-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral! Dua WNI Asal Sumbar dan Kepri Diduga Disekap di Myanmar, Tangan Diborgol, Mengaku Disiksa dan Diperas Rp220 Juta

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T15:30:07Z

Viral! Dua WNI Asal Sumbar dan Kepri Diduga Disekap di Myanmar, Tangan Diborgol, Mengaku Disiksa dan Diperas Rp220 Juta



AK47, Jakarta Sebuah video yang memperlihatkan dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) dalam kondisi mengenaskan menggemparkan media sosial. Dengan tangan diborgol, keduanya memohon pertolongan sambil mengaku menjadi korban penyekapan, penyiksaan, dan pemerasan di Myanmar.


Dua perempuan tersebut diketahui bernama Ayu, warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan Susi, warga Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.


Video berdurasi singkat itu memicu gelombang keprihatinan publik. Ribuan warganet mendesak pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk menyelamatkan kedua WNI yang diduga masih berada di wilayah Myanmar.


Diduga Terjebak Sindikat Scamming Internasional


Informasi awal yang diperoleh aparat menyebutkan Ayu dan Susi diduga bekerja di sebuah perusahaan online scamming yang beroperasi di wilayah Myanmar yang dikuasai kelompok bersenjata. Kawasan tersebut dikenal memiliki risiko keamanan tinggi dan kerap dikaitkan dengan aktivitas kejahatan lintas negara.


Dalam pengakuannya, kedua perempuan itu menyebut mengalami kekerasan fisik dan tekanan selama berada di lokasi tersebut. Mereka juga mengaku keluarga diminta menyediakan uang sebesar Rp220 juta agar dapat dibebaskan.


Apabila pengakuan tersebut benar, kasus ini menjadi gambaran nyata bagaimana jaringan kejahatan transnasional diduga memanfaatkan korban dengan modus menawarkan pekerjaan bergaji tinggi, lalu berujung pada penyekapan, intimidasi, hingga dugaan pemerasan.


Interpol Indonesia Langsung Bergerak


Menanggapi viralnya video tersebut, Ses NCB Interpol Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, memastikan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan otoritas keamanan Myanmar.


"Yang jelas kami telah melakukan komunikasi dengan otoritas keamanan di Myanmar," ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).


Menurut Untung, berdasarkan informasi awal, kedua WNI tersebut berada di perusahaan scamming yang berlokasi di wilayah pemberontak, sehingga proses penyelamatan memiliki tantangan tersendiri.


Meski demikian, Polri belum mengungkap secara rinci perkembangan operasi penyelamatan maupun kronologi keberangkatan kedua korban ke Myanmar.

 

"Nanti kami infokan," kata Untung.


Alarm Bahaya bagi Pencari Kerja


Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa prosedur resmi. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak WNI dilaporkan menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berujung pada eksploitasi di pusat-pusat operasi penipuan daring di kawasan Asia Tenggara.


Pemerintah diharapkan dapat mempercepat koordinasi lintas negara demi memastikan keselamatan Ayu dan Susi serta mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perekrutan mereka.


Sementara itu, masyarakat Indonesia kini menanti kabar baik: semoga kedua WNI tersebut dapat segera ditemukan, diselamatkan, dan dipulangkan ke tanah air dalam keadaan selamat.


(AK)


#Headline #Penyekapan #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update