
Sempat Berujung Laporan Polisi, Perselisihan Teddy Fanani dan Bill Irzano di Jalan Bandara Padang Kini Berakhir dengan Pelukan
AK47, Padang — Perselisihan antara Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano alias Bili yang sempat memanas hingga berujung laporan kepada pihak berwajib akhirnya menemui titik akhir. Bukan melalui pertengkaran lanjutan, melainkan dengan jabat tangan dan pelukan.
Keduanya sepakat mengubur persoalan yang terjadi di kawasan Jalan Bandara, Kota Padang, dan memilih berdamai secara kekeluargaan.
Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan yang berlangsung di Suasso Restoran, kawasan dekat GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Minggu (9/8/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting setelah perselisihan antara keduanya sebelumnya sempat berkembang menjadi persoalan yang dibawa ke ranah hukum.
Informasi yang disampaikan Polda Sumatera Barat menyebutkan, perselisihan tersebut sebelumnya sempat diwarnai kekerasan fisik. Keluarga Bill Irzano kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib pada Jumat (7/8/2026).
Namun, hanya berselang beberapa waktu, kedua belah pihak akhirnya memilih jalan berbeda dari mempertajam konflik.
Mereka duduk bersama, berkomunikasi, dan sepakat mengakhiri persoalan secara damai.
Dari Perselisihan ke Jabat Tangan
Suasana pertemuan berubah menjadi momen penuh kekeluargaan ketika Teddy Fanani dan Bili akhirnya saling berjabat tangan.
Tak berhenti di situ, keduanya juga saling berpelukan.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa persoalan yang sebelumnya sempat memanas telah diselesaikan. Keduanya memilih saling memaafkan dan tidak memperpanjang perselisihan.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian persoalan yang sebelumnya telah melibatkan keluarga dan aparat penegak hukum.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya membenarkan adanya pertemuan dan kesepakatan damai antara kedua pihak.
Menurut Susmelawati, perdamaian tersebut lahir dari niat baik kedua belah pihak.
"Alhamdulillah, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam suasana yang baik dan penuh kekeluargaan. Dengan adanya niat baik dan ketulusan, persoalan yang terjadi akhirnya dapat diselesaikan secara damai," ujar Susmelawati, Senin (10/8/2026).
Tak Ada Paksaan
Susmelawati menegaskan, perdamaian tersebut bukan hasil tekanan dari pihak tertentu.
Kesepakatan itu, kata dia, merupakan keputusan bersama yang diambil oleh kedua belah pihak setelah melalui komunikasi dan pertemuan.
Dengan kata lain, masing-masing pihak memilih untuk mengakhiri persoalan dan saling memberikan maaf.
"Kesepakatan tersebut juga telah dituangkan secara tertulis melalui surat pernyataan yang ditandatangani bersama oleh kedua pihak," katanya.
Dokumen tertulis itu menjadi bukti bahwa penyelesaian tidak hanya berhenti pada pertemuan atau jabat tangan, tetapi telah dituangkan dalam sebuah kesepakatan bersama.
"Kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, itu yang terpenting. Kesepakatan damai tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan," jelas Susmelawati.
Persoalan Sempat Dibawa ke Ranah Hukum
Sebelum berakhir damai, perselisihan tersebut sempat memasuki tahapan pelaporan kepada pihak berwajib.
Keluarga Bill Irzano melaporkan kejadian yang terjadi pada Jumat (7/8/2026). Laporan tersebut muncul setelah perselisihan antara kedua pengendara disebut sempat berujung pada kekerasan fisik.
Namun, perkembangan berikutnya justru mengarah pada penyelesaian secara kekeluargaan.
Kedua pihak akhirnya memilih tidak memperpanjang persoalan dan mengambil jalan damai.
Keputusan tersebut membuat konflik yang sempat menjadi perhatian berakhir dengan suasana yang jauh berbeda: bukan saling berhadapan, tetapi saling berjabat tangan dan berpelukan.
Didampingi Ketua PWI Sumbar
Proses komunikasi hingga tercapainya kesepakatan damai tersebut turut didampingi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies.
Kehadiran pihak yang mendampingi proses komunikasi itu menjadi bagian dari upaya mempertemukan kedua pihak hingga tercapai kesepakatan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana yang disebut penuh kekeluargaan hingga akhirnya kedua pihak sepakat mengakhiri persoalan.
Dari Konflik Menjadi Pelajaran
Polda Sumatera Barat berharap perdamaian tersebut tidak hanya menjadi akhir dari sebuah perselisihan, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
Kombes Pol. Susmelawati Rosya berharap hubungan kedua pihak dapat kembali membaik dan silaturahmi yang sempat terganggu dapat terjalin kembali.
Pesan yang muncul dari penyelesaian ini pun cukup jelas: sebuah perselisihan yang sempat memanas masih dapat dihentikan ketika kedua pihak bersedia menurunkan ego, membuka ruang komunikasi, dan memilih jalan damai.
Pada akhirnya, perselisihan di Jalan Bandara itu tidak ditutup dengan konflik yang berkepanjangan.
Ia ditutup dengan sebuah jabat tangan, pelukan, dan kesepakatan untuk saling memaafkan.
Kini, persoalan tersebut telah dinyatakan selesai secara kekeluargaan.
(AK)
#Headline #Peristiwa #PoldaSumbar