
Keluhan Pelayanan Trans Padang Berujung Pemanggilan Awak Bus, Perumda PSM Siapkan Sanksi Tegas
AK47, Padang - Keluhan masyarakat terhadap pelayanan awak bus Koridor 1 (K1) Trans Padang mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Padang. Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang bergerak cepat melakukan klarifikasi dan menelusuri persoalan yang menjadi sorotan pengguna transportasi publik tersebut.
Langkah ini menjadi bentuk respons atas kritik masyarakat yang menilai masih terdapat pelayanan awak bus yang belum mencerminkan standar profesionalitas dan keramahtamahan sebagaimana diharapkan dari layanan transportasi umum.
Tidak sekadar memberikan tanggapan, Perumda PSM mengambil langkah konkret dengan memanggil awak bus yang bersangkutan untuk dimintai keterangan dan menggali informasi secara langsung terkait peristiwa tersebut.
Pemanggilan dilakukan pada Rabu (4/11/2026), sebelum pihak pengelola menentukan langkah penyelesaian dan sanksi sesuai ketentuan operasional yang berlaku.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Sani, menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi serius. Menurutnya, pelayanan transportasi publik bukan hanya berkaitan dengan ketepatan operasional dan keselamatan perjalanan, tetapi juga menyangkut sikap, etika, serta kemampuan awak bus dalam memberikan pelayanan kepada penumpang.
"Kita menginstruksikan kepada pengelola Trans Padang, yaitu Perumda PSM, untuk mengadakan pengarahan kepada seluruh pengusaha maupun pengemudi untuk memberikan arahan terkait hospitality, keramahtamahan, dan peningkatan pelayanan Trans Padang ini," tegas Yudi.
Ia menekankan, awak bus memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh pengguna, tanpa membedakan latar belakang maupun karakter penumpang.
"Pramugara harus ramah melayani kepada penumpang karena memang Trans Padang ini dibuat untuk kenyamanan, keamanan, keandalan bagi penumpang," ujarnya.
Awak Bus Dipanggil, Dimintai Keterangan dan Siap Menerima Sanksi
Dewan Pengawas Perumda PSM, Indra Noveri, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan memanggil awak bus yang terlibat dalam persoalan tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh sebelum perusahaan menentukan tindakan selanjutnya.
"Sopir bersama pramuniaganya sudah dipanggil, sudah digali, dan sudah dimintai keterangan," ungkap Indra Noveri.
Dari proses klarifikasi tersebut, awak bus diketahui telah menyampaikan permohonan maaf secara personal kepada pengguna Trans Padang. Mereka juga menyatakan kesediaan menerima konsekuensi apabila terbukti melakukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Namun, permohonan maaf tidak serta-merta menghilangkan tanggung jawab atas kualitas pelayanan. Perumda PSM memastikan evaluasi tetap berjalan dan tindakan disiplin akan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan serta tingkat pelanggaran.
Indra menegaskan, Perumda PSM memiliki komitmen untuk membenahi pelayanan Trans Padang agar masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.
"Perumda PSM tentu berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan, memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan handal bagi seluruh pengguna Trans Padang," katanya.
Tidak Cukup Meminta Maaf, Sanksi Tegas Menanti Pelanggar SOP
Salah satu poin penting dari penanganan persoalan ini adalah komitmen Perumda PSM untuk tidak membiarkan pelanggaran SOP berlalu tanpa konsekuensi.
Pihak perusahaan memastikan akan memberikan sanksi yang spesifik dan terukur kepada awak bus apabila terbukti tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Bentuk tindakan disiplin dapat berupa teguran hingga surat peringatan, menyesuaikan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Sikap tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa seluruh awak Trans Padang harus memahami standar pelayanan yang melekat pada pekerjaan mereka. Setiap pengemudi maupun petugas pendamping bus merupakan bagian penting dari wajah pelayanan publik Kota Padang.
Sebab, bagi masyarakat, kualitas transportasi umum tidak hanya dinilai dari armada yang tersedia, rute perjalanan, maupun tarif yang terjangkau. Sikap awak bus ketika melayani penumpang juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian terhadap kualitas layanan.
Seluruh Awak Bus Akan Dikumpulkan, Pembekalan Pelayanan Diperkuat
Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat Perumda PSM bersama Dishub Kota Padang akan mengumpulkan seluruh awak bus Trans Padang untuk mendapatkan pengarahan dan pembekalan lanjutan.
Materi pembekalan akan menitikberatkan pada peningkatan hospitality, etika berkomunikasi, keramahtamahan, profesionalitas, serta pemahaman terhadap kewajiban menjalankan SOP.
Langkah ini dinilai penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan perbaikan pelayanan tidak hanya berhenti pada awak bus yang sedang menjadi sorotan.
Dengan melibatkan seluruh personel, pengelola berharap terbentuk kesamaan standar pelayanan sehingga setiap penumpang mendapatkan perlakuan yang baik selama menggunakan transportasi publik tersebut.
Kritik Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi Pelayanan Publik
Sementara itu, Kepala Divisi Trans Padang, Aulil Amri, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan kritik dan masukan terhadap pelayanan Trans Padang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada selebgram yang telah mencoba memberikan kritik dan saran terhadap pelayanan Trans Padang kepada masyarakat," ujar Aulil.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa kecewa atas kejadian tersebut.
"Kami juga meminta maaf kepada masyarakat yang mungkin merasa kecewa atas beberapa hal yang telah terjadi pada pelayanan di Trans Padang," tambahnya.
Menurut pengelola, masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembenahan transportasi publik. Kritik yang disampaikan pengguna semestinya menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan ke depan.
Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan
Penanganan keluhan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan transportasi publik tidak semata-mata diukur dari jumlah armada yang beroperasi atau luasnya jangkauan rute. Lebih dari itu, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu modal utama yang harus dijaga.
Trans Padang dibangun sebagai salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Karena itu, pelayanan yang ramah, aman, tertib, dan profesional harus menjadi standar yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh awak bus.
Pemerintah Kota Padang melalui Dishub bersama Perumda PSM menyampaikan terima kasih atas perhatian dan masukan masyarakat. Keduanya juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan pelayanan yang masih terjadi.
Ke depan, pembenahan tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul keluhan atau persoalan yang menjadi perhatian publik. Pengawasan internal, evaluasi berkala, serta penegakan SOP harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan Trans Padang.
Masyarakat pun diajak untuk ikut menjaga keberadaan transportasi publik tersebut dengan menyampaikan kritik dan saran secara konstruktif.
Sebab, transportasi publik yang berkualitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan pengelola, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai pengguna.
Kini, tantangannya bukan lagi sekadar menyampaikan permohonan maaf, melainkan membuktikan bahwa kritik masyarakat benar-benar mampu melahirkan perubahan nyata dalam pelayanan Trans Padang.
(AK)
#Padang #Daerah #TransPadang #Headline