-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diterjang Arus Sungai yang Menggila, Bendungan Sementara Hanyut, Pasokan Air Bersih Ribuan Pelanggan Kuranji Terganggu

Rabu, 17 Juni 2026 | Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T15:02:54Z

Diterjang Arus Sungai yang Menggila, Bendungan Sementara Hanyut, Pasokan Air Bersih Ribuan Pelanggan Kuranji Terganggu



AK47, PADANGHujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak siang hingga malam hari memicu kenaikan drastis debit Sungai Guo. Derasnya arus sungai bahkan menghanyutkan bendungan sementara yang menjadi salah satu komponen vital dalam sistem pengambilan air baku Perumda Air Minum Kota Padang.


Peristiwa ini menyebabkan terhentinya pasokan air baku menuju instalasi pengolahan, sehingga operasional pengolahan air tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.


Tidak hanya itu, derasnya aliran sungai juga membawa material berupa lumpur, pasir, bebatuan, ranting pohon hingga sampah yang kemudian menimbun mulut intake atau pintu masuk air baku.


Kondisi tersebut membuat gangguan pelayanan tidak dapat dihindari dan berdampak pada pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang di kawasan Kecamatan Kuranji dan sekitarnya.


Di tengah kondisi yang cukup kritis itu, petugas belum dapat langsung melakukan perbaikan di lapangan. Debit sungai yang masih sangat tinggi dan arus yang deras dinilai membahayakan keselamatan personel.


Meski demikian, seluruh tim teknis telah bersiaga dan akan bergerak cepat begitu cuaca membaik dan kondisi sungai dinyatakan aman.


Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan kejadian ini merupakan dampak nyata dari cuaca ekstrem yang tidak bisa diprediksi dan menjadi tantangan besar bagi perusahaan dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.


"Hujan yang berlangsung berjam-jam membuat debit Sungai Guo meningkat secara signifikan. Arus yang sangat kuat menghanyutkan bendungan sementara dan menimbun mulut intake dengan material yang terbawa banjir. Akibatnya, pasokan air baku terputus dan instalasi pengolahan tidak dapat beroperasi," ujarnya.


Menurut Adhie, kondisi tersebut bukan semata persoalan teknis, melainkan gambaran bahwa layanan air bersih sangat bergantung pada kondisi alam.


"Sering kali masyarakat hanya melihat air tidak mengalir di keran rumahnya. Padahal, di belakang itu ada perjuangan panjang petugas yang harus berhadapan langsung dengan derasnya sungai, cuaca ekstrem, dan berbagai risiko di lapangan. Air bersih bukan sekadar produk yang diproduksi, tetapi hasil dari kerja keras yang dimulai dari hulu hingga sampai ke rumah pelanggan," katanya.


Ia menegaskan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan.


"Kami tidak ingin mengambil risiko dengan memaksa petugas bekerja di tengah arus sungai yang masih sangat berbahaya. Penanganan akan segera dilakukan begitu hujan mereda dan kondisi memungkinkan. Kecepatan itu penting, tetapi keselamatan manusia jauh lebih penting," tegas Adhie.


Lebih lanjut, Adhie mengajak masyarakat untuk melihat peristiwa ini sebagai pengingat akan pentingnya menjaga ekosistem sungai dan daerah resapan air.


"Perubahan iklim dan cuaca ekstrem kini bukan lagi ancaman masa depan, tetapi sudah menjadi kenyataan yang kita hadapi hari ini. Karena itu, menjaga kelestarian sungai, hutan di kawasan hulu, serta tidak membuang sampah ke aliran sungai merupakan investasi bersama untuk keberlangsungan pelayanan air bersih di masa mendatang," tuturnya.


Perumda Air Minum Kota Padang juga mengimbau pelanggan di wilayah terdampak agar menggunakan cadangan air yang masih tersedia secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok rumah tangga selama proses pemulihan berlangsung.


Di balik gangguan yang terjadi, satu hal yang perlu dipahami, alam memang tidak bisa dilawan, tetapi kesiapsiagaan, kerja cepat, dan kolaborasi antara petugas serta masyarakat menjadi kunci agar pelayanan dapat segera pulih kembali.


Untuk sementara, masyarakat di area Kuranji diminta bersabar sambil menunggu proses penanganan yang akan dilakukan sesegera mungkin setelah kondisi sungai kembali aman.


(AK)


#PerumdaAirMinum #Padang #Headline

×
Berita Terbaru Update