-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Brigpol Randi Ditahan Propam Usai Briptu Excel Tewas Kena Peluru Rekan Sendiri, Dugaan Kelalaian Senjata Api Diusut Tuntas

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T09:15:05Z

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan. (Antara/Polda Sulut)



AK47, Bolmut - Tragedi berdarah mengguncang institusi Polri. Seorang anggota polisi, Briptu Excel Mamuli, justru kehilangan nyawanya akibat terkena peluru yang diduga dilepaskan oleh rekan setimnya sendiri saat menjalankan tugas mengamankan keributan bersenjata tajam di Desa Paku Induk, Kecamatan Bolangitan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara.


Insiden yang terjadi pada Minggu (28/6/2026) itu kini berbuntut panjang. Komandan tim di lapangan, Brigpol Randi Lionel Tarandung, resmi ditahan Propam Polres Bolmut dan diperiksa secara intensif. Polda Sulawesi Utara menegaskan tidak akan mentolerir jika ditemukan adanya kelalaian dalam penggunaan senjata api yang berujung pada gugurnya seorang anggota.


Kasus ini menjadi sorotan karena korban bukanlah pelaku kejahatan, melainkan anggota Polri yang sedang bertugas melindungi masyarakat.


Detik-detik Maut di Tengah Operasi


Peristiwa bermula ketika Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolmut menerima laporan masyarakat mengenai keributan yang melibatkan senjata tajam.


Tiga personel langsung diterjunkan ke lokasi di bawah pimpinan Brigpol Randi Lionel. Sesampainya di lokasi, polisi berhasil mengamankan seorang pelaku dan memasukkannya ke mobil patroli.


Namun situasi berubah dalam hitungan detik.


Saat Briptu Excel tengah menginterogasi pelaku yang telah diamankan, seorang pelaku lain tiba-tiba datang dari belakang sambil mengayunkan senjata tajam dan diduga hendak menyerang korban.


Dalam situasi genting itu, Brigpol Randi mengeluarkan senjata api organiknya dan melepaskan tembakan untuk melumpuhkan pelaku.


Tetapi tembakan tersebut justru mengenai dada kanan Briptu Excel.


Peluru yang seharusnya menghentikan pelaku malah merenggut nyawa sesama anggota polisi.


Sempat Berjuang, Nyawa Tak Tertolong


Usai menyadari rekannya tertembak, Brigpol Randi bersama anggota lain langsung mengevakuasi Briptu Excel ke RSUD Bolmut.


Karena kondisinya kritis, korban dirujuk ke RS Bhayangkara Manado.


Namun seluruh upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Briptu Excel akhirnya dinyatakan meninggal dunia.


Jenazah korban kemudian diautopsi sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.


Propam Turun Tangan, Kapolda Tegaskan Tidak Ada Ampun Jika Lalai


Tidak lama setelah insiden itu, Propam langsung mengamankan Brigpol Randi Lionel untuk menjalani pemeriksaan.


Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan pengawasan Propam dan Itwasda.

 

"Semuanya dilakukan pemeriksaan dan pendalaman. Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, maka sesuai dengan perintah tegas Kapolda, personel yang bersangkutan tetap akan dikenakan sanksi hukum yang berlaku," tegas Alamsyah.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Polda Sulut tidak akan menutup mata apabila hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian dalam penggunaan senjata api.


Selain memeriksa Brigpol Randi, polisi juga masih memburu dua pelaku yang melarikan diri usai kejadian.


Keluarga Korban Menuntut Keadilan


Di balik proses hukum yang berjalan, duka mendalam masih menyelimuti keluarga Briptu Excel.


Ayah korban, Jos Mamuli, berharap penyelidikan dilakukan secara terbuka dan tuntas. Keluarga ingin mengetahui secara jelas bagaimana seorang polisi yang sedang menjalankan tugas justru tewas akibat peluru yang diduga berasal dari senjata rekannya sendiri.


Mereka meminta tidak ada pihak yang dilindungi apabila terbukti lalai.


Menanti Jawaban dari Hasil Investigasi


Kini seluruh perhatian tertuju pada hasil pemeriksaan Propam dan penyelidikan Polda Sulawesi Utara. Apakah insiden ini murni terjadi karena situasi darurat yang berlangsung dalam hitungan detik, atau justru ada kelalaian dalam penerapan prosedur penggunaan senjata api yang menyebabkan seorang anggota kehilangan nyawa.


Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan arah proses hukum sekaligus menjadi ujian bagi komitmen Polri dalam menegakkan aturan, bahkan terhadap anggotanya sendiri.


(AK)


#Headline #Polri #PolisiTembakPolisi

×
Berita Terbaru Update