-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

OTT Rektor Unsoed: Kursi Fakultas Kedokteran Diduga Dibanderol Ratusan Juta

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T06:37:16Z

OTT Rektor Unsoed: Kursi Fakultas Kedokteran Diduga Dibanderol Ratusan Juta



AK47, PURWOKERTO — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuka dugaan praktik suap yang mencoreng proses penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri.


Bukan sekadar transaksi biasa. KPK menduga terdapat uang ratusan juta rupiah yang berkaitan dengan proses masuk mahasiswa, termasuk ke Fakultas Kedokteran Unsoed.


Kasus ini menyeret nama Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang diamankan KPK dalam operasi senyap pada Kamis (20/8/2026). Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayogo juga turut diamankan.


Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed.


“diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).


Diduga Ada Uang Ratusan Juta untuk Masuk Kedokteran


Dugaan yang diungkap KPK tergolong serius.


Sejumlah calon mahasiswa diduga harus menyiapkan uang dalam jumlah fantastis untuk dapat masuk Fakultas Kedokteran Unsoed.


Nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah.


“Dan memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana,” ujar Budi.


Pernyataan tersebut sekaligus menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana sebenarnya proses penerimaan mahasiswa itu berlangsung dan siapa yang memiliki kewenangan menentukan calon mahasiswa yang dapat diterima?


KPK menyebut masih mendalami mekanisme tersebut.


Yang lebih mengundang perhatian, lembaga antirasuah juga menemukan dugaan adanya layering dalam penerimaan uang.


Artinya, menurut KPK, aliran atau mekanisme penerimaan tersebut diduga memiliki beberapa tahapan atau lapisan. Namun, detail mengenai siapa pemberi, penerima, perantara, hingga bagaimana uang tersebut berpindah masih menjadi bagian dari penyidikan.


Rektor dan Wakil Rektor Terseret OTT


KPK tidak datang secara tiba-tiba.


OTT tersebut merupakan hasil dari penyelidikan tertutup yang dilakukan sebelumnya. Tim KPK kemudian bergerak pada Kamis (20/8/2026) dan mengamankan 14 orang.


Sebanyak 12 orang diamankan di wilayah Purwokerto dan dua orang lainnya di Jakarta.


Di antara mereka terdapat Rektor Unsoed Akhmad Sodiq.


Nama pimpinan perguruan tinggi negeri itu pun langsung menjadi sorotan setelah KPK mengonfirmasi keterlibatannya dalam rangkaian pemeriksaan.


Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayogo juga turut diamankan.


Keduanya kini menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan KPK untuk mengungkap secara utuh dugaan praktik suap tersebut.


Ratusan Juta Uang Tunai Disita


Tak hanya mengamankan orang, penyidik juga membawa barang bukti berupa uang tunai.


Jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.


“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” kata Budi.


KPK masih mendalami apakah uang tunai tersebut seluruhnya berkaitan dengan dugaan suap penerimaan mahasiswa atau terdapat transaksi lain yang masih terkait dengan perkara.


14 Orang Diamankan, 9 Diperiksa di Jakarta


Rangkaian pemeriksaan berlangsung di dua lokasi.


Dua orang yang diamankan di Jakarta langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.


Sementara 12 orang lainnya diperiksa di Polres Banyumas.


Dari 12 orang tersebut, tujuh di antaranya kemudian dibawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


Dengan demikian, hingga Jumat (21/8/2026), terdapat sembilan orang yang menjalani pemeriksaan di Jakarta.


KPK masih melakukan pendalaman sebelum menentukan status hukum masing-masing pihak.


Kursi Kampus Negeri dan Dugaan Transaksi Gelap


Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena melibatkan pimpinan perguruan tinggi negeri, tetapi karena dugaan transaksi tersebut menyentuh salah satu pintu paling penting dalam dunia pendidikan: penerimaan mahasiswa.


Jika dugaan itu terbukti, maka muncul persoalan mendasar mengenai apakah kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat dipengaruhi oleh kemampuan membayar.


Terlebih ketika nominal yang disebut KPK mencapai ratusan juta rupiah.


Namun, KPK belum menyimpulkan siapa pihak yang memberikan uang, siapa yang menerima, bagaimana uang tersebut disalurkan, dan sejauh mana peran masing-masing pihak.


Semua itu masih dalam proses pemeriksaan.


KPK Siap Buka Semua


KPK memastikan tidak akan berhenti pada penangkapan.


Budi mengatakan pihaknya akan mengungkap secara lebih lengkap mengenai siapa saja yang berperan dan bagaimana mekanisme penerimaan mahasiswa yang diduga melibatkan transaksi tersebut.


“Pihak-pihak siapa saja yang berperan dan bagaimana mekanisme ataupun proses-proses penerimaan itu dilakukan, kami nanti akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers,” kata Budi.


Kini publik menunggu jawaban KPK: siapa sebenarnya yang berada di balik dugaan transaksi ratusan juta rupiah tersebut, bagaimana uang itu bergerak, dan apakah kursi Fakultas Kedokteran Unsoed benar-benar menjadi bagian dari praktik jual beli penerimaan mahasiswa?


OTT ini setidaknya telah membuka satu persoalan besar: dugaan permainan di balik pintu masuk perguruan tinggi negeri yang semestinya menjunjung tinggi meritokrasi, transparansi, dan keadilan.


KPK masih bekerja. Dan publik menunggu apakah operasi ini hanya akan berhenti pada sejumlah orang yang diamankan, atau justru membongkar rantai penerimaan uang yang lebih besar di balik proses masuk mahasiswa Unsoed.


Seluruh pihak yang diamankan masih dalam proses pemeriksaan. Dugaan keterlibatan dan tindak pidana masing-masing pihak belum dapat dinyatakan terbukti sebelum adanya penetapan serta proses hukum lebih lanjut.


(AK)


#Headline #KPK #Korupsi

×
Berita Terbaru Update