Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Comeback Gila Bali United Buyar di Menit Akhir! Semen Padang Curi Poin Lewat Drama 6 Gol di Dipta

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T11:43:19Z
Pemain Semen Padang FC 



AK47, Gianyar – Stadion Kapten I Wayan Dipta berubah menjadi panggung drama sepak bola yang nyaris sempurna. Enam gol tercipta, emosi naik-turun, dan ribuan pasang mata menyaksikan bagaimana Bali United gagal mengunci kemenangan yang sudah berada di genggaman. Menjamu Semen Padang pada laga perdana putaran kedua Super League musim 2025/2026, Sabtu (24/1/2026), Serdadu Tridatu harus puas dengan hasil imbang 3-3 dalam laga yang meninggalkan rasa getir.


Ini bukan sekadar hasil seri. Ini adalah pertandingan yang menguji mental, taktik, dan konsentrasi hingga menit-menit terakhir.


Awal Mimpi Buruk di Dipta


Belum genap lima menit pertandingan berjalan, publik Dipta sudah terdiam. Semen Padang tampil tanpa rasa gentar, langsung menekan sejak sepak mula. Hasilnya instan.


Pada menit ke-4, sepak pojok pertama Semen Padang berubah menjadi mimpi buruk bagi Bali United. Bola yang gagal disapu bersih jatuh ke kaki Angelo Meneses, yang tanpa kompromi menghantamnya dengan sepakan keras. Mike Hauptmeijer tak berdaya. Skor 0-1.


Gol ini bukan gol biasa. Ia memutus rekor enam laga nirbobol Bali United dan menjadi sinyal bahwa malam itu tak akan berjalan mudah bagi tuan rumah.


Belum sempat Bali United menata ulang barisan, pukulan kedua datang. Menit ke-11, lagi-lagi dari situasi bola mati. Jaime Giraldo melompat paling tinggi dan menyundul bola dengan presisi. Skor 0-2. Stadion Dipta terhenyak.


Semen Padang tampil rapi, agresif, dan efisien. Revolusi permainan yang mereka bawa ke putaran kedua terlihat nyata, sementara Bali United justru tampak kehilangan kontrol di awal laga.


Jens Raven dan Titik Balik Emosi


Babak kedua menjadi titik perubahan. Pelatih Bali United mengubah pendekatan, menaikkan tempo, dan memasukkan Jens Raven keputusan yang kelak mengubah wajah pertandingan.


Menit ke-53, Raven memicu kebangkitan. Menerima umpan terobosan dari Jordy Bruijn, striker Timnas U-23 itu menyelesaikan peluang dengan dingin. Gol tersebut sempat membuat stadion menahan napas saat VAR bekerja memeriksa potensi offside.


Beberapa detik yang terasa seperti menit berlalu. Hingga akhirnya wasit menunjuk ke tengah lapangan. Gol sah. Skor 1-2. Dipta meledak.


Momentum kini sepenuhnya beralih. Tekanan Bali United semakin menggila, diperparah oleh cedera yang memaksa kiper Semen Padang Rendy Oscario meninggalkan lapangan.


Menit ke-69, tekanan itu pecah. Mirza Mustafic muncul di momen krusial, mencetak gol penyama kedudukan. Skor 2-2. Bali United hidup kembali.


Enam menit kemudian, euforia mencapai puncaknya. Thijmen Goppel menuntaskan peluang dan membalikkan keadaan menjadi 3-2. Stadion Dipta berguncang. Comeback sempurna tampak tinggal menunggu waktu.


Gol yang Membungkam Stadion


Namun sepak bola tak mengenal kata aman.


Saat Bali United mulai mencoba mengontrol permainan, Semen Padang menolak menyerah. Pada menit ke-79, Ripal Wahyudi menemukan ruang di luar kotak penalti. Satu sentuhan, lalu tembakan keras meluncur deras ke arah gawang.


Bola melesak. Skor 3-3.


Dalam sekejap, sorak-sorai berubah menjadi sunyi. Semeton Dewata terdiam. Bali United terpaku, Semen Padang merayakan gol yang terasa seperti kemenangan.


Sisa waktu tak cukup bagi kedua tim untuk kembali mengubah skor. Peluit panjang menutup laga yang sarat emosi dan menyisakan rasa “andai saja” bagi tuan rumah.


Klasemen dan Makna Satu Poin


Hasil imbang ini membuat Bali United kini mengoleksi 28 poin dan tertahan di peringkat 8 klasemen sementara. Tambahan satu poin terasa pahit setelah keunggulan yang sempat mereka genggam.


Sebaliknya, bagi Semen Padang, satu poin dari kandang Bali United terasa seperti emas. Dengan 11 poin, Kabau Sirah naik ke peringkat 16, menjaga asa keluar dari zona degradasi tetap menyala.


Susunan Pemain


Bali United:
Mike Hauptmeijer (GK); Joao Vitor, Kadek Arel, Ricky Fajrin, Rizky Dwi; Kadek Agung, Jordy Bruijn, Mirza Mustafic, Teppei Yachida; Rahmat Arjuna, Thijmen Goppel.


Semen Padang:
Rendy Oscario (GK); Angelo Meneses, Jaime Giraldo, Leo Guntara, Ravy Tsouka; Alhassan Wakaso, Boubakary Diarra, Kianz Froese; Armando Oropa, Guillermo Fernandez, Irsyad Maulana.


(AK)


#Headline #Sepakbola #Olahraga

×
Berita Terbaru Update