-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Satgas Bongkar Kebenaran Aksi Brutal KKB Aniaya Warga di Yahukimo

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-11-01T03:13:02Z

Satgas Bongkar Kebenaran Aksi Brutal KKB Aniaya Warga di Yahukimo

AK47, Yahukimo -  Jagat maya dihebohkan dengan kembalinya sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi keji Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menganiaya warga sipil di Papua. Di tengah narasi yang disebarkan seolah-olah peristiwa itu baru saja terjadi, aparat keamanan langsung bergerak cepat membongkar fakta di balik layar.


Berdasarkan penyelidikan mendalam dari aparat penegak hukum, video berdarah tersebut ternyata bukanlah kejadian baru, melainkan kasus lama yang sengaja diangkat kembali untuk memicu keresahan publik.


Bongkar Fakta: Bukan Kejadian Baru


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Pol. Yusuf Sutejo, memberikan penegasan tegas untuk meluruskan informasi yang telanjur simpang siur di berbagai platform media sosial.


"Peristiwa itu bukan terjadi pada Jumat (30/10) seperti yang dinarasikan di dalam video yang beredar luas di media sosial," ungkap Kombes Yusuf dengan tegas.


Dari hasil penelusuran dan investigasi Satgas, terungkap fakta-fakta krusial berikut:


  • Waktu Kejadian Asli: Insiden penganiayaan sadis tersebut sebenarnya terjadi pada Maret 2025 di wilayah Yahukimo, Papua.
  • Pelaku Utama: Aksi keji tersebut dipastikan melibatkan kelompok separatis KKB Kodap XVI Yahukimo.
  • Modus Operandi & Tuduhan Keji: Dalam rekaman tersebut, kelompok bersenjata melancarkan aksi biadabnya setelah menuduh korban-korban yang tak berdosa sebagai agen intelijen militer (TNI).


Upaya Provokasi Lewat Ruang Digital


Kembalinya video lama ini ke ruang publik dinilai sebagai strategi komunikasi kelompok separatis untuk menciptakan teror psikologis. Dengan mendaur ulang konten kekerasan masa lalu dan memberikan tanggal baru, KKB berupaya menebar ketakutan di tengah masyarakat sekaligus membangun opini negatif terhadap stabilitas keamanan di Tanah Papua.


Aparat keamanan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, tersulut emosi, atau ikut-ikutan menyebarkan video lama tersebut tanpa verifikasi yang jelas.


“Kami meminta masyarakat tetap tenang, cerdas dalam menyaring informasi di dunia maya, dan tidak menjadi corong provokasi bagi kelompok-kelompok yang ingin memecah belah keamanan,” pungkas Kombes Yusuf.


(AK)


#Headline #KKB #Peristiwa #SatgasDamaiCartenz


×
Berita Terbaru Update