
Rupiah Melemah, Prabowo Santai: Warga Desa Tak Pakai Dolar
AK47, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto menepis berbagai kekhawatiran terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dalam pidatonya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini masih kuat dan jauh dari ancaman krisis maupun kekacauan seperti yang ramai diperbincangkan sejumlah pihak.
Menurut Prabowo, fluktuasi kurs rupiah tidak serta-merta memukul kehidupan masyarakat kecil, khususnya warga desa, karena aktivitas ekonomi mereka tidak bergantung langsung pada transaksi dolar AS.
“Sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok,” ujar Prabowo di hadapan warga dan tamu undangan.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena disampaikan di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlanjut akibat ketegangan geopolitik internasional dan ketidakpastian pasar dunia. Namun, Prabowo justru menilai Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman dibanding banyak negara lain yang sedang menghadapi tekanan berat.
Ia menegaskan bahwa fondasi utama kehidupan masyarakat Indonesia saat ini masih terkendali, terutama pada sektor pangan dan energi. Menurutnya, kestabilan dua sektor tersebut menjadi kunci agar masyarakat tetap tenang menghadapi gejolak global.
“Pangan aman, energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” katanya.
Prabowo juga menyinggung dampak konflik geopolitik dunia, terutama situasi di Timur Tengah yang memengaruhi jalur perdagangan internasional. Ia menyoroti ancaman penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi dunia. Menurutnya, sekitar 20 persen pasokan bahan bakar minyak dunia melewati kawasan tersebut.
“Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup. Dua puluh persen BBM dunia lewat Selat Hormuz,” tutur Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa gangguan distribusi minyak dan gas dunia otomatis akan berdampak pada produksi pupuk global. Sebab, industri pupuk sangat bergantung pada bahan baku energi. Kondisi ini, kata Prabowo, justru membuka peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai negara pemasok kebutuhan strategis dunia.
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah negara mulai meminta bantuan pasokan pupuk dari Indonesia. Bahkan, ia menyebut Australia meminta sekitar 500 ribu ton pupuk urea dari Indonesia.
“Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh, Brazil. Perintah saya bantu semua,” ujarnya.
Tak hanya pupuk, Indonesia juga disebut mulai dilirik sebagai pemasok beras di tengah meningkatnya kekhawatiran krisis pangan global. Prabowo mengatakan keberhasilan menjaga stok beras nasional tidak lepas dari program swasembada pangan yang terus diperkuat pemerintah.
Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada Menteri Pertanian yang dinilainya berhasil menjaga produktivitas sektor pertanian nasional di tengah tantangan cuaca dan ekonomi global.
“Terima kasih semua pihak, untung kita punya Mentan yang hebat karena dia memang anaknya petani,” ucap Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.
Selain berbicara soal ekonomi dan pangan, Prabowo juga menegaskan komitmennya menjaga kekayaan alam Indonesia agar benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara kuat karena dianugerahi sumber daya alam melimpah.
Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya menjaga ketahanan nasional di tengah situasi dunia yang tidak menentu. Prabowo optimistis Indonesia mampu bangkit dan menjadi negara yang disegani apabila seluruh elemen bangsa bersatu menjaga stabilitas dan memanfaatkan kekayaan alam secara bijak.
Pidato Prabowo tersebut sekaligus menjadi pesan optimisme di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pelemahan rupiah dan tekanan ekonomi global. Dengan menonjolkan kekuatan sektor pangan, energi, serta sumber daya alam, Prabowo ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya tahan untuk menghadapi berbagai ancaman ekonomi dunia.
(AK)
#Nasional #Ekonomi