-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Pantai yang Tercemar Menuju Pesisir Harapan: Aksi Akar Pesisir PPK Ormawa KOMBAD Justitia Hidupkan Semangat Kolaborasi di Nagari Ketaping

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T06:39:19Z

Dari Pantai yang Tercemar Menuju Pesisir Harapan: Aksi Akar Pesisir PPK Ormawa KOMBAD Justitia Hidupkan Semangat Kolaborasi di Nagari Ketaping



D'On, Padang Pariaman  Langkah-langkah kaki para mahasiswa, warga, relawan, hingga aparat desa berpadu di atas hamparan pasir Pantai Ketaping. Dengan sarung tangan dan kantong sampah di tangan, mereka memungut satu per satu botol plastik, kemasan makanan, hingga limbah rumah tangga yang selama ini mencemari bibir pantai. Bagi sebagian orang, aktivitas itu mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat Nagari Ketaping, hari itu menjadi awal dari sebuah gerakan besar untuk mengembalikan kehidupan pesisir yang selama ini perlahan tergerus oleh sampah dan abrasi.


Melalui Aksi Akar Pesisir, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KOMBAD Justitia Fakultas Hukum Universitas Andalas membuktikan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan slogan. Dibutuhkan aksi nyata, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen jangka panjang agar pesisir tetap menjadi ruang hidup yang produktif bagi generasi hari ini maupun masa depan.


Kegiatan ini merupakan implementasi dari PIONIR TAMBAK (Pelopor Inovasi dan Rehabilitasi Tambak), sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis Blue Economy yang memadukan rehabilitasi lingkungan, pengelolaan limbah tambak, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Program ini lahir dari keyakinan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan alam, melainkan harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.


Nagari Ketaping selama ini dikenal sebagai kawasan yang kaya akan potensi. Perairannya menjadi sumber penghidupan nelayan dan petambak, sementara bentang pantainya menyimpan daya tarik wisata yang terus berkembang. Namun, potensi tersebut dibayangi berbagai persoalan lingkungan. Sampah plastik yang terbawa arus maupun ditinggalkan pengunjung masih menjadi pemandangan yang kerap dijumpai. Di sisi lain, berkurangnya vegetasi pantai membuat garis pantai semakin rentan terhadap abrasi yang mengancam ekosistem sekaligus mata pencaharian masyarakat.


Berangkat dari realitas tersebut, Tim PPK Ormawa KOMBAD Justitia memilih hadir bukan sekadar membawa program, melainkan mengajak masyarakat menjadi bagian dari solusi. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap rangkaian kegiatan.


Aksi dimulai dengan gerakan bersih-bersih pantai yang melibatkan mahasiswa Universitas Andalas, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Babinsa Nagari Ketaping, pemuda, relawan, serta masyarakat setempat. Tanpa memandang usia maupun profesi, seluruh peserta menyusuri kawasan pesisir, mengumpulkan berbagai jenis sampah yang selama ini mencemari lingkungan.


Setiap kantong sampah yang berhasil dikumpulkan bukan hanya menjadi simbol keberhasilan membersihkan pantai, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak akan pernah selesai apabila masyarakat masih menganggap laut sebagai tempat pembuangan akhir. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, serta membangun budaya hidup yang lebih ramah lingkungan.


Kesadaran masyarakat kemudian diperkuat melalui sosialisasi pengelolaan lingkungan hidup yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Pariaman, Ibu Afni Susanti, Sp., M.Si.


Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, perguruan tinggi, maupun sektor swasta. Menurutnya, perubahan besar selalu diawali dari perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan lingkungan.


Suasana diskusi berlangsung hangat. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi mengenai persoalan sampah, kebutuhan fasilitas pengelolaan limbah, hingga upaya menjaga kebersihan kawasan wisata. Dialog dua arah itu menjadi bukti bahwa solusi terbaik lahir ketika masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi aktor utama dalam setiap proses perubahan.


Komitmen menjaga pesisir kemudian diwujudkan melalui penanaman 425 bibit pohon, terdiri atas 200 bibit pinago, 220 bibit kaliandra yang didukung melalui program CSR PT Semen Padang, serta 5 bibit pohon ketapiang sebagai vegetasi khas pesisir.


Setiap bibit yang ditanam membawa harapan baru. Pohon-pohon tersebut diharapkan mampu memperkuat kawasan pantai dari ancaman abrasi, meningkatkan tutupan hijau, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang. Di saat yang sama, kawasan pesisir yang lebih asri juga akan meningkatkan daya tarik wisata sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.


Bagi Tim PPK Ormawa KOMBAD Justitia, keberhasilan sebuah program tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana dalam satu hari, melainkan dari perubahan yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, Aksi Akar Pesisir dirancang sebagai titik awal lahirnya gerakan masyarakat yang mandiri dalam menjaga lingkungan pesisir.


Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha melalui dukungan CSR PT Semen Padang, aparat nagari, organisasi masyarakat, dan warga menunjukkan bahwa persoalan lingkungan hanya dapat diselesaikan melalui kebersamaan. Ketika ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong bertemu, perubahan bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang benar-benar dapat diwujudkan.


Aksi Akar Pesisir menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai agen intelektual di ruang kelas, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. Melalui PIONIR TAMBAK, Tim PPK Ormawa KOMBAD Justitia menghadirkan model pemberdayaan yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Dari Pantai Ketaping, sebuah pesan penting bergema: menjaga pesisir berarti menjaga kehidupan. Sebab laut yang bersih akan menghadirkan hasil tangkapan yang lebih baik, pantai yang hijau akan melindungi daratan dari abrasi, dan masyarakat yang peduli akan melahirkan masa depan yang lebih tangguh.


Melalui semangat kolaborasi yang terus tumbuh, Nagari Ketaping kini sedang menapaki jalan menuju kawasan pesisir yang bersih, hijau, produktif, tangguh, dan berkelanjutan sebuah ikhtiar nyata bahwa perubahan besar selalu berakar dari langkah kecil yang dilakukan bersama.


(*)


#Headline #UniversitasAndalas #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update