-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Video Ceramah Picu Gejolak di Bekasi, Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad

Minggu, 13 September 2026 | September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T05:47:26Z

Video Ceramah Picu Gejolak di Bekasi, Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad



AK47, Bekasi — Sebuah video ceramah yang memuat pernyataan kontroversial tentang Nabi Muhammad SAW memicu polemik di Kabupaten Bekasi. Rekaman yang beredar luas di media sosial itu menyeret nama Asep Setiawan alias Abah Setu dan kini tengah didalami kepolisian.


Pernyataan dalam video tersebut dinilai sejumlah pihak menyinggung Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah pernyataan mengenai pengikut Nabi yang disebut terjebak dalam syariat.


Video itu kemudian menyebar luas dan memantik reaksi masyarakat. Polemik yang semula bergulir di ruang digital akhirnya merembet ke dunia nyata.


Sejumlah warga bahkan mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam, Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin malam, 7 September 2026.


Kedatangan warga menjadi tanda bahwa persoalan tersebut tidak lagi sekadar perdebatan di media sosial. Aparat kepolisian kemudian turun tangan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mendalami laporan yang berkaitan dengan video tersebut.


Polisi: Laporan Masih Didalami


Kasat Reskrim Polres Bekasi AKBP Jerico Chandra memastikan laporan terhadap Asep Setiawan masih dalam proses pendalaman.


“Sementara kami masih dalam proses pendalaman terkait laporan terhadap beliau,” ujar Jerico saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/9/2026).


Polisi belum memberikan kesimpulan mengenai dugaan pelanggaran hukum dalam perkara tersebut.


Pendalaman dilakukan untuk mengurai persoalan secara utuh, termasuk materi pernyataan yang beredar, konteks ceramah, serta keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan laporan.


Dengan demikian, kepolisian masih harus memastikan fakta di balik video yang beredar sebelum menentukan langkah lebih lanjut.


Abah Setu Akhirnya Minta Maaf


Di tengah polemik yang semakin meluas, Asep Setiawan akhirnya menyampaikan permohonan maaf.


Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam pertemuan di Mapolres Metro Bekasi, Kamis (10/9/2026). Dalam forum itu hadir unsur MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Asep menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat.


“Dalam forum tersebut, Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat. Sementara itu, informasi dan keterangan yang telah diperoleh masih dalam pendalaman oleh pihak kepolisian,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).


Permintaan maaf tersebut menjadi perkembangan penting dalam polemik ini. Namun, proses pendalaman kepolisian tetap berjalan.


Polisi Buka Pintu Perdamaian


Di tengah proses tersebut, polisi juga membuka ruang penyelesaian melalui mediasi.


Jerico mengatakan, apabila pihak pelapor dan terlapor telah memiliki kesepakatan untuk berdamai, kepolisian siap memfasilitasi mediasi.


“Tetapi apabila memang antara pihak pelapor dan terlapor sudah sepakat berdamai, akan kami laksanakan mediasi ya,” tuturnya.


Artinya, dua jalur kini sama-sama terbuka: proses pendalaman laporan oleh kepolisian dan kemungkinan penyelesaian melalui mediasi apabila kedua pihak mencapai kesepakatan.


Namun, hingga Minggu (13/9/2026), polisi masih menyatakan perkara tersebut dalam tahap pendalaman.


Dari Media Sosial hingga Didatangi Warga


Kasus ini memperlihatkan betapa cepatnya sebuah pernyataan yang direkam dan diunggah ke media sosial dapat berkembang menjadi persoalan sosial.


Rekaman ceramah yang semula hanya beredar di dunia maya akhirnya memicu reaksi langsung di tengah masyarakat. Nama Abah Setu pun menjadi sorotan setelah pernyataannya dianggap menimbulkan keberatan.


Kedatangan sejumlah warga ke Majelis Dzikir Nurul Hikam menjadi salah satu eskalasi dalam polemik tersebut.


Situasi kemudian diarahkan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Pertemuan yang melibatkan kepolisian, tokoh agama, MUI, tokoh masyarakat, dan pihak terkait menjadi bagian dari upaya meredam persoalan.


Di sisi lain, laporan yang masuk tetap menjadi perhatian aparat.


Menunggu Ujung Perkara


Kini publik menunggu ke mana arah kasus tersebut akan bergerak.


Apakah laporan akan berkembang ke proses hukum lebih lanjut, atau persoalan berakhir melalui jalan damai?


Jawabannya masih menunggu hasil pendalaman kepolisian serta kesepakatan para pihak.


Yang pasti, permohonan maaf Asep Setiawan belum otomatis menghapus proses pendalaman yang sedang dilakukan polisi. Begitu pula dengan beredarnya video di media sosial belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan seseorang bersalah sebelum seluruh fakta dan proses hukum selesai.


Polisi masih mengumpulkan keterangan dan informasi untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai pernyataan yang menjadi sumber polemik.


Sementara itu, tensi di tengah masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Persoalan yang menyangkut agama sangat sensitif, sehingga penanganannya membutuhkan kehati-hatian agar proses hukum berjalan dan situasi tetap kondusif.


Untuk sementara, satu hal yang sudah pasti: video ceramah tersebut telah keluar dari ruang pengajian dan berubah menjadi perkara yang kini berada dalam radar kepolisian.


(AK)



#Headline #Nasional #Hukum #PenistaanAgama

×
Berita Terbaru Update