![]() |
| Mobil Truk Bertabrakan dengan Mobil Box di Sitinjau Lauik, 3 Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit |
AK47, Padang – Jalur ekstrem Sitinjau Lauik kembali menunjukkan reputasinya sebagai salah satu ruas jalan paling berbahaya di Sumatera Barat. Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan bawah Panorama I, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu malam (24/1/2026) sekitar pukul 20.45 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit mobil box dan satu unit truk, yang bertabrakan di jalur menurun dan berkelok tersebut.
Benturan keras antar kendaraan terdengar hingga ke pemukiman warga di sekitar lokasi. Sejumlah saksi mata mengaku kaget mendengar suara tabrakan yang cukup kuat, mengingat kondisi lalu lintas saat itu masih ramai oleh kendaraan yang melintas dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya.
“Suara benturannya keras sekali, seperti ledakan. Kami langsung keluar rumah dan melihat dua kendaraan sudah berhenti di tengah jalan,” ujar salah seorang warga yang ikut memberikan pertolongan awal di lokasi kejadian.
Akibat tabrakan tersebut, arus lalu lintas sempat melambat. Beberapa pengendara memilih berhenti sejenak karena khawatir akan terjadi kecelakaan susulan, mengingat kondisi jalan licin, minim penerangan, serta kontur jalan yang curam dan berkelok tajam.
Tak berselang lama, petugas Satuan Lalu Lintas Polresta Padang bersama personel Polsek Lubuk Kilangan tiba di lokasi. Aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mengatur lalu lintas, serta mengevakuasi para korban dari dalam kendaraan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari pihak kepolisian, tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga berita ini diturunkan, ketiganya masih menjalani perawatan dan belum ada keterangan resmi terkait tingkat keparahan luka yang dialami.
Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan ini juga menyebabkan tumpahan material di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu kecelakaan lanjutan, terutama di jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi, khususnya pada malam hari.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas kepolisian melakukan langkah cepat dengan menaburkan sekam di permukaan jalan guna mengurangi tingkat kelicinan dan memastikan keselamatan pengguna jalan lainnya. Petugas juga tetap bersiaga di lokasi hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan terkendali.
Meski sempat terjadi perlambatan, pihak kepolisian memastikan bahwa arus lalu lintas tetap berjalan ramai lancar setelah proses evakuasi dan pembersihan jalan dilakukan.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Satlantas Polresta Padang terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan olah TKP untuk mengetahui secara detail kronologi kejadian, termasuk kemungkinan faktor teknis kendaraan maupun kelalaian pengemudi.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian kembali mengingatkan para pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Sitinjau Lauik, terutama pada malam hari dan saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Pengemudi diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan mengingat karakteristik jalan yang ekstrem.
Diketahui, Jalur Sitinjau Lauik merupakan salah satu ruas jalan dengan tingkat kecelakaan tinggi di Sumatera Barat. Kontur jalan yang tajam, turunan dan tanjakan curam, ditambah cuaca yang kerap berubah secara tiba-tiba, membuat jalur ini kerap dijuluki sebagai “jalur maut” oleh masyarakat.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintas di kawasan rawan kecelakaan.
(AK)
#Peristiwa #Kecelakaan #SitinjauLauik
