
Sungai Meluap, Banjir Kepung Sejumlah Kawasan Padang! Fadly Amran Kerahkan Tim Gabungan, Evakuasi Warga Dikebut
AK47, Padang - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Padang sejak siang hingga Sabtu (10/10/2026) memicu luapan sejumlah aliran sungai dan menyebabkan banjir di beberapa kawasan. Situasi ini memaksa jajaran Pemerintah Kota Padang bergerak cepat. Tim gabungan diterjunkan ke lapangan untuk menangani dampak banjir dan membantu mengevakuasi warga yang terdampak.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian petugas meliputi Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Pauh, dan Lubuk Begalung, termasuk kawasan Lubuk Minturun dan Kampung Apa yang dilaporkan terdampak luapan sungai.
Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera turun ke lapangan. Arahan itu menjadi penegasan bahwa penanganan banjir tidak boleh berhenti pada koordinasi administratif, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melindungi masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang, Tommy TRD, menyampaikan bahwa tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah bergerak menangani situasi di sejumlah titik terdampak.
“Bapak Wali Kota Fadly Amran telah menginstruksikan seluruh OPD agar segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi masyarakat, dan melakukan langkah penanganan sesuai tugas masing-masing. Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pemerintah harus hadir dan bergerak cepat, terutama ketika masyarakat menghadapi ancaman banjir,” ujar Tommy TRD kepada Aksara47.com, melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (10/10/2026).
Lubuk Minturun dan Kampung Apa Jadi Fokus Penanganan
Di tengah meningkatnya debit air sungai, petugas gabungan berjibaku melakukan penanganan di kawasan Lubuk Minturun dan Kampung Apa. Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Kesehatan, TRC PUPR, dan BPBD Kota Padang dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Kondisi ini membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Selain memastikan proses evakuasi berjalan sesuai kebutuhan, petugas juga perlu mengidentifikasi warga yang membutuhkan pertolongan serta memantau perkembangan genangan dan kondisi aliran sungai.
Bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir, peningkatan debit sungai dapat menjadi ancaman serius, terlebih ketika hujan berintensitas tinggi masih berlangsung. Karena itu, kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko dan mencegah jatuhnya korban.
Tommy menegaskan, setiap OPD harus bergerak sesuai fungsi dan kewenangannya agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Dalam kondisi darurat, kecepatan harus berjalan beriringan dengan ketepatan. Kita tidak hanya membutuhkan petugas yang hadir, tetapi juga tindakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Koordinasi lintas OPD harus solid agar penanganan di lapangan berlangsung efektif dan warga yang membutuhkan bantuan dapat segera ditangani,” tegasnya.
Fadly Amran Minta OPD Tak Tinggal Diam
Instruksi Wali Kota Fadly Amran agar seluruh OPD turun langsung menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam merespons situasi banjir. Keterlibatan berbagai perangkat daerah dibutuhkan karena dampak banjir tidak hanya menyangkut genangan air, tetapi juga keselamatan warga, pelayanan kesehatan, akses menuju permukiman, serta kondisi infrastruktur.
Dalam penanganan tersebut, BPBD berperan dalam upaya penanggulangan bencana dan evakuasi, Dinas Kesehatan mendukung pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, sedangkan TRC PUPR menangani aspek teknis infrastruktur sesuai kondisi di lapangan.
Sinergi antarlembaga menjadi krusial agar setiap persoalan dapat ditangani secara terarah, mulai dari kebutuhan evakuasi hingga penanganan dampak banjir di kawasan permukiman.
Tommy menyatakan, pemerintah daerah menghendaki agar seluruh jajaran tetap siaga dan tidak menunggu sampai situasi semakin memburuk untuk mengambil tindakan.
“Pesan Bapak Wali Kota jelas: ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, seluruh jajaran harus siap bergerak. Jangan menunggu persoalan membesar baru bertindak. Kita harus responsif, saling berkoordinasi, dan memastikan setiap langkah penanganan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ungkap Tommy.
Warga Diminta Waspada, Jangan Tunggu Air Semakin Tinggi
Pemerintah Kota Padang juga mengingatkan masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan langganan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca belum kondusif.
Warga diminta memperhatikan perubahan debit air, menghindari tepian sungai ketika arus meningkat, serta tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang deras. Apabila situasi di sekitar tempat tinggal membahayakan, warga diimbau segera menuju tempat yang lebih aman dan mengikuti arahan petugas.
Informasi mengenai warga yang membutuhkan pertolongan juga perlu segera disampaikan kepada petugas berwenang. Langkah ini penting agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan segera.
“Keselamatan tidak boleh dipertaruhkan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan kenaikan debit air, tidak menerobos arus banjir, dan segera menyelamatkan diri apabila kondisi sudah membahayakan. Pemerintah bersama petugas terus melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan, dan kami berharap masyarakat tetap waspada serta mengikuti arahan petugas,” kata Tommy.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai kondisi banjir dan korban, demi menjaga ketenangan serta mendukung kelancaran penanganan.
Respons Cepat Diuji di Tengah Ancaman Banjir
Hujan deras dan luapan sungai kembali menempatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah serta kewaspadaan masyarakat sebagai dua faktor penting dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
Di tengah situasi yang dapat berubah sewaktu-waktu, kecepatan evakuasi, ketepatan informasi, dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Kehadiran petugas di lapangan harus diikuti pemantauan berkelanjutan, terutama di wilayah yang rentan mengalami peningkatan debit air.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Pemerintah harus hadir, petugas harus bekerja sesuai tugasnya, dan masyarakat harus tetap waspada. Keselamatan warga adalah kepentingan bersama yang tidak bisa ditawar,” tutup Tommy TRD.
Hingga berita ini disusun, tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak, termasuk Lubuk Minturun dan Kampung Apa. Perkembangan kondisi banjir, jumlah warga terdampak, serta kebutuhan evakuasi lanjutan masih menunggu pembaruan resmi dari petugas di lapangan.
Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan selama hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi.
(AK)
#Headline #Peristiwa #Padang #Daerah #Banjir