-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Malam-Malam Tempat Hiburan Padang Disisir Polisi, 10 Pengunjung Positif Narkoba

Minggu, 20 September 2026 | September 20, 2026 WIB Last Updated 2026-09-20T15:43:38Z

Malam-Malam Tempat Hiburan Padang Disisir Polisi, 10 Pengunjung Positif Narkoba



AK47, Padang - Ketika sebagian warga Kota Padang mulai terlelap, puluhan personel gabungan justru bergerak dalam senyap. Jarum jam menunjukkan 00.00 WIB, Minggu dini hari (20/9/2026), ketika operasi pemberantasan narkotika mulai digelar di sejumlah tempat hiburan malam.


Bukan sekadar pemeriksaan rutin.


Petugas datang membawa satu misi: mencari jejak penyalahgunaan sekaligus mempersempit ruang peredaran narkotika di balik gemerlap hiburan malam Kota Padang.


Operasi Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat tersebut melibatkan puluhan personel lintas institusi. Polisi tidak bekerja sendiri. Di dalamnya terdapat personel Bidpropam, Biddokkes, Ditsamapta, BNNP Sumbar, Polisi Militer TNI AD, Polisi Militer TNI AL, hingga Satpol PP Kota Padang.


Kekuatan gabungan itu kemudian dipecah menjadi dua tim.


Sejumlah tempat hiburan malam menjadi sasaran penyisiran.


Tim pertama mendatangi Happy Puppy, TeeBox, Paradise Bar N Resto, dan Classic, yang berada di kawasan Padang Selatan dan Padang Barat.


Sementara tim kedua bergerak ke Happy Family, Denai, Parkit, Damarus, Angel Wing's, dan Hot Station.


Di lokasi-lokasi tersebut, petugas memeriksa identitas pengunjung. Sejumlah orang kemudian menjalani tes urine.


Dari pemeriksaan itulah operasi menemukan fakta yang menjadi perhatian serius.


Sepuluh pengunjung dinyatakan positif narkotika.


Mereka terdiri dari empat laki-laki dan enam perempuan.


Hasil tersebut menunjukkan bahwa dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan tempat hiburan malam bukan sekadar isu yang beredar tanpa dasar. Dalam operasi tersebut, petugas juga menemukan sisa ekstasi dan zat aditif lainnya pada beberapa orang yang terjaring.


Para pengunjung yang diamankan kemudian digiring ke Mako Polda Sumatera Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.


Namun, bagi penyidik, sepuluh orang tersebut bukanlah akhir dari operasi.


Justru dari merekalah penyelidikan dapat berkembang lebih jauh.


Bukan Sekadar Cari Pengguna


Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi menegaskan, pemberantasan narkotika tidak akan berhenti pada penindakan terhadap pengguna.


Polisi juga akan melihat kemungkinan adanya mata rantai yang lebih besar di balik temuan tersebut.

 

“Kegiatan ini adalah wujud komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Sumatera Barat, kami tidak akan memberi ruang bagi penyalahgunaan narkoba, terutama di tempat-tempat hiburan malam yang berpotensi menjadi lokasi transaksi maupun konsumsi barang haram tersebut,” ujar Wedy.


Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa tempat hiburan malam yang menjadi sasaran bukan hanya dilihat dari aktivitas pengunjungnya.


Polisi juga berkepentingan mengurai dari mana narkotika diperoleh, siapa yang memasok, bagaimana barang tersebut bisa beredar, dan apakah terdapat pihak lain yang terlibat.


Karena itu, pemeriksaan terhadap 10 orang yang positif narkotika menjadi bagian penting dari proses penyelidikan dan penyidikan.


Ekstasi Ditemukan, Polisi Dalami Asal Barang


Temuan sisa ekstasi dalam operasi tersebut turut menjadi perhatian penyidik.


Barang bukti yang ditemukan akan didalami bersama hasil pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan.


Polisi perlu memastikan konteks temuan tersebut, termasuk keterkaitannya dengan dugaan penggunaan narkotika maupun kemungkinan adanya jaringan distribusi.


Seluruh orang yang diamankan selanjutnya menjalani proses pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.


Operasi ini pun membuka kemungkinan bahwa penyelidikan tidak berhenti di tempat hiburan malam.


Jika dari pemeriksaan ditemukan petunjuk mengenai pemasok atau pihak lain yang berkaitan dengan peredaran narkotika, informasi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kasus.


Pengelola Jangan Tutup Mata


Di tengah operasi tersebut, kepolisian juga memberikan peringatan kepada pengelola tempat hiburan malam.


Kombes Pol Wedy Mahadi meminta seluruh pengelola bersikap kooperatif dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di tempat usaha masing-masing.

 

“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola tempat hiburan malam agar kooperatif dan memperketat pengawasan, jika terbukti ada pembiaran terhadap peredaran narkoba di tempat usahanya, tentu akan ada konsekuensi hukum yang tegas,” ungkap Wedy.


Pesan tersebut jelas.


Tempat hiburan bukan ruang yang kebal hukum.


Jika tempat usaha terbukti menjadi lokasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika dan ditemukan unsur pembiaran sebagaimana dimaksud kepolisian, pengelola dapat menghadapi konsekuensi hukum sesuai fakta dan hasil penyidikan.


72 Personel dari Berbagai Unsur Dikerahkan


Besarnya kekuatan yang diterjunkan menunjukkan keseriusan operasi tersebut.


Dari unsur Polda Sumbar saja, terdapat 38 personel Ditresnarkoba, enam personel Bidpropam, enam personel Biddokkes, serta 22 personel Ditsamapta Polda Sumbar.


Operasi juga diperkuat unsur BNNP Sumbar, Polisi Militer TNI AD, Polisi Militer TNI AL, dan Satpol PP Kota Padang.


Sinergi lintas institusi ini menjadi bagian dari upaya bersama memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.


Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

 

“Operasi ini dilaksanakan secara terpadu bersama unsur TNI dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tutur Susmelawati.


Ia juga mengajak masyarakat tidak tinggal diam jika menemukan indikasi peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjauhi narkoba serta proaktif memberikan informasi kepada kepolisian jika melihat atau mengetahui adanya indikasi peredaran narkoba di lingkungannya,” ujarnya.


Malam Itu, Gemerlap Hiburan Berubah Menjadi Pemeriksaan


Razia tersebut memberikan gambaran bahwa di balik aktivitas hiburan malam yang berlangsung hingga dini hari, aparat tetap melakukan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.


Sepuluh orang dinyatakan positif.


Sisa ekstasi ditemukan.


Sejumlah pengunjung dibawa ke Mako Polda Sumbar.


Dan penyelidikan masih berjalan.


Kini pertanyaan berikutnya berada di tangan penyidik: apakah temuan tersebut berhenti pada para pengguna, atau justru menjadi pintu masuk untuk membongkar mata rantai pemasok yang selama ini bergerak di balik layar?


Jawabannya menunggu hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus oleh Ditresnarkoba Polda Sumbar.


Yang jelas, operasi dini hari itu mengirimkan pesan tegas ke seluruh pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di Kota Padang:


gemerlap tempat hiburan tidak boleh menjadi tempat bersembunyinya narkoba.


(AK)


#Headline #PoldaSumbar $Narkoba #TempatHiburanMalam

×
Berita Terbaru Update