
Purbaya Tersingkir dari Kursi Menkeu, Prabowo Sudah Enam Kali Bongkar Kabinet
AK47, Jakarta — Kursi Menteri Keuangan kembali berganti. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih untuk keenam kalinya sejak memimpin Indonesia.
Dalam perombakan terbaru yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026), Purbaya Yudhi Sadewa harus meninggalkan kursi Menteri Keuangan yang baru didudukinya sekitar satu tahun.
Posisi strategis tersebut kini dipercayakan kepada Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pergantian ini menjadi sorotan karena Kementerian Keuangan merupakan salah satu kementerian paling vital dalam pemerintahan. Menteri Keuangan memegang peranan penting dalam pengelolaan APBN, kebijakan fiskal, penerimaan negara hingga menjaga stabilitas keuangan nasional.
Suahasil dilantik langsung di Istana Negara untuk menggantikan Purbaya.
Pergantian tersebut sekaligus mencatat babak baru dalam perjalanan Kementerian Keuangan di era Prabowo.
Purbaya sendiri baru masuk ke kabinet pada September 2025. Saat itu, ia ditunjuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam reshuffle kabinet jilid II.
Kini, sekitar satu tahun berselang, Purbaya kembali digantikan.
Artinya, dalam waktu relatif singkat, posisi Menteri Keuangan kembali mengalami perubahan.
Namun, pergantian Menteri Keuangan bukan satu-satunya dinamika dalam kabinet Prabowo.
Sejak awal pemerintahannya, Prabowo telah enam kali melakukan reshuffle. Perubahan dilakukan secara bertahap, mulai dari kementerian, wakil menteri, badan pemerintah hingga sejumlah posisi strategis yang berada di lingkungan kepresidenan.
Berikut perjalanan lengkapnya.
Jilid I: 19 Februari 2025, Perombakan Pertama
Reshuffle pertama dilakukan Prabowo pada 19 Februari 2025.
Salah satu perubahan utama terjadi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Brian Yuliarto dilantik sebagai menteri menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Prabowo pada saat yang sama melakukan penataan sejumlah lembaga pemerintah.
Muhammad Yusuf Ateh dipercaya sebagai Kepala BPKP dengan Agustina Arumsari sebagai wakilnya.
Kemudian Amalia Adininggar Widyasanti dilantik sebagai Kepala BPS, didampingi Sonny Harry Budiutomo Harmadi.
Sementara Nugroho Sulistyo Budi dipercaya memimpin BSSN.
Reshuffle pertama menjadi awal dari serangkaian evaluasi dan penataan yang terus berlanjut hingga tahun berikutnya.
Jilid II: 8 September 2025, Sri Mulyani Diganti
Perombakan kedua menjadi salah satu titik penting dalam pemerintahan Prabowo.
Pada 8 September 2025, Prabowo menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Pergantian tersebut sontak menjadi perhatian karena Sri Mulyani merupakan salah satu figur paling lama dan paling dikenal dalam pengelolaan keuangan negara.
Selain Purbaya, Prabowo juga mengganti sejumlah pejabat lainnya.
Mukhtarudin menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding.
Ferry Juliantono ditunjuk sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi.
Prabowo juga melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menterinya.
Namun, perjalanan Purbaya sebagai Menteri Keuangan ternyata tidak berlangsung lama.
Jilid III: 17 September 2025, Hanya Sembilan Hari Berselang
Belum selesai publik membicarakan reshuffle jilid II, Prabowo kembali mengubah susunan pemerintahannya.
Hanya sembilan hari kemudian, tepatnya 17 September 2025, reshuffle jilid III digelar.
Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan.
Sementara Erick Thohir dipercaya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo.
Perubahan juga terjadi pada posisi wakil menteri.
Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan menggantikan Immanuel Ebenezer.
Rohmat Marzuki menjadi Wakil Menteri Kehutanan, sedangkan Farida Faricha menjadi Wakil Menteri Koperasi menggantikan Ferry Juliantono.
Sejumlah jabatan strategis lainnya juga berubah.
Angga Raka Prabowo dipercaya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Sonny Sanjaya dan Nanik Sudaryati Deyang menjadi Wakil Kepala BGN.
Sarah Sadiqa dilantik sebagai Kepala LKPP.
Prabowo juga mengangkat Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
Sementara Muhammad Qodari bergeser menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Jilid IV: 8 Oktober 2025, Penataan Berlanjut
Kurang dari satu bulan kemudian, Prabowo kembali melakukan reshuffle.
Pada 8 Oktober 2025, Benjamin Paulus Octavianus dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan.
Akhmad Wiyagus dipercaya menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri.
Di sektor keuangan, Anggito Abimanyu ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.
Perubahan juga menjangkau pengelolaan BUMN.
Dony Oskaria ditunjuk sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN, didampingi Aminudin Maruf dan Teddy Barata sebagai wakil kepala.
Prabowo juga memperkuat jajaran pendukungnya.
Dirgayuza Setiawan dipercaya sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan.
Sementara Agung Gumilar Saputra ditunjuk sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis.
Di Papua, Velix Wanggai dipercaya menjadi Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama sejumlah anggota.
Jilid V: 27 April 2026, Enam Pejabat Berganti
Setelah beberapa bulan, reshuffle kembali terjadi.
Pada 27 April 2026, enam pejabat dilantik Prabowo di Istana Negara.
Mereka yakni:
- Muhammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
- Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
- Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
- Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
- Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
- Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Perombakan ini kembali memperlihatkan bahwa Prabowo terus melakukan penataan terhadap struktur pemerintahan yang dipimpinnya.
Jilid VI: 14 September 2026, Purbaya Diganti
Kini, giliran reshuffle jilid VI.
Perombakan terbaru terjadi Senin (14/9/2026).
Kali ini, sorotan tertuju kepada Kementerian Keuangan.
Purbaya Yudhi Sadewa yang baru sekitar satu tahun menjadi Menteri Keuangan harus meninggalkan posisinya.
Sebagai gantinya, Prabowo melantik Suahasil Nazara.
Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan. Dengan pengalaman tersebut, ia kini naik satu tingkat untuk memimpin kementerian yang menjadi salah satu pusat pengelolaan keuangan negara.
Pergantian Purbaya sekaligus mengakhiri babak kepemimpinannya di Kementerian Keuangan yang dimulai pada September 2025.
Yang menarik, perjalanan Purbaya sebagai Menkeu dimulai dengan menggantikan Sri Mulyani.
Setahun kemudian, dirinya justru kembali digantikan.
Dari Sri Mulyani ke Purbaya, lalu kini beralih kepada Suahasil.
Perubahan itu membuat kursi Menteri Keuangan menjadi salah satu posisi paling dinamis dalam kabinet Prabowo sejak awal pemerintahan.
Enam Kali Bongkar Kabinet, Apa Pesannya?
Enam kali reshuffle dalam perjalanan pemerintahan Prabowo menunjukkan bahwa susunan Kabinet Merah Putih terus mengalami penyesuaian.
Tidak semua reshuffle menyentuh posisi menteri. Sebagian menyasar wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus hingga pejabat strategis lainnya.
Namun, reshuffle keenam memiliki bobot berbeda karena menyentuh Kementerian Keuangan.
Posisi tersebut sangat menentukan arah pengelolaan fiskal negara.
Dengan Suahasil Nazara kini memegang kendali Kementerian Keuangan, perhatian publik pun beralih pada kebijakan apa yang akan dibawa oleh menteri baru tersebut.
Sementara itu, perjalanan Purbaya sebagai Menteri Keuangan resmi berakhir setelah kurang lebih satu tahun.
Enam kali reshuffle telah dilakukan.
Dan satu hal yang terus menjadi perhatian publik: siapa berikutnya yang akan bertahan, siapa yang akan bergeser, dan sejauh mana Prabowo akan terus merombak mesin pemerintahannya?
(AK)
#Headline #Nasional #ReshuffleKabinet