.jpeg)
Rotasi Besar Polri di Sumbar: Delapan Kapolres Berganti, Era Baru Penegakan Hukum Dimulai
AK47, Padang – Gerbong mutasi kembali bergerak di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Melalui kebijakan rotasi dan promosi jabatan yang ditandatangani dalam tujuh Surat Telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2026, Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan penyegaran besar-besaran terhadap jajaran perwira menengah di seluruh Indonesia.
Di Sumatera Barat, mutasi kali ini menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Delapan jabatan Kapolres resmi berganti dalam satu gelombang rotasi. Pergantian tersebut bukan sekadar perpindahan personel, melainkan bagian dari strategi Polri untuk memperkuat kepemimpinan di tingkat kewilayahan, meningkatkan profesionalisme, sekaligus menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.
Sejumlah kapolres mendapat promosi ke jabatan yang lebih tinggi, sementara wajah-wajah baru dengan pengalaman dari Mabes Polri, Polda hingga satuan operasional kini dipercaya memimpin sejumlah wilayah strategis di Ranah Minang.
Pesisir Selatan Dipimpin Kapolres Baru
Perubahan pertama terjadi di Polres Pesisir Selatan. AKBP Derry Indra mendapat promosi sebagai Wadirpamovit Polda Sumbar setelah menuntaskan masa tugasnya memimpin wilayah Pesisir Selatan.
Tongkat komando kini diserahkan kepada AKBP Ricky Ricardo, yang sebelumnya menjabat Kapolres Payakumbuh. Perwira yang dikenal berpengalaman di bidang operasional itu kini mengemban tanggung jawab menjaga stabilitas keamanan di salah satu kabupaten terluas di pesisir barat Sumatera.
Sementara itu, posisi Ricky di Polres Payakumbuh digantikan AKBP Irwan Andeta, yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.
Agam Diperkuat Perwira dari Divisi Humas Polri
Mutasi juga menyentuh Polres Agam.
AKBP Muari mendapat amanah baru sebagai Kasubbagbinkar Bag SDM Rorenminops Korbrimob Polri, sedangkan posisi Kapolres Agam kini diisi AKBP Masnoni, perwira yang sebelumnya berdinas di Divisi Humas Polri.
Pengalaman Masnoni di tingkat Mabes Polri diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, pelayanan publik, serta komunikasi kepolisian dengan masyarakat.
Pasaman Dipimpin Perwira Berpengalaman
Di Polres Pasaman, AKBP M. Agus Hidayat memperoleh promosi menjadi Wadirsamapta Polda Riau.
Posisinya digantikan AKBP Adirawa Permana Anggawistara, yang sebelumnya menjabat Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar. Pengalamannya dalam manajemen operasional menjadi modal penting untuk memimpin wilayah Pasaman yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri.
Solok Selatan, Pariaman dan Solok Ikut Berganti
Rotasi kali ini juga melibatkan tiga polres sekaligus.
AKBP Andreanaldo Ademi, yang sebelumnya memimpin Polres Pariaman, dipercaya menjadi Kapolres Polres Solok Selatan menggantikan AKBP M. Faisal Perdana yang dipromosikan sebagai Wakapolrestabes Semarang.
Posisi Kapolres Pariaman selanjutnya diisi AKBP Agung Pranajaya, yang sebelumnya menjabat Kapolres Polres Solok.
Sementara itu, jabatan Kapolres Solok kini dipercayakan kepada AKBP Rini Anggraini, yang sebelumnya bertugas di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penunjukan Rini menjadi perhatian tersendiri karena menjadi salah satu perwira polisi wanita yang dipercaya memimpin satuan kewilayahan di Sumatera Barat, sebuah kepercayaan yang mencerminkan semakin besarnya peran perempuan dalam kepemimpinan di lingkungan Polri.
Tanah Datar Dipimpin Perwira Bareskrim
Pergantian terakhir terjadi di Polres Tanah Datar.
Kapolri menunjuk AKBP Marwan Fajrin sebagai Kapolres Tanah Datar. Sebelum dipercaya mengemban jabatan tersebut, Marwan bertugas sebagai Kanit 5 Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, salah satu satuan yang menangani kejahatan narkotika di tingkat nasional.
Ia menggantikan Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, yang kini mendapat amanah baru sebagai Kasubbagbinpuan Bagbin PPNS Rokorwas PPNS Bareskrim Polri.
Penyegaran untuk Menjawab Tantangan Kamtibmas
Mutasi di lingkungan Polri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi. Namun, rotasi kali ini juga dibaca sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan di daerah dalam menghadapi dinamika keamanan, pemberantasan narkoba, kejahatan konvensional, hingga pelayanan publik yang semakin dituntut profesional dan responsif.
Dengan bergantinya delapan kapolres secara bersamaan, masyarakat Sumatera Barat kini menaruh harapan besar kepada para pejabat baru agar mampu menghadirkan terobosan, memperkuat penegakan hukum tanpa pandang bulu, menjaga situasi keamanan tetap kondusif, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan awal dari babak baru bagi jajaran Polri di Sumatera Barat untuk menjawab tantangan hukum dan keamanan yang terus berkembang.
(AK)
#Headline #PoldaSumbar #Polri #SumateraBarat