
Peluru Nyasar Hantam Area UNP, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Tutup Lapangan Tembak Lapai dan Kaji Relokasi
AK47, Padang – Insiden peluru nyasar yang mencapai area Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) memaksa Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengambil langkah cepat dan tegas. Lapangan tembak Lapai yang selama ini digunakan untuk latihan menembak prajurit resmi ditutup sementara sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi menyeluruh.
Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Padang, Rabu (3/6/2026), menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap peristiwa yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan latihan militer tersebut.
Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, menegaskan bahwa penghentian sementara seluruh aktivitas menembak merupakan bentuk tanggung jawab institusi sekaligus komitmen untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Karena itu, seluruh aktivitas di lapangan tembak dihentikan sementara sampai investigasi dan evaluasi selesai dilakukan," ujarnya.
Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan tanggul pengaman dan fasilitas penahan proyektil telah memenuhi standar keamanan, Kodam tetap melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh sistem pengamanan, prosedur latihan, hingga faktor teknis yang mungkin menjadi penyebab proyektil keluar dari area latihan.
Insiden tersebut terjadi saat berlangsung latihan rutin prajurit TNI yang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi menembak. Namun, peluru yang diduga keluar dari area latihan itu justru ditemukan di kawasan Kampus UNP dan langsung memicu kekhawatiran publik.
Tak hanya melakukan investigasi internal, Kodam juga mulai mengkaji sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan standar keselamatan. Salah satu opsi yang mengemuka adalah pembangunan lapangan tembak tertutup (indoor shooting range) hingga kemungkinan pemindahan lokasi latihan ke kawasan yang lebih aman dan jauh dari aktivitas masyarakat.
"Kami tidak menutup kemungkinan melakukan perubahan desain fasilitas, termasuk membangun lapangan tembak indoor atau mencari lokasi baru apabila hasil evaluasi mengharuskan demikian," kata Kolonel Taufiq.
Saat ini tim investigasi yang dipimpin Kolonel Cpm Laksono Puji Lisdyanto masih bekerja menelusuri penyebab pasti insiden tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait masa depan lapangan tembak Lapai dan sistem keamanan latihan menembak di lingkungan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya peluru latihan dilaporkan mencapai area kampus, sehingga memunculkan tuntutan agar standar keamanan fasilitas latihan militer yang berada dekat kawasan publik ditinjau kembali secara menyeluruh.
(AK)
#Headline #KodamXXTIB #Peristiwa #TNI #PeluruNyasar