Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

AS Luncurkan Operasi Militer Besar-Besaran, Maduro Ditangkap di Caracas

Senin, 05 Januari 2026 | Januari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T06:23:08Z

Nicolas Maduro

D'On, Caracas, Venezuela — Sabtu dini hari 3 Januari 2026
menjadi titik balik sejarah internasional ketika Amerika Serikat melancarkan operasi militer berdimensi besar untuk menggulingkan pemerintahan Nicolas Maduro dan menangkapnya. Operasi yang dinamai “Operation Absolute Resolve” dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan melibatkan ratusan personel militer serta puluhan jet tempur yang menyerbu ibukota Venezuela.

Menurut sumber resmi AS, strategi itu bertujuan untuk mengakhiri “rezim yang dinilai bertanggung jawab atas perdagangan narkotika internasional dan terorisme narkotik”  tuduhan yang sudah lama dilayangkan oleh Washington kepada pemerintah Maduro.

Kronologi Serangan: Ledakan, Pemadaman Listrik, dan Serangan Presisi

Operasi ini bukanlah aksi kecil: lebih dari 150 pesawat militer dipastikan berpartisipasi, didukung oleh pasukan Delta Force, 75th Ranger Regiment, 160th SOAR, dan helikopter serta unit khusus lain yang memasuki wilayah Venezuela, termasuk sekitar 200 tentara AS masuk langsung ke Caracas pada momen kritis operasi.

Saat malam tiba di Caracas, terjadi ledakan hebat dan pemutusan jaringan listrik kota, yang memicu kegelapan total di sebagian besar wilayah ibukota. Taktik ini, menurut sejumlah analis, kemungkinan besar dimaksudkan untuk mematikan sistem pertahanan dan memberi jalan bagi tim khusus AS.

Dalam operasi cepat yang terkoordinasi, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berhasil ditangkap di kediaman mereka. Mereka kemudian dibawa langsung ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadapi sejumlah dakwaan federal termasuk narkotika dan terorisme narkotik, tuduhan yang dibantah keras oleh Maduro sendiri di pengadilan federal Manhattan, dengan mengaku tidak bersalah.

Korban & Dampak Fisik Operasi

Angka resmi mengenai korban masih berbeda-beda menurut sumber:

  • Laporan resmi dari pihak AS memperkirakan sekitar 57 orang tewas, termasuk personel militer Venezuela, personel Kuba yang membantu pemerintahan Maduro, serta beberapa warga sipil; sementara 7 personel militer AS mengalami luka ringan.
  • Laporan media internasional lain menyebut angka tewas bisa mencapai sekitar 75–80 orang dalam berbagai bentrokan yang terjadi di dalam dan sekitar Caracas.

Sementara itu, pemerintah Venezuela menyatakan terjadi pembantaian terhadap pasukan pengawal serta warga lokal, dan menyatakan operasi itu sebagai tindakan agresi militer yang brutal.

Kekosongan Kekuasaan di Caracas: Delcy Rodríguez Diangkat Presiden Sementara

Dengan ditangkapnya Maduro, Mahkamah Agung Venezuela segera memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk menjabat sebagai Presiden sementara, sesuai konstitusi Venezuela. Militer Venezuela lalu menyatakan dukungan terhadap Rodríguez, meskipun situasinya tetap tegang dan penuh ketidakpastian.

Namun demikian, kekuasaan domestik Venezuela berada dalam keadaan darurat politik, dengan sejumlah kelompok paramiliter pro-pemerintah dikerahkan untuk menjaga kawasan tertentu dan menekan oposisi, sebuah langkah yang menambah ketegangan di dalam negeri.

Reaksi Internasional: Kecaman, Kekhawatiran Hukum, dan Krisis Global

Operasi ini memicu reaksi global yang luas dan tajam:

  • PBB dan kantor hak asasi dunia mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan negara, memperingatkan bahwa tindakan sepihak semacam ini justru dapat memperburuk stabilitas global.
  • Rusia dan China mengecam keras aksi tersebut sebagai bentuk agresi tak dapat diterima.
  • Sejumlah negara Barat sendiri mengkritik taktik dan implikasi jangka panjangnya, termasuk anggota parlemen AS yang menyerukan peninjauan wewenang perang Presiden Trump.
  • Banyak pakar hukum internasional menilai tindakan itu melanggar Piagam PBB dan norma dasar hubungan antarnegara, terutama soal larangan penggunaan kekuatan kecuali dalam pertahanan diri atau mandat resmi PBB.

Dampak Global & Geopolitik: Masa Depan Latin Amerika di Ujung Pisau

Para analis memperingatkan bahwa penangkapan Maduro bukan sekadar peristiwa lokal — ini merupakan momen yang dapat merombak hubungan geopolitik di Amerika Latin dan tatanan global:

  • Amerika Serikat kini menghadapi tekanan untuk mengelola hubungan dengan negara-negara tetangga yang khawatir terhadap dominasi kekuatan militer.
  • Kepentingan minyak Venezuela, dengan cadangan yang termasuk terbesar di dunia, menghadirkan dilema baru antara stabilitas politik dan kontrol sumber daya alam.
  • Ancaman preseden intervensi sejenis ke negara lain menjadi diskusi serius di banyak ibu kota dunia.

Apa Selanjutnya?

Situasi pasca-operasi ini tetap penuh ketidakpastian:

  • Pemerintahan Delcy Rodríguez berusaha mengkonsolidasikan kekuasaan untuk menjaga stabilitas dan menghadapi tekanan sosial maupun ekonomi yang parah.
  • Perundingan internasional dan tekanan diplomatik kian intens, termasuk kemungkinan pembicaraan baru di PBB dan forum lintas-negara lainnya.
  • Rakyat Venezuela sendiri menunjukkan respons campur aduk dari sebagian yang merayakan harapan perubahan hingga yang ketakutan akibat kekosongan hukum dan ancaman represi.

Peristiwa ini tidak hanya perubahan dramatis bagi Venezuela, tetapi juga momen penentu dalam hubungan internasional abad ke-21  antara supremasi hukum, kedaulatan negara, dan kekuatan militer global yang bermain di panggung dunia.

(*)

#Internasional #Venezuela

×
Berita Terbaru Update