
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein
AK47, Padang – Upaya pemulihan layanan air bersih di Kota Padang terus dikebut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah pada awal Januari 2026. Bencana tersebut tidak hanya merendam permukiman dan memutus akses warga, tetapi juga merusak jaringan pipa distribusi dan mempengaruhi kualitas air baku di beberapa intake utama.
Gangguan suplai air bersih menjadi salah satu keluhan terbesar masyarakat. Banyak pelanggan tidak dapat menikmati aliran air melalui jaringan pipa reguler karena kerusakan infrastruktur yang terjadi di titik-titik vital jalur distribusi.
Sebagai langkah darurat, Perumda Air Minum Kota Padang langsung mengerahkan armada mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat. Pasokan prioritas diberikan ke kawasan padat penduduk, daerah yang sama sekali belum terlayani, serta lokasi pengungsian yang dihuni warga terdampak.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang melalui Kasubag Humas, Adhie Zein, menyebutkan bahwa pihaknya bekerja siang dan malam berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, BPBD, serta instansi terkait lainnya guna mempercepat pemulihan.
Tak hanya mengalirkan air bersih dengan tangki, tim teknis di lapangan juga melakukan serangkaian upaya lain, mulai dari pembersihan fasilitas, pengecekan dan pengamanan jalur pipa, hingga perbaikan bertahap pada infrastruktur yang rusak.
“Hingga 7 Januari 2026 sebagian besar wilayah layanan sudah kembali normal. Namun masih ada sekitar 2,3 persen wilayah yang belum terlayani optimal karena genangan, material longsor, dan akses yang masih terbatas,” ujar Adhie Zein.
Wilayah Utara Masih Mengandalkan Mobil Tangki
Kawasan utara Kota Padang menjadi wilayah yang paling terdampak. Sejumlah perumahan masih belum mendapatkan aliran air bersih melalui jaringan pipa, di antaranya:
- Perumahan Kemilau Permata Kuranji
- Wisma Bumi Mas Kuranji
- Graha Kuranji Asri
- Perumahan Anai Lestari
Gangguan terjadi akibat pipa penyalur dari Gunung Nago hanyut diterjang banjir bandang (galodo). Putusnya jalur pipa ini membuat sistem distribusi utama lumpuh.
Untuk sementara, warga di daerah ini bergantung pada pasokan air dari mobil tangki. Tidak kurang dari lima unit mobil tangki milik Perumda dikerahkan setiap hari, diperkuat bantuan armada dari instansi lain seperti BPBD dan TNI.
Gangguan Juga Terjadi di Pusat Kota
Tidak hanya wilayah pinggiran dan utara, beberapa titik di pusat kota Padang juga masih mengalami gangguan distribusi, di antaranya:
- Jalan Pemuda
- Jalan Pancasila
- Jalan Purus II (sebagian)
- Jalan Koto Marapak
- Jalan Hang Tuah
- Jalan Jati Parak Salai
- Jalan Jati Bawah Wuluh
- Jalan Jati Koto Panjang (sebagian)
- Jalan Pasopati Sisingamangaraja
- Jalan Pondok Mungil Ampang
Di sejumlah lokasi tersebut, air masih mengalir tidak stabil: terkadang kecil, kadang berhenti sama sekali, sehingga warga diminta menampung air ketika aliran datang.
Air Baku Keruh, Instalasi Pengolahan Terganggu
Masalah lain yang tak kalah serius terjadi pada sumber air baku di Intake Kampung Koto, yang menyuplai sebagian besar wilayah pusat kota.
Air baku di intake tersebut masih bercampur lumpur dan material kayu sisa banjir, sehingga tingkat kekeruhannya berada jauh di atas batas yang bisa diolah secara optimal.
“Air baku masih sangat keruh sehingga belum bisa diolah sesuai standar. Ini berdampak pada distribusi air ke pelanggan di kawasan kota,” jelas Adhie Zein.
Kondisi ini membuat instalasi pengolahan air tidak dapat bekerja pada kapasitas normal. Jika dipaksakan, kualitas air tidak memenuhi standar kesehatan.
Imbauan untuk Masyarakat: Hemat dan Bersiap
Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau masyarakat untuk:
- menampung air ketika aliran mengalir
- menggunakan air bersih secara hemat
- tetap bersabar selama masa pemulihan
- memahami bahwa gangguan bisa terjadi tiba-tiba tanpa pemberitahuan
“Situasi di lapangan masih dinamis. Perubahan cuaca, akses jalan, dan material longsor dapat memengaruhi proses perbaikan. Namun kami terus bekerja maksimal agar layanan segera normal,” ujar Adhie.
Harapan Pemulihan Lebih Cepat
Dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat, Perumda berharap proses pemulihan layanan air bersih dapat berjalan lebih cepat. Infrastruktur yang rusak akan diperbaiki secara bertahap, sementara layanan tangki tetap disiagakan hingga distribusi normal benar-benar pulih.
Bencana banjir dan longsor di Kota Padang tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga menguji ketahanan layanan publik. Respons cepat dan perbaikan berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi dampak terhadap aktivitas sehari-hari warga.
(Mond)
#PerumdaAirMinum #Padang