
Mahasiswa KKN Universitas Andalas di Nagari Andiang: Menguatkan Posyandu, Menumbuhkan Kesadaran Hidup Sehat bagi Balita dan Lansia
AK47, Nagari Andiang – Di balik ramainya aktivitas Posyandu yang digelar di tiga jorong di Nagari Andiang, tampak semangat kolaborasi yang menghadirkan harapan baru bagi kesehatan masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas hadir bukan sekadar menjalankan program pengabdian, melainkan menjadi bagian dari upaya nyata memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat sejak usia dini hingga lanjut usia.
Selama tiga hari berturut-turut, mahasiswa KKN Universitas Andalas berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Posyandu di Jorong Siboka, Jorong Padang Bungo, dan Jorong Simpang Limo. Kegiatan yang dimulai setiap pukul 10.00 WIB tersebut terlaksana berkat sinergi antara mahasiswa, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan setempat. Kolaborasi ini menghadirkan pelayanan yang lebih optimal sekaligus mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan masyarakat.
Sejak pagi, para mahasiswa telah berada di lokasi untuk membantu berbagai tahapan pelayanan. Mereka mendampingi kader Posyandu dalam proses administrasi, mengatur alur pelayanan, membantu pencatatan data peserta, hingga mendukung pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tenaga medis. Kehadiran mahasiswa membuat proses pelayanan berlangsung lebih tertib, cepat, dan nyaman bagi masyarakat yang datang.
Namun, kontribusi mahasiswa tidak berhenti pada aspek pelayanan. Mereka juga membawa misi edukasi kesehatan yang menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Melalui pendekatan yang hangat dan komunikatif, mahasiswa mengajak para lansia memahami pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi berharga di usia senja.
Berbagai materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mulai dari pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, menjaga pola tidur, memperbanyak aktivitas fisik sesuai kemampuan, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Suasana penyuluhan berlangsung penuh keakraban. Para lansia tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai kondisi kesehatan yang mereka alami sehari-hari. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan menjadi tanggung jawab setiap individu.
Sementara itu, pelayanan kepada balita tetap menjadi perhatian utama dalam kegiatan Posyandu. Kehadiran para orang tua bersama anak-anak mereka menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak secara berkala. Melalui Posyandu, masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan dasar yang menjadi fondasi dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Berdasarkan data kehadiran, Posyandu di Jorong Siboka diikuti oleh 17 peserta yang terdiri atas 13 balita dan anak serta 4 lansia. Di Jorong Padang Bungo tercatat 26 peserta, yakni 13 balita dan anak serta 13 lansia. Sementara itu, Posyandu di Jorong Simpang Limo dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari 15 balita dan anak serta 5 lansia. Secara keseluruhan, sebanyak 63 peserta mengikuti kegiatan ini, meliputi 41 balita dan anak serta 22 lansia.
Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya tersimpan semangat masyarakat untuk terus menjaga kesehatan keluarga, sekaligus mencerminkan bahwa Posyandu masih menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Bagi mahasiswa KKN Universitas Andalas, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh di ruang kuliah. Mereka belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung, membangun komunikasi yang efektif, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Melalui kolaborasi bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan, mahasiswa berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi mampu menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat diharapkan tumbuh dalam setiap keluarga sehingga mampu menekan risiko penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelaksana program Kuliah Kerja Nyata, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa semangat kolaborasi, kepedulian, dan pemberdayaan. Dari Posyandu di tiga jorong kecil di Nagari Andiang, lahir harapan besar bahwa langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama hari ini akan menjadi pondasi bagi masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera di masa depan.
(AK)
#Headline #UniversitasAndalas #SumateraBarat