
Hujan Ekstrem Landa Seluruh Padang, BPBD Bergerak Cepat Evakuasi Warga dan Siaga Penuh 24 Jam
AK47, Padang – Hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang mengguyur seluruh wilayah Kota Padang, Senin (3/8/2026) sejak siang. Cuaca ekstrem yang melanda 11 kecamatan itu memicu genangan di sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan, sekaligus meningkatkan ancaman banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor di beberapa titik rawan.
Di tengah kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat menerjunkan personel ke lapangan. Bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana dan Kelompok Siaga Bencana (KSB), petugas menyisir lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga, membantu penanganan darurat, serta memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Sejumlah wilayah dilaporkan mulai dikepung genangan air, di antaranya Kecamatan Kuranji, Gunung Pangilun, Lubuk Begalung, Koto Tangah, dan beberapa kawasan lainnya. Air yang terus meningkat tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga merendam sejumlah ruas jalan sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan laporan dari masyarakat terus berdatangan seiring meningkatnya intensitas hujan. Menurutnya, setiap laporan langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel ke lokasi agar bantuan dapat diberikan secepat mungkin.
"Sejumlah titik di Padang mulai tergenang dan laporan warga sudah masuk. Tim BPBD bersama TRC dan Kelompok Siaga Bencana langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan penanganan serta evakuasi secara cepat," ujarnya.
Hendri menjelaskan, kondisi cuaca saat ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang bermukim di kawasan rawan banjir maupun lereng yang berpotensi mengalami longsor.
"Masyarakat kami imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di kawasan rawan," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Padang menyiagakan seluruh personel beserta sarana dan prasarana selama 24 jam penuh. Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan setiap laporan darurat dapat direspons secara cepat, sehingga dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Selain itu, warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak, menghindari melintasi jalan yang telah tergenang, serta memastikan saluran drainase di lingkungan tetap bersih agar aliran air tidak terhambat. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca dari kanal resmi sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan kondisi di lapangan.
"Tetap tenang, batasi aktivitas luar rumah jika tidak mendesak, dan pantau terus perkembangan cuaca dari kanal resmi. Seluruh tim kami bersiap siaga penuh menindaklanjuti setiap laporan warga," tegas Hendri.
BPBD Kota Padang memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif hingga kondisi cuaca kembali normal. Sinergi antara pemerintah, relawan, aparat, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan setiap kejadian sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung.
(AK)
#Headline #Banjir #Peristiwa #Padang #Daerah