Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

2 Strategi Prabowo Atasi Kekurangan 100 Ribu Dokter di Indonesia

Kamis, 15 Januari 2026 | Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T12:30:42Z

Presiden Prabowo Subianto 

AK47, Jakarta
– Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah strategis untuk menjawab krisis tenaga kesehatan nasional. Pemerintah mengakui Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan lebih dari 100 ribu dokter, baik dokter umum, dokter gigi, maupun dokter spesialis. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi pemerataan dan kualitas layanan kesehatan nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai Presiden Prabowo menggelar taklimat dan pertemuan khusus bersama para rektor serta guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dua Strategi Besar Pemerintah

Prasetyo mengungkapkan, dalam forum tersebut Presiden Prabowo menekankan dua strategi utama untuk mengatasi krisis dokter yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Berkenaan dengan masalah bagaimana kita mengatasi kekurangan jumlah dokter, ada dua hal yang tadi juga dibahas di dalam forum taklimat,” ujar Prasetyo.

1. Perbanyak Penerimaan Mahasiswa Kedokteran dan Spesialis

Strategi pertama adalah memperbesar kuota penerimaan mahasiswa di fakultas kedokteran, baik untuk pendidikan dokter umum maupun dokter spesialis. Pemerintah menilai peningkatan kapasitas pendidikan menjadi langkah paling realistis untuk mengejar ketertinggalan jumlah tenaga medis.

“Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah memperbanyak jumlah penerimaan mahasiswa kedokteran umum maupun dokter spesialis,” kata Prasetyo.

Langkah ini akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), termasuk skema percepatan pendidikan tanpa mengorbankan mutu lulusan.

2. Membuka Fakultas Kedokteran Baru

Selain memperbesar kuota, pemerintah juga memberanikan diri membuka fakultas-fakultas baru, khususnya di bidang:

  • Kedokteran umum
  • Kedokteran gigi
  • Farmasi

“Memang mau tidak mau kita harus memberanikan diri untuk membuat fakultas baru untuk kedokteran umum. Kita juga kekurangan dokter gigi, dan kita harus kuat dalam hal farmasi,” tegas Prasetyo.

Fakultas baru ini diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah yang selama ini minim akses pendidikan kedokteran, sekaligus mendorong pemerataan tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa.

Penguatan Teknologi Kesehatan

Tak hanya soal jumlah dokter, pemerintah juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi kesehatan. Menurut Prasetyo, alat-alat medis modern saat ini seluruhnya berbasis teknologi tinggi dan membutuhkan tenaga medis yang terampil dalam pengoperasiannya.

“Kita juga harus kuat dalam teknologi kesehatan untuk mengoperasionalkan alat-alat kesehatan yang sekarang semua berbasis teknologi,” ujarnya.

Penguatan teknologi kesehatan ini dinilai penting agar investasi negara dalam pengadaan alat medis canggih benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Target Percepatan Pemenuhan Dokter

Prasetyo mengakui bahwa kekurangan lebih dari 100 ribu dokter tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Karena itu, pemerintah tengah mencari skema percepatan agar kebutuhan tenaga medis dapat terpenuhi lebih cepat.

“Ini diskusi yang sudah dimulai, bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita, karena berdasarkan data kita masih kekurangan di atas 100 ribu,” jelasnya.

Skema percepatan ini mencakup evaluasi sistem pendidikan kedokteran, distribusi dokter, hingga kemungkinan reformasi kebijakan penugasan tenaga medis.

Soroti Kualitas Kampus dan Biaya Pendidikan

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa peningkatan jumlah fakultas dan mahasiswa tidak boleh mengorbankan kualitas pendidikan. Pemerintah ingin universitas-universitas di Indonesia maju, berkualitas, namun tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Amanat konstitusi kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satunya melalui pendidikan di tingkat universitas,” kata Prasetyo.

Pemerintah kini tengah menghitung dan merumuskan skema agar perguruan tinggi:

  • Berkualitas dan kompetitif
  • Tidak membebani mahasiswa dari sisi biaya
  • Tetap menjaga standar akademik dan profesionalisme

Langkah Strategis Jangka Panjang

Kebijakan ini menandai keseriusan pemerintahan Prabowo dalam membangun fondasi kesehatan nasional jangka panjang. Dengan menambah jumlah dokter, membuka fakultas baru, serta memperkuat teknologi kesehatan, pemerintah berharap layanan kesehatan Indonesia bisa lebih merata, berkualitas, dan berdaya saing global.

(AK)

#Nasional

×
Berita Terbaru Update