-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gunung Sinabung Meletus Lagi! Kolom Abu Hitam Membubung 3,5 Km, Warga Diminta Menjauh

Minggu, 30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T05:53:52Z

Gunung Sinabung Meletus Lagi! Kolom Abu Hitam Membubung 3,5 Km, Warga Diminta Menjauh



AK47, Karo — Gunung Sinabung kembali menunjukkan keganasannya. Gunung api yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pagi dan melontarkan kolom abu vulkanik berwarna hitam pekat hingga mencapai sekitar 3.500 meter atau 3,5 kilometer di atas puncak.


Erupsi mulai terekam pada pukul 10.17 WIB. Saat laporan aktivitas vulkanik disampaikan, erupsi tersebut masih berlangsung.


Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengungkapkan, kolom abu terlihat tebal dengan warna hitam dan bergerak condong ke arah timur dan tenggara.


“Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara,” kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).


Tak hanya terlihat secara visual, aktivitas erupsi Gunung Sinabung juga terekam kuat pada seismogram. Amplitudo maksimum tercatat mencapai 120 milimeter, sementara durasi erupsi sementara berlangsung sekitar 1 jam 1 menit 48 detik.


“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 1 jam 1 menit 48 detik,” ujar Lana.


Status Masih Waspada, Tapi Ancaman Tak Boleh Diabaikan


Di tengah erupsi yang kembali terjadi, status Gunung Sinabung saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.


Badan Geologi meminta masyarakat tidak menganggap remeh aktivitas gunung api tersebut. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di desa-desa yang sebelumnya telah direlokasi.


Larangan juga diberlakukan pada kawasan yang menjadi zona bahaya di sekitar gunung.


Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Selain itu, terdapat pula zona sektoral yang harus dihindari hingga 4,5 kilometer ke arah selatan-tenggara.


Pembatasan ini menjadi penting karena aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih terus dipantau dan kondisi gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.


Abu Mengarah ke Timur dan Tenggara


Arah condongnya kolom abu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Dalam erupsi kali ini, kolom abu tebal dilaporkan bergerak ke arah timur dan tenggara.


Karena itu, masyarakat di kawasan yang berpotensi terdampak diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.


Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi sebagai bagian dari upaya menghindari risiko akibat aktivitas Gunung Sinabung.


Ancaman Lain Mengintai, Warga di Sepanjang Sungai Diminta Siaga


Bukan hanya erupsi dan abu vulkanik yang perlu diwaspadai.


Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar dingin.


Material vulkanik yang berada di kawasan gunung berpotensi terbawa aliran air ketika hujan turun. Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Sinabung diminta meningkatkan kesiapsiagaan.


Pemkab Karo Diminta Aktif Pantau Perkembangan Gunung


Badan Geologi meminta Pemerintah Kabupaten Karo terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).


Pemantauan aktivitas gunung menjadi sangat penting untuk memastikan setiap perubahan kondisi dapat segera diketahui dan langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas.


Masyarakat pun diminta mengandalkan informasi resmi dari pemerintah dan otoritas terkait serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.


Jangan Mendekat, Tetap Waspada


Erupsi Senin pagi menjadi pengingat bahwa Gunung Sinabung masih menyimpan potensi bahaya. Meski statusnya berada pada Level II atau Waspada, masyarakat tetap diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan.


Untuk saat ini, pesan utama dari Badan Geologi jelas: jangan memasuki zona bahaya, jangan beraktivitas di desa yang telah direlokasi, dan tingkatkan kewaspadaan bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Sinabung.


Aktivitas Gunung Sinabung masih menjadi perhatian dan terus dipantau. Perkembangan terbaru akan menjadi dasar bagi otoritas untuk menentukan langkah selanjutnya demi keselamatan masyarakat di kawasan Gunung Sinabung.


(AK)


#Headline #Peristiwa #ErupsiGunungSinabung

×
Berita Terbaru Update