Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Longsor Maut Cisarua: 82 Warga Terkubur Hidup, Desa Pasirlangu Berubah Jadi Kuburan Raksasa

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T02:57:10Z

Personil Gabungan Cari Korban Terkubur Longsor Cisarua 



AK47, Cisarua, Bandung Barat — Hujan deras yang turun tanpa henti berubah menjadi vonis maut bagi ratusan warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tanah di lereng bukit runtuh pada Sabtu dini hari (24/1/2026), menelan puluhan rumah dan mengubur hidup-hidup para penghuninya.


Hingga Minggu (25/1/2026) pagi, 82 orang masih dinyatakan hilang, tertimbun material longsoran setebal beberapa meter. Delapan korban ditemukan tak bernyawa, sementara 23 lainnya selamat dalam kondisi luka-luka dan trauma berat. Banyak di antara mereka kehilangan seluruh anggota keluarga dalam hitungan detik.


Longsoran raksasa itu melaju saat warga terlelap, menghantam permukiman tanpa memberi kesempatan untuk menyelamatkan diri. Dalam sekejap, 30 rumah rata dengan tanah, menyisakan puing, lumpur, dan keheningan yang mencekam.

 

“Ini bukan sekadar longsor biasa. Volume materialnya sangat besar, seperti dinding tanah yang roboh sekaligus,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.


Pencarian Seperti Melawan Waktu


Operasi pencarian korban berlangsung dramatis dan penuh risiko. Tebalnya timbunan tanah, bercampur batu dan batang pohon, membuat alat berat nyaris lumpuh. Di banyak titik, tim SAR terpaksa menggali dengan tangan kosong dan peralatan seadanya.


Setiap cangkul yang menghantam tanah diiringi kecemasan: apakah menemukan korban, atau justru memicu longsor susulan. Struktur lereng yang masih labil menjadikan lokasi ini zona maut kedua bagi para penyelamat.


Tangis Pecah di Posko Pengungsian


Di posko darurat Kantor Desa Pasirlangu, suasana berubah menjadi lautan air mata. Ratusan pengungsi duduk termangu, sebagian menatap kosong ke arah bukit yang kini menjadi kuburan bagi keluarga mereka.


Isak tangis pecah setiap kali kabar terbaru disampaikan. Banyak warga berharap, meski peluang semakin tipis, keajaiban masih bisa terjadi.


“Anak saya tiga orang semua di rumah waktu itu… belum ditemukan,” ujar seorang ibu sambil terisak, nyaris tak sanggup berdiri.


Cuaca Ekstrem, Ancaman Belum Usai


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan ancaman longsor susulan masih sangat tinggi. Hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur kawasan Bandung Barat, memaksa tim SAR bekerja di bawah tekanan waktu dan cuaca.


Pemerintah daerah terus memutakhirkan data korban, sementara sinergi lintas instansi Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan penuh. Fokus utama tetap satu: menemukan para korban, hidup atau meninggal, sebelum waktu benar-benar habis.


Tragedi longsor Cisarua bukan sekadar bencana alam. Ia adalah alarm keras tentang kerentanan permukiman di kawasan rawan bencana, yang kini menuntut jawaban dan langkah nyata agar tragedi serupa tak kembali memakan korban.


(AK)


#Peristiwa #LongsorCisarua

×
Berita Terbaru Update