
Laporan Dugaan TPKS Seret Anak Artis, Polisi Buka Suara: Nama Betrand Peto Disebut
AK47, Jakarta — Kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang melibatkan nama anak seorang publik figur mulai memasuki ranah hukum. Polda Metro Jaya memastikan laporan tersebut benar-benar telah dibuat, setelah sebelumnya isu mengenai dugaan pelecehan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan ramai beredar di media sosial.
Laporan itu tercatat masuk ke SPKT Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 09.55 WIB.
Yang membuat perkara ini menjadi sorotan bukan sekadar dugaan tindak pidananya, melainkan identitas pihak yang dilaporkan. Polisi menyebut terlapor berinisial ATT alias BP, yang disebut sebagai anak angkat seorang artis berinisial RSO.
Keterangan tersebut kemudian mengarah pada nama Betrand Peto, anak angkat Ruben Onsu.
Namun, polisi hingga kini belum mengungkap secara detail substansi laporan, termasuk kronologi lengkap peristiwa, identitas pelapor, maupun bentuk dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan keberadaan laporan tersebut.
“Bahwa benar adanya terkait laporan mengenai dugaan TPKS. Laporan tersebut dilaporkan pada hari Sabtu (12/9/2026). Pelaporan dibuat pada SPKT Polda Metro Jaya,” ujar Budi Hermanto, Sabtu (12/9/2026).
Pernyataan singkat tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa isu yang sebelumnya berputar di media sosial kini telah menjadi perkara yang ditangani aparat penegak hukum.
Dari Media Sosial, Kini Masuk Meja Polisi
Sebelum kepolisian memberikan konfirmasi, informasi mengenai dugaan peristiwa tersebut lebih dahulu meledak di jagat maya.
Sebuah akun Threads @prass_iam04 mengunggah narasi mengenai dugaan keributan di sebuah kelab malam yang disebut melibatkan anak artis dan sejumlah rekannya.
Dalam unggahan tersebut, akun itu menarasikan adanya dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan serta dugaan kekerasan yang disebut menyebabkan korban mengalami luka pada bagian telinga.
Informasi tersebut kemudian menyebar dan memancing perhatian publik.
Namun, perlu digarisbawahi, narasi yang beredar di media sosial bukanlah fakta hukum yang telah terbukti. Kebenaran mengenai dugaan pelecehan maupun penganiayaan tersebut masih harus diuji melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
Meski demikian, terdapat satu perkembangan penting: polisi membenarkan bahwa laporan dugaan TPKS memang telah dibuat.
Dengan demikian, perkara tersebut kini tidak lagi sekadar menjadi isu di media sosial.
Polisi: Terlapor Anak Angkat Artis Berinisial RSO
Kombes Pol Budi Hermanto menyebut pihak yang dilaporkan berinisial ATT alias BP.
“Yang dilaporkan berinisial ATT alias BP merupakan anak angkat dari seorang artis berinisial RSO,” katanya.
Keterangan tersebut menjadi titik penting karena identitas inisial yang disampaikan polisi kemudian dikaitkan dengan Betrand Peto.
Meski demikian, polisi belum membeberkan konstruksi perkara secara utuh.
Belum diketahui secara pasti kapan dan di mana dugaan peristiwa yang dilaporkan terjadi, bagaimana hubungan antara pelapor dan terlapor, serta bukti apa saja yang telah disampaikan kepada penyidik.
Polda Metro Jaya juga belum menjelaskan apakah laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan awal atau telah memasuki tahapan pemeriksaan yang lebih mendalam.
Dugaan Penganiayaan Belum Dikonfirmasi Polisi
Persoalan lain yang ikut menjadi sorotan adalah informasi mengenai dugaan penganiayaan.
Dalam unggahan yang beredar, seorang perempuan disebut mengalami luka pada bagian telinga setelah terjadi keributan di sebuah tempat hiburan malam.
Namun hingga kini, polisi belum secara resmi mengonfirmasi apakah dugaan penganiayaan tersebut merupakan bagian dari laporan TPKS yang dimaksud atau merupakan perkara berbeda.
Hal ini menjadi penting untuk diluruskan agar informasi yang berkembang tidak bercampur antara fakta yang telah dikonfirmasi aparat dengan klaim yang masih berasal dari media sosial.
Jika benar terdapat dugaan kekerasan fisik, pembuktiannya tentu akan bergantung pada hasil pemeriksaan korban, keterangan saksi, alat bukti, dokumentasi kejadian, maupun bukti medis dan bukti elektronik yang relevan.
Kasus Ini Menunggu Jawaban Polisi
Munculnya nama seorang figur publik membuat perkara tersebut mendapatkan perhatian jauh lebih besar dibanding laporan pidana pada umumnya.
Tetapi besarnya sorotan publik tidak boleh menggeser prinsip dasar hukum.
Pelapor berhak mendapatkan penanganan dan perlindungan sesuai hukum. Pada saat yang sama, pihak yang dilaporkan juga memiliki hak untuk diperlakukan secara adil dan tetap dianggap tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Karena itu, pertanyaan terbesar saat ini bukan siapa yang paling ramai dibicarakan di media sosial.
Pertanyaan sebenarnya adalah apa yang terjadi, apa bukti yang dimiliki pelapor, dan bagaimana polisi membuktikan dugaan tersebut?
Jawabannya berada pada proses hukum yang kini berjalan di Polda Metro Jaya.
Betrand Peto Belum Beri Pernyataan
Sampai berita ini diturunkan, Betrand Peto belum memberikan tanggapan terkait laporan dugaan TPKS tersebut.
Belum diketahui pula apakah dirinya telah menjalani pemeriksaan atau menerima pemberitahuan resmi terkait laporan yang dimaksud.
Begitu pula pihak keluarga maupun kuasa hukum belum memberikan penjelasan mengenai tudingan yang beredar.
Polda Metro Jaya sendiri menyatakan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkara tersebut.
Kasus ini pun kini menjadi perhatian publik. Setelah polisi memastikan laporan dugaan TPKS benar-benar ada, masyarakat menunggu penjelasan berikutnya: apa sebenarnya isi laporan tersebut dan fakta apa yang berhasil ditemukan penyidik?
Untuk saat ini, satu hal yang sudah pasti adalah laporan telah tercatat di Polda Metro Jaya. Sementara tudingan mengenai pelecehan dan penganiayaan yang beredar di media sosial masih merupakan dugaan dan belum dapat dinyatakan terbukti.
Perkembangan penyidikan selanjutnya akan menjadi kunci untuk memisahkan mana fakta, mana klaim, dan mana informasi yang belum terverifikasi.
(AK)
#Selebritis #Headline #KekerasanSeksual #Hukum #BetrandPeto #RubenOnsu