-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banjir Sisakan Luka, 270 Rumah di Padang Kini Terima Bantuan Rp540 Juta

Minggu, 09 Agustus 2026 | Agustus 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T10:36:35Z

Banjir Sisakan Luka, 270 Rumah di Padang Kini Terima Bantuan Rp540 Juta



AK47, Padang — Banjir dan cuaca ekstrem yang menerjang Kota Padang pada 3 Agustus 2026 memang telah surut. Namun, bagi sebagian warga, bencana itu belum benar-benar berakhir.


Di balik genangan yang menghilang, masih ada rumah yang harus dibersihkan, perabot yang harus ditata kembali, serta kehidupan yang perlahan-lahan harus dibangun dari sisa-sisa dampak bencana.


Kondisi itulah yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang. Sebanyak 270 rumah yang masih terdampak banjir dan mengalami kerusakan ringan akhirnya mendapatkan bantuan senilai Rp540 juta.


Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Padang Fadly Amran kepada warga di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Minggu (9/8/2026).


Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memastikan warga yang masih terdampak tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, para camat dari empat kecamatan, serta warga penerima bantuan.


6.618 Rumah Sempat Terdampak


Bencana yang terjadi pada 3 Agustus lalu bukanlah bencana kecil.


Berdasarkan pendataan Pemerintah Kota Padang, sebanyak 6.618 rumah sempat terdampak banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.


Namun, gerak cepat pemerintah bersama berbagai unsur dan masyarakat membuat proses pemulihan berjalan cukup signifikan.


Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 6.348 rumah telah kembali pulih.


Meski demikian, masih terdapat 270 rumah yang membutuhkan perhatian. Rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan ringan dengan tingkat kerusakan di bawah 20 persen.


Sebanyak 191 rumah berada di Kecamatan Kuranji, 45 rumah di Kecamatan Nanggalo, 24 rumah di Kecamatan Koto Tangah, dan 10 rumah di Kecamatan Padang Utara.


Untuk membantu meringankan beban warga, masing-masing rumah menerima bantuan sebesar Rp2 juta, dengan total keseluruhan mencapai Rp540 juta yang bersumber dari APBD Kota Padang.


Bukan Sekadar Angka Rp2 Juta


Bagi pemerintah, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan anggaran.


Di tengah kondisi warga yang sedang berusaha kembali menata kehidupan setelah banjir, bantuan itu diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemulihan sesuai kondisi masing-masing keluarga.


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, pemerintah akan terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak.


“Hari ini kami menyerahkan bantuan kepada 270 rumah yang masih terdampak bencana di empat kecamatan. Data tersebut masih dapat berkembang. Karena itu, warga yang belum terdata diminta segera berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat,” ujar Fadly Amran.


Pernyataan tersebut sekaligus membuka ruang bagi warga yang belum masuk dalam data penerima untuk segera melaporkan kondisi mereka kepada pemerintah di tingkat kelurahan maupun kecamatan.


Dengan begitu, pemerintah dapat memastikan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan.


Bantuan Tak Hanya Berupa Uang


Pemulihan warga juga diperkuat dengan bantuan kebutuhan dasar dan peralatan kebersihan.


Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan bantuan peralatan kebersihan dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming.


Bantuan itu terdiri dari sapu, kain pel, plastik sampah, karet pel, sikat lantai, Wipol, dan sabun.


Peralatan tersebut menjadi sangat penting bagi warga pascabanjir, terutama untuk membersihkan rumah dari sisa lumpur dan kotoran serta mengembalikan kondisi hunian agar kembali layak ditempati.


Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras, gula, roti, dan kebutuhan lainnya.


Tak berhenti di sana, bantuan juga mencakup hygiene kit, selimut, makanan bayi, kasur lipat, serta perlengkapan kebersihan.


Berbagai bantuan tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana dilakukan tidak hanya dengan memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.


Fadly: Pemerintah Tidak Boleh Lepas Tangan


Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Wakil Presiden RI melalui BNPB, atas dukungan yang diberikan untuk membantu masyarakat Kota Padang.


Menurutnya, dukungan lintas pemerintahan sangat diperlukan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Wakil Presiden RI melalui BNPB, atas dukungan bantuan dan peralatan penanganan bencana yang telah diberikan,” kata Fadly.


Ia juga berharap dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut pada penanganan dan pembangunan infrastruktur yang terdampak bencana.


“Kami berharap kepada pemerintah pusat agar penanganan dan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan,” ujarnya.


6.348 Rumah Pulih, 270 Masih Menunggu


Angka 6.348 rumah yang telah pulih menunjukkan besarnya kerja penanganan yang telah dilakukan dalam waktu singkat.


Namun, pemerintah menyadari bahwa angka tersebut belum berarti seluruh persoalan selesai.


Masih ada 270 rumah yang membutuhkan perhatian dan dukungan.


Karena itu, Pemko Padang memastikan proses pemulihan tetap berjalan, sementara pendataan terhadap warga terdampak juga masih dapat berkembang.


Pemerintah mengingatkan masyarakat yang merasa belum terdata untuk segera berkoordinasi dengan lurah atau camat.


Sebab, dalam situasi bencana, kecepatan pendataan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan tidak salah sasaran dan warga yang benar-benar membutuhkan dapat segera ditangani.


Banjir 3 Agustus telah meninggalkan jejak panjang bagi Kota Padang. Tetapi di tengah jejak bencana tersebut, proses gotong royong untuk bangkit terus bergerak.


Bagi 270 keluarga penerima bantuan, penyerahan bantuan hari ini bukan hanya tentang uang, sembako, atau perlengkapan kebersihan.


Ini adalah pesan bahwa setelah air surut dan bencana berlalu, pemerintah masih hadir, mendengar keluhan warga, dan ikut berjalan bersama masyarakat menuju pemulihan.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update