Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Atasi Krisis Air, Pemko Padang Segera Alirkan Air ke Irigasi Gunung Nago

Jumat, 23 Januari 2026 | Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T13:56:09Z




AK47, Padang – Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat di Kota Padang. Dua kecamatan yang terdampak cukup serius yakni Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh, menyusul menurunnya debit air akibat kondisi cuaca serta gangguan pada sejumlah saluran air. Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kota Padang bersama berbagai pemangku kepentingan bergerak cepat dengan memfokuskan upaya pada pengaliran air melalui saluran irigasi Gunung Nago.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan bahwa irigasi Gunung Nago menjadi prioritas karena memiliki peran strategis dalam menyuplai air ke wilayah terdampak.

 

“Iya, saat ini kita fokus untuk mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago, baik arah kanan maupun arah kiri. Ini langkah cepat agar pasokan air ke masyarakat bisa segera terbantu,” ujar Tri, Jumat (23/1/2026).


Namun sebelum air dialirkan, kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri tepatnya di kawasan depan SMA Negeri 9 Padang perlu mendapat penanganan serius. Saluran tersebut saat ini dipenuhi sedimen lumpur dan material lain yang menghambat aliran air.

 

“Salurannya harus kita bersihkan terlebih dahulu. Kalau tidak, air tidak akan bisa mengalir maksimal,” jelasnya.


Pembersihan saluran irigasi akan dilakukan secara terpadu oleh DPUPR Kota Padang bersama Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat. Sejumlah alat berat seperti excavator dan dump truck akan dikerahkan untuk mempercepat proses pengerukan sedimen.


Di waktu yang bersamaan, Balai Wilayah Sungai (BWS) V juga melakukan perbaikan pada bagian intake saluran, agar aliran air dapat masuk ke sistem irigasi secara optimal.


Tidak hanya fokus pada irigasi, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga selama proses pekerjaan berlangsung. Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) akan menurunkan lima unit armada mobil tangki air serta 30 unit Hidran Umum (HU).


Pengambilan air akan dilakukan di kawasan Limau Manis, dengan dukungan pompa dari BWS V.

 

“Distribusi air bersih tetap kita jaga supaya masyarakat tidak terlalu terdampak selama pekerjaan berlangsung,” kata Tri.


Sementara itu, untuk saluran irigasi Gunung Nago arah kanan, pengaliran air akan dilakukan dengan menggunakan pompa dari BWS V, yang diperkuat dengan jaringan pipa bantuan dari BPBPK.


Langkah cepat ini juga mendapat dukungan dari Perumda Air Minum Kota Padang. Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemko Padang dan instansi teknis lainnya agar pelayanan air bersih tetap berjalan.

 

“Kami memahami kondisi sulit yang sedang dialami masyarakat. Perumda Air Minum siap bersinergi dan menyesuaikan pola distribusi air, termasuk mendukung pengiriman air melalui tangki ke wilayah yang paling terdampak,” ujarnya.


Ia menambahkan, krisis air ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan serta kolaborasi lintas instansi.

 

“Penanganan jangka pendek sedang kita lakukan, namun ke depan perlu penguatan infrastruktur dan perlindungan daerah tangkapan air agar kejadian serupa bisa diminimalkan,” tambahnya.


Dengan langkah terpadu antara Pemko Padang, pemerintah provinsi, balai teknis, dan Perumda Air Minum, diharapkan krisis air di Kuranji dan Pauh dapat segera teratasi, serta aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.


(AK)


#Padang #Daerah #PerumdaAirMinum

×
Berita Terbaru Update