
Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang Andri Satria Meninjau Lokasi Proyek Koneksi Pipa di Gunung Pangilun
AK47, Padang — Di antara deru kendaraan yang saling berebut ruang di Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun, Sabtu (10/1/2026) siang, ada pemandangan yang tak sepenuhnya terlihat mata pengendara. Di balik tumpukan tanah basah dan lubang galian yang menganga, puluhan petugas Perumda Air Minum Kota Padang tengah berjibaku dengan waktu, air, dan medan yang tidak bersahabat.
Pekerjaan koneksi pipa DN 600 GI ke pipa 200 HDPE masih terus dikebut. Letak jaringan pipa yang berada cukup dalam di bawah permukaan jalan membuat proses penggalian bukan sekadar rutinitas teknis. Air yang terus mengalir masuk ke area galian menyebabkan lubang berubah seperti kolam sementara. Tanah menjadi licin, dinding galian mudah runtuh, dan ruang gerak alat berat sangat terbatas.
Di tengah kondisi menantang itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, hadir langsung memantau pekerjaan. Sepatu bootnya dipenuhi lumpur, namun langkahnya mantap mengitari tepi galian.
“Air tidak mengenal hari libur, maka kami juga tidak boleh berhenti bekerja,” ujarnya tegas.
Andri tidak hanya berdiri dari jau9h. Ia turun hingga mendekati bibir galian, memperhatikan arus air yang masuk, berdiskusi langsung dengan mandor lapangan, memberi arahan teknis, serta sesekali menepuk bahu para pekerja yang terus bekerja tanpa banyak bicara. Kehadirannya menjadi penanda bahwa pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas proyek, melainkan tugas strategis yang menyangkut pelayanan publik.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi tim bukan hanya soal teknis semata. Faktor cuaca, tekanan air, stabilitas tanah, serta kepadatan arus lalu lintas menjadikan pekerjaan membutuhkan kewaspadaan tinggi.
“Pipa berada cukup dalam, air terus masuk, dan ruang gerak alat terbatas. Secara teknik, ini bukan pekerjaan ringan. Tapi sulit bukan berarti mustahil,” tutur Andri dengan nada optimistis.
Ia juga mengakui bahwa lokasi pekerjaan berada di ruas jalan yang termasuk salah satu jalur padat di Kota Padang. Bunyi klakson, antrean kendaraan, hingga pengalihan arus lalu lintas menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan.
“Saya memahami ini mengganggu perjalanan masyarakat. Kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya. “Namun kami sedang memperbaiki sesuatu yang lebih mendasar: hak warga untuk mendapatkan air bersih yang layak.”
Andri menegaskan, proyek koneksi pipa ini bukan sekadar menggali tanah dan menyambung jaringan. Pekerjaan ini bertujuan memperkuat sistem distribusi air ke ribuan pelanggan yang terdampak gangguan aliran beberapa waktu terakhir.
“Ini bukan hanya tentang pipa. Ini tentang memastikan air kembali mengalir dengan baik ke rumah-rumah warga. Air itu kehidupan. Kalau distribusi terganggu, aktivitas keluarga, sekolah, rumah sakit, dan usaha masyarakat juga ikut terganggu,” jelasnya.
Di lokasi, tampak petugas pengatur lalu lintas bekerja berdampingan dengan tim teknis. Rambu-rambu peringatan dipasang, tali pengaman melintang di sekeliling galian, sementara alat berat sesekali berhenti untuk memberi jalan kendaraan yang melintas. Para pekerja berbasah kuyup, sebagian tubuhnya berlumur lumpur, namun gerak mereka tak pernah benar-benar berhenti.
Andri menuturkan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama. Setiap langkah di area galian diawasi, mulai dari penopang dinding tanah hingga pengendalian aliran air yang masuk.
“Kami tidak meminta tepuk tangan. Kami hanya mohon doa dan pengertian,” katanya. “Biarkan kami selesaikan tugas ini, agar air kembali hadir di setiap keran rumah warga.”
Ia juga menambahkan bahwa Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya meminimalkan dampak gangguan pelayanan kepada pelanggan. Informasi gangguan dan progres pekerjaan disampaikan melalui berbagai kanal resmi, serta petugas tanggap keluhan disiagakan untuk menerima laporan warga.
Pada akhirnya, di balik deru kendaraan dan tanah yang terbuka, tersimpan harapan besar: aliran air bersih yang kembali normal. Di balik harapan itu ada kerja keras yang mungkin tidak terlihat, tidak banyak diberitakan, namun berjalan terus — diam-diam, pasti, dan berpacu dengan waktu.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang