga tuntas.
“Alhamdulillah, hari ketiga proses pembelajaran, Masjid MTsN 6 Kota Padang sudah bisa digunakan secara optimal. Lebih dari 1.200 siswa kini kembali dapat melaksanakan shalat berjamaah dengan nyaman,” ujar Awe yang memimpin langsung pengawalan proses perbaikan.
Menurutnya, pemulihan pasokan air tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga menghidupkan kembali iklim religius di lingkungan sekolah.
Rasa Syukur dari Pihak Sekolah
Kepala MTsN 6 Kota Padang, H. Yakub, tidak menyembunyikan rasa leganya. Ia menyebut respons cepat PDAM sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian Perumda Air Minum Kota Padang. Sinergi seperti ini sangat kami butuhkan, bukan hanya untuk keberlangsungan ibadah, tapi juga untuk kenyamanan proses pendidikan secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, tersedianya air bersih tidak sekadar memfasilitasi wudhu, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan, kebersihan, serta pembentukan karakter religius para siswa.
Komitmen Sosial Perusahaan Daerah
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adhie Zein menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar pekerjaan rutin.
“Masjid di lingkungan pendidikan bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, kami memandang pemenuhan air bersih di MTsN 6 Kota Padang sebagai tanggung jawab moral sekaligus pelayanan publik,” jelasnya.
Ia menambahkan, Perumda Air Minum Kota Padang ingin hadir sebagai mitra masyarakat, bukan hanya sebagai penyedia layanan teknis.
“Kami tidak ingin air hanya sekadar mengalir di pipa, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang nyata. Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat. Di setiap tetes air yang mengalir, kami berharap ada keberkahan, kenyamanan, dan rasa aman bagi para pengguna,” tutupnya.
Lebih Dari Sekadar Air Mengalir
Kini, keran-keran air di tempat wudhu Masjid MTsN 6 Kota Padang bukan hanya membasuh wajah dan tangan para siswa, tetapi juga menyiramkan semangat baru. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perusahaan daerah mampu menghadirkan solusi konkret, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang
.jpeg)